Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS BEBAN KERJA OPERATOR PADA ALAT PANJAT POHON PINANG (ARECA CATECHU L.) PORTABEL
Pengarang
AGNES PUTRI MASDIANA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Muhammad Dhafir - 197203302002121001 - Dosen Pembimbing I
Muhammad Idkham - 197911212005011004 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2005106010046
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
631.3
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tanaman pinang (Areca catechu L.) merupakan komoditas unggulan di Provinsi Aceh yang berperan penting dalam perekonomian dan ekspor nasional. Namun, proses panennya masih dilakukan secara manual dengan memanjat pohon, yang berdampak pada tingginya risiko kecelakaan kerja serta kelelahan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja operator saat menggunakan alat panjat pohon pinang portabel, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, dan membandingkannya dengan metode panjat manual.
Pengukuran beban kerja dilakukan secara kuantitatif melalui parameter Total Energy Cost (TEC) dan TEC’ (energi per berat badan), serta secara kualitatif menggunakan Increase Ratio of Heart Rate (IRHR). Data diperoleh melalui pengukuran antropometri, pengujian step test, serta pemantauan denyut jantung menggunakan heart rate monitor saat operator memanjat pohon secara manual dan menggunakan alat panjat portabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat panjat menghasilkan nilai TEC’ rata-rata sebesar 2,10 kkal/kg.jam, sedikit lebih tinggi dibanding metode manual yaitu 1,85 kkal/kg.jam. Namun, penggunaan alat mendistribusikan beban tubuh lebih merata, mendukung postur kerja lebih ergonomis, dan memberikan kenyamanan fisik lebih baik. Secara kualitatif, nilai IRHR menunjukkan bahwa beban kerja berada dalam kategori ringan hingga sedang pada kedua metode. Operator dengan kebugaran dan postur tubuh yang ideal cenderung mengalami beban kerja yang lebih ringan. Hal ini menunjukkan bahwa faktor individu seperti kondisi fisik dan kemampuan adaptasi terhadap alat sangat memengaruhi beban kerja yang dirasakan. Dengan demikian, meskipun penggunaan alat panjat portabel menuntut energi sedikit lebih besar, pendekatan ini tetap memberikan keuntungan secara fisiologis dan ergonomis. Penerapan alat ini sangat relevan untuk mendukung panen pinang pada lahan yang memiliki topografi sulit, serta mendorong efisiensi kerja yang lebih berkelanjutan di tingkat petani. Alat panjat portabel mampu mendukung proses panen pinang yang lebih ergonomis, aman, dan fisiologis, meskipun konsumsi energi sedikit lebih tinggi. Alat ini sangat potensial menjadi solusi inovatif dalam modernisasi panen pinang, khususnya pada lahan dengan topografi menantang. Peneliti merekomendasikan penyempurnaan desain agar lebih ringan dan ergonomis, serta pelatihan penggunaan alat bagi operator guna memaksimalkan adaptasi dan efisiensi kerja.
Areca nut (Areca catechu L.) is a leading commodity in Aceh Province, playing a significant role in both the regional economy and national exports. However, its harvesting process is still carried out manually by climbing the trees, which poses a high risk of work-related accidents and physical fatigue. This study aims to analyze the workload experienced by operators using a portable areca nut tree-climbing device, both quantitatively and qualitatively, and to compare it with the manual climbing method. Workload was measured quantitatively using Total Energy Cost (TEC) and TEC’ (energy per body weight), and qualitatively using the Increase Ratio of Heart Rate (IRHR). Data were collected through anthropometric measurements, step test trials, and heart rate monitoring during both manual climbing and climbing using the portable device. The results showed that the use of the climbing device produced an average TEC’ value of 2.10 kcal/kg.hr, which is slightly higher than the manual method at 1.85 kcal/kg.hr. However, the device helps distribute body load more evenly, supports a more ergonomic working posture, and provides better physical comfort. Qualitatively, IRHR values indicated that the workload fell within the light to moderate category for both methods. Operators with better physical fitness and ideal body posture tended to experience lighter workloads. This indicates that individual factors such as physical condition and adaptability to the tool significantly influence perceived workload. Therefore, although the portable climbing device requires slightly more energy, it offers physiological and ergonomic advantages. Its application is particularly relevant for areca nut harvesting in areas with challenging topography, and supports more sustainable work efficiency at the farmer level. The device facilitates a safer, more ergonomic, and physiologically appropriate harvesting process, despite the slightly increased energy consumption. It holds strong potential as an innovative solution for modernizing areca nut harvesting, especially on difficult terrains. The study recommends improvements in design to enhance lightness and ergonomics, as well as training for operators to optimize adaptation and work efficiency.
UJI KINERJA DAN ANALISIS EKONOMI ALAT PANJAT PINANG (ARECA CATECHU L.) PORTABLE (FITRIA WAHDINI, 2025)
ANALISIS POSTUR DAN GERAK OPERATOR PADA PEMANJATAN MANUAL DAN MENGGUNAKAN ALAT PEMANJAT POHON PINANG (ARECHA CATECHU) PORTABLE (ARHANZA ARYA ZUANTHAMA, 2024)
STUDI ETNOBOTANI TANAMAN PINANG (ARECA CATECHU L) DI KABUPATEN ACEH SELATAN (Nurjalia, 2017)
PENGARUH PERENDAMAN RESIN AKRILIK HEAT CURED DALAM EKSTRAK METANOL BIJI PINANG (ARECA CATECHU L) 20% TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN (Dwi Nurfitri, 2018)
PENGARUH EKSTRAK BIJI POHON PINANG (ARECA CATECHU) TERHADAP MORTALITAS ARGULUSSP. PADA IKAN MASKOKI (CARASSIUS AURATUS) (Kinang, 2016)