PENGARUH BAHAN PEMBENAH TANAH (BIOCHAR) TERHADAP KOMPAKSI PADA LAHAN PERTANIAN SAWAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGARUH BAHAN PEMBENAH TANAH (BIOCHAR) TERHADAP KOMPAKSI PADA LAHAN PERTANIAN SAWAH


Pengarang

Uswatun Atika - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Darusman - 196210091987021001 - Dosen Pembimbing I
Purwana Satriyo - 197603232000121001 - Dosen Pembimbing II
Syakur - 196803041993031003 - Penguji
Muhammad Idkham - 197911212005011004 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2309200040003

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Konservasi Sumber Daya Lahan (S2) / PDDIKTI : 54153

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

631,47

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Pemadatan tanah merupakan faktor utama yang mempengaruhi kualitas fisik tanah sawah dengan membatasi infiltrasi air, mengurangi aerasi, dan membatasi perkembangan akar. Penggunaan biochar telah muncul sebagai pendekatan yang menjanjikan untuk mengurangi pemadatan tanah dan memperbaiki struktur tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh biochar sekam padi dan bambu petung terhadap pemadatan tanah dalam berbagai kondisi kelembaban. Percobaan laboratorium dilakukan dengan menggunakan uji pemadatan tanah standar, diikuti dengan analisis regresi kuadrat. Baik biochar sekam padi maupun bambu petung menunjukkan hubungan kuadrat antara kadar air tanah dan pemadatan, dengan nilai R² masing-masing sebesar 0,8512 dan 0,9913. Biochar sekam padi secara signifikan mengurangi pemadatan tanah, dengan berat jenis menurun dari 1,2006 g.cm⁻³ pada kelembaban 0,41 g.g-1 menjadi 1,1940 g.cm⁻³ pada kelembaban 0,40 g.g-1. Sebagai perbandingan, tanah yang diolah dengan biochar bambu petung menunjukkan kerapatan massa puncak sebesar 1,3806 g.cm⁻³ pada kadar air 0,36 g.g-1 dan relatif stabil pada kadar air yang lebih tinggi. Efektivitas biochar dalam mengurangi pemadatan tanah dipengaruhi oleh sifat fisiknya, seperti porositas dan kepadatan. Berdasarkan temuan ini, biochar sekam padi direkomendasikan sebagai amandemen tanah yang efektif untuk memperbaiki struktur tanah sawah dan mendorong pertanian berkelanjutan.

Kata Kunci: Biochar, Kadar air, Tanah sawah, Pemadatan tanah, Pertanian berkelanjutan

ABSTRACT Soil compaction is a major factor affecting the physical quality of paddy field soil by restricting water infiltration, reducing aeration, and limiting root development. The use of biochar has emerged as a promising approach to mitigate soil compaction and improve soil structure. This study aimed to evaluate the effect of rice husk and petung bamboo biochar on soil compaction under varying moisture conditions. Laboratory experiments were conducted using standard soil compaction tests, followed by quadratic regression analysis. Both rice husk and petung bamboo biochars showed a quadratic relationship between soil moisture content and compaction, with R² values of 0.8512 and 0.9913, respectively. Rice husk biochar significantly reduced soil compaction, with bulk density decreasing from 1.2006 g.cm⁻³ at 0,41 g.g-1 moisture to 1.1940 g.cm⁻³ at 0.40 g.g-1 moisture. In comparison, soil treated with petung bamboo biochar exhibited a peak bulk density of 1.3806 g.cm⁻³ at 0.36 g.g-1 moisture and remained relatively stable at higher moisture levels. The effectiveness of biochar in reducing soil compaction is influenced by its physical properties, such as porosity and density. Based on these findings, rice husk biochar is recommended as an effective soil amendment to improve paddy field soil structure and promote sustainable agriculture. Keywords: Biochar, Moisture content, Paddy soil, Soil compaction, Sustainable agriculture

Citation



    SERVICES DESK