Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA GENOTIPE TANAMAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) DARI BEGOMOVIRUS AKIBAT DOSIS PUPUK NPK
Pengarang
Muhammad Ihqram - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Elly Kesumawati - 196603111993032002 - Dosen Pembimbing I
Marai Rahmawati - 198106132006042001 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2105101050029
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian Agroteknologi (S1)., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) adalah salah satu komoditas sayuran penting yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan banyak dibudidayakan di indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang respon pertumbuhan dan hasil beberapa genotipe tanaman cabai rawit dari Begomovirus akibat dosis pupuk NPK.
Penelitian ini dilaksanakan di lahan Desa Ilie Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kegiatan penelitian ini dimulai dari bulan Februari sampai Mei 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu genotipe yang terdiri dari 3 taraf, yaitu:
genotipe Akor 1, genotipe Akor 2 dan varietas Genie sebagai pembanding. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf, yaitu tanpa pupuk, 300 kg ha-1 (1,5 g) dan 400 kg ha-1 (2 g). Penelitian ini terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan maka diperoleh 27 satuan percobaan. Tiap ulangan terdiri dari 3 tanaman, sehingga terdapat 81 tanaman. Parameter yang diamati adalah serangan virus, kategori gejala serangan parameter kuantitatif yang terdiri dari tinggi tanaman, diameter batang, tinggi dikotomus, jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat per buah, panjang buah, diameter buah, panjang tangkai buah dan ketebalan kulit buah. Serta parameter kualitatif yang terdiri dari warna mahkota bunga, posisi tangkai bunga, warna daun, warna batang, warna buah dan bentuk daun.
Hasil pengamatan Genotipe berpengaruh terhadap persentase kategori gejala serangan Begomovirus didapatkan pada genotipe Akor 1 dikarenakan tidak terserang gejala serangan sangat berat atau VHS (Very Heavy Symptom). Genotipe berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 HST, tinggi dikotomus umur 60 HST dan jumlah buah per tanaman, serta berpengaruh nyata terhadap diameter batang umur 15 HST dan berat buah per tanaman. Genotipe terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil didapatkan pada Akor 2. Dosis pupuk NPK berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 15,45 dan 60 HST, diameter batang umur 15, 30, 45 ,60 dan 75 HST, Jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman, serta berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 dan 75 HST. Pemberian dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil didapatkan pada 400 kg ha-1. Terdapat interaksi antara genotipe dan dosis pupuk NPK yang berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan potensi hasil. Kombinasi perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit didapatkan pada Genotipe Akor 1 dengan dosis pupuk NPK 400 kg ha-1.
Chili pepper (Capsicum frutescens L.) is an important vegetable commodity with high economic value and is widely cultivated in Indonesia. This study aimed to determine the growth and yield responses of several chili pepper genotypes to Begomovirus in response to NPK fertilizer doses. This study was conducted in Ilie Village, Ulee Kareng District, Banda Aceh City. The research activities ran from February to May 2025. A 3 x 3 factorial Randomized Block Design (RBD) was used, with three replications, consisting of two factors. The first factor was genotype, consisting of three levels: genotype Akor 1, genotype Akor 2, and the Genie variety as a control. The second factor was the NPK fertilizer dosage, consisting of three levels: no fertilizer, 300 kg ha-1 (1.5 g), and 400 kg ha-1 (2 g). This study consisted of nine treatment combinations with three replications, resulting in 27 experimental units. Each replication consisted of 3 plants, resulting in a total of 81 plants. The parameters observed were virus attack, attack symptom categories, quantitative parameters consisting of plant height, stem diameter, dichotomous height, number of productive branches, number of fruits per plant, fruit weight per plant, weight per fruit, fruit length, fruit diameter, fruit stalk length, and fruit skin thickness. As well as qualitative parameters consisting of flower crown color, flower stalk position, leaf color, stem color, fruit color, and leaf shape. Hasil pengamatan Genotipe berpengaruh terhadap persentase kategori gejala serangan Begomovirus didapatkan pada genotipe Akor 1 dikarenakan tidak terserang gejala serangan sangat berat atau VHS (Very Heavy Symptom). Genotipe berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 HST, tinggi dikotomus umur 60 HST dan jumlah buah per tanaman, serta berpengaruh nyata terhadap diameter batang umur 15 HST dan berat buah per tanaman. Genotipe terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil didapatkan pada Akor 2. Dosis pupuk NPK berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 15,45 dan 60 HST, diameter batang umur 15, 30, 45 ,60 dan 75 HST, Jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman, serta berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 dan 75 HST. Pemberian dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil didapatkan pada 400 kg ha-1. Terdapat interaksi antara genotipe dan dosis pupuk NPK yang berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan potensi hasil. Kombinasi perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit didapatkan pada Genotipe Akor 1 dengan dosis pupuk NPK 400 kg ha-1.
PENGARUH PUPUK ORGANIK GRANUL TERHADAP RNPERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN CABAI RAWIT RN(CAPSICUM FRUSTESCENS L.) (ismayana, 2014)
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) LIMBAH KULIT PISANG DAN KOMPOS AMPAS KOPI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) (SARAH FADILLAH, 2024)
PENGARUH VARIETAS CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) DAN DOSIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN (MUHAMMAD DION DIKA, 2025)
PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) AKIBAT PEMBERIAN DOSIS PUPUK NPK DGW COMPACTION DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH KULIT PISANG (Mulyani, 2022)
PENGARUH KOMPOS KULIT KOPI (COFFEA ARABICA L.) DAN TRICHODERMA SP. TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) (Nurul hidayah putri nasution, 2024)