OPTIMALISASI PELAYANAN PUBLIK DAN INFRASTRUKTUR PARIWISATA DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

OPTIMALISASI PELAYANAN PUBLIK DAN INFRASTRUKTUR PARIWISATA DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

MUHAMMAD ALEIF - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mukhrijal - 198810202022031002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1810104010064

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

354.73

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Pelayanan publik dan pengembangan infrastruktur pariwisata merupakan aspek
krusial dalam meningkatkan daya saing pariwisata suatu daerah. Di Kota Banda
Aceh, meskipun pembangunan sektor pariwisata terus didorong, masih terdapat
berbagai kendala yang menghambat optimalisasi pelayanan publik dan infrastruktur
pariwisata. Akses jalan menuju lokasi wisata Tugu 0 Kilometer rusak dan tergenang
air, fasilitas di beberapa tempat wisata yang mengalami kerusakan, sampah yang
berserakan di pantai-pantai populer juga menjadi masalah karena kurangnya
kesadaran masyarakat menjaga kebersihan, dan keterbatasan sumber daya membuat
pelayanan publik dan pengelolaan infrastruktur pariwisata belum optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi pelayanan publik dan
infrastruktur pariwisata serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya.
Landasan teori yang digunakan adalah teori reinventing government dari Osborne
dan Gaebler, yang menekankan pentingnya reformasi birokrasi untuk meningkatkan
efisiensi dan responsivitas pelayanan publik. Metode penelitian yang digunakan
adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara
mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pelayanan publik dan pengembangan infrastruktur pariwisata di Kota Banda
Aceh telah mengalami kemajuan, namun masih terdapat hambatan seperti
keterbatasan sumber daya, koordinasi antar sektor yang kurang optimal, serta faktor
budaya lokal yang memengaruhi pelaksanaan pelayanan. Temuan ini memberikan
rekomendasi penting bagi pemerintah daerah untuk terus melakukan inovasi dan
perbaikan dalam pelayanan publik guna mendukung pengembangan pariwisata
yang berkelanjutan di Kota Banda Aceh.
Kata Kunci: Optimalisasi Pelayanan, Infrastruktur Pariwisata, Pembangunan
Pariwisata.

ABSTRACT Public services and the development of tourism infrastructure are crucial aspects in enhancing the competitiveness of a region’s tourism sector. In Banda Aceh City, although the tourism sector development continues to be promoted, there are still various obstacles that hinder the optimization of public services and tourism infrastructure. The access road to the 0 Kilometer Monument tourist site is damaged and flooded, facilities at several tourist spots are deteriorating, litter scattered on popular beaches due to low public awareness of cleanliness, and limited resources have caused public services and tourism infrastructure management to be less than optimal. This study aims to examine the optimization of public services and tourism infrastructure as well as to identify the inhibiting factors. The theoretical framework used is Osborne and Gaebler’s Reinventing Government theory, which emphasizes the importance of bureaucratic reform to improve the efficiency and responsiveness of public services. The research method employed is qualitative descriptive, with data collected through in-depth interviews, direct observation, and documentation. The results show that public services and tourism infrastructure development in Banda Aceh City have made progress; however, challenges remain, such as limited resources, suboptimal inter-sectoral coordination, and local cultural factors affecting service implementation. These findings provide important recommendations for the regional government to continue innovating and improving public services to support sustainable tourism development in Banda Aceh City. Keywords: Service Optimization, Tourism Infrastructure, Tourism Development.

Citation



    SERVICES DESK