ANALISIS TEKNO-EKONOMI ALAT PENGEPRES HIDROLIK PLIEK-U SEMI MEKANIS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS TEKNO-EKONOMI ALAT PENGEPRES HIDROLIK PLIEK-U SEMI MEKANIS


Pengarang

ANDREW GALOTA SARAGIH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sri Hartuti - 198101212005012003 - Dosen Pembimbing I
Safrizal - 197510302006041001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1805106010060

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Teknik Pertanian (S1)., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

631.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pliek-u adalah salah satu makanan khas tradisional atau produk fermentasi warisan budaya yang berasal dari provinsi Aceh, yang mana masyarakat aceh dari zaman dahulu sampai saat ini masih menggunakannya sebagai bumbu utama kuah pliek atau dimakan sebagai bumbu rujak. Salah satu tahapan yang sangat penting dalam proses pembuatan plieku adalah proses pengepresan. Proses pengepresan pliek-u secara konvensional menggunakan peuneurah kurang efektif karena memerlukan waktu yang lama dan sangat melelahkan sehingga masyarakat kurang berminat untuk membuat Pliek-u yang menyebabkan Pliek-u sudah mulai langka dijumpai di masyarakat. Sedangkan, Alat pengepres hidrolik Pliek-u semi mekanis ini memiliki keunggulan meningkatkan produktivitas, keselamatan kerja, dan kesehatan jangka panjang pengguna. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk melakukan analisis tekno-ekonomi alat pengepres hidrolik pliek-u semi mekanis. Penelitian ini dilakukan di Usaha Kecil Menengah (UKM) Meugah Pliek outlet Desa Lamreh. Alat pengepres hidrolik Pliek-u semi mekanis milik UKM Meugah Pliek berukuran Lebar 47 cm, tinggi kaki ke dudukan Klah 76 cm, dan tinggi dari permukaan tanah 145 cm dan tambahan dongkrak berkapasitas 2 ton. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dilapangan dan wawancara dengan pemilik UKM. Parameter yang dianalisis meliputi kapasitas kerja alat, rendemen, biaya tetap, biaya tidak tetap, biaya total, biaya pokok pengeringan, payback periode (PBP), benefit cost ratio (B/C), dan break event point (BEP). Beberapa nilai asumsi yang digunakan adalah harga alat sebesar Rp. 7.000.000,-, umur ekonomis alat 5 tahun, bunga modal dan asuransi 15%, pajak 2%, jumlah hari kerja setahun 300 hari, upah operator per hari Rp. 80.000,-, dan beban pengepresan selama setahun sebanyak 31.500 kg untuk durasi 4 menit dan 15.750 kg untuk durasi 8 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat pengepres hidrolik Pliek-u semi mekanis mempunyai kapasitas pengepresan sebesar 15 kg/jam untuk durasi 4 menit dan 7,5 kg/jam untuk durasi 8 menit. Rendemen pliek-u pada durasi 4 dan 8 menit sebesar 56% dan 40% sedangkan pada Rendeman minyak pliek pda durasi 4 dan 8 menit sebesar 40,5% dan 50,2%. Biaya tetap pengepresan pliek-u diperoleh sebesar Rp. 2.030.000,-, dan biaya tidak tetap diperoleh sebesar Rp. 25.256.000,- per tahun. Biaya pokok pengepresan (Bpp) pliek-u adalah sebesar Rp 1.253,- per kg untuk durasi 4 menit dan Rp 2.506,- per kg untuk durasi 8 menit. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa durasi pengepresan 4 menit nilai BEP terjadi setelah pengepresan pliek-u sebanyak 380 kg atau pada nilai omset Rp 2.315.635,-. Sedangkan pada durasi pengepresan 8 menit nilai BEP terjadi setelah pengepresan pliek-u sebanyak 380 kg atau pada nilai omset Rp 2.582.065, dengan nilai PDB sebesar 0,5 tahun pada durasi 4 menit dan 1 tahun pada durasi 8 menit. Penggunaan alat pengepres ini layak secara ekonomi di mana B/C ratio di atas 1 yaitu 7,5 pada durasi pengepresan 4 menit dan 4,3 durasi pengepresan 4 menit.

Pliek-u is a traditional fermented food and a cultural heritage product from the Aceh Province. For generations, the Acehnese people have used it as a key ingredient in kuah pliek (Pliek-u broth) or as a condiment for fruit salads (rujak). One of the most crucial steps in making Pliek-u is the pressing process. Traditionally, this is done using peuneurah (a manual press), but this method is inefficient—it takes a long time and is physically exhausting. As a result, fewer people are interested in producing Pliek-u, making it increasingly rare in the community. In contrast, the semi-mechanical hydraulic Pliek-u press offers advantages in productivity, work safety, and long-term user health. This study aims to conduct a techno-economic analysis of this semi-mechanical hydraulic press. The research was carried out at Meugah Pliek, a small and medium enterprise (SME) in Lamreh Village. The press owned by Meugah Pliek has a width of 47 cm, a stand height of 76 cm, and a total height of 145 cm from the ground, equipped with a 2-ton hydraulic jack. Data collection methods included field observations and interviews with the SME owner. The analyzed parameters were work capacity, yield, fixed costs, variable costs, total costs, production cost per unit, payback period (PBP), benefit-cost ratio (B/C), and break-even point (BEP). Assumptions included a tool price of IDR 7,000,000, a 5-year economic lifespan, 15% capital and insurance interest, 2% tax, 300 working days per year, an operator wage of IDR 80,000 per day, and an annual pressing load of 31,500 kg (4-minute duration) and 15,750 kg (8-minute duration). The results showed that the semi-mechanical hydraulic Pliek-u press has a pressing capacity of 15 kg/hour (4-minute duration) and 7.5 kg/hour (8-minute duration). The Pliek-u yield was 56% (4 minutes) and 40% (8 minutes), while the oil yield was 40.5% (4 minutes) and 50.2% (8 minutes). The fixed pressing cost was IDR 2,030,000, and the variable cost was IDR 25,256,000 per year. The production cost per kg (BPP) was IDR 1,253 (4 minutes) and IDR 2,506 (8 minutes). Economic analysis revealed that for the 4-minute pressing duration, the BEP was reached after pressing 380 kg of Pliek-u (revenue: IDR 2,315,635), while for the 8-minute duration, the BEP was also at 380 kg (revenue: IDR 2,582,065). The payback period (PBP) was 0.5 years (4 minutes) and 1 year (8 minutes). The press is economically viable, with a B/C ratio above 1—7.5 for 4-minute pressing and 4.3 for 8-minute pressing.

Citation



    SERVICES DESK