ANALISIS PERBANDINGAN ORTHOMOSAIK HASIL FOTO UDARARNMENGGUNAKAN CONTROLLED DAN UNCONTROLLEDRN GROUND CONTROL POINTSRN(STUDI KASUS: PEREMAJAAN SAWIT RAKYAT PASI TIMON) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PERBANDINGAN ORTHOMOSAIK HASIL FOTO UDARARNMENGGUNAKAN CONTROLLED DAN UNCONTROLLEDRN GROUND CONTROL POINTSRN(STUDI KASUS: PEREMAJAAN SAWIT RAKYAT PASI TIMON)


Pengarang

MONA ALFISA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad Rusdi - 197704012006041001 - Dosen Pembimbing I
Yulia Dewi Fazlina - 198607192015042002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2105108010011

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kemajuan teknologi geospasial, khususnya penggunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV), telah menjadi invasi penting dalam mendukung pelaksanaan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Teknologi ini memungkinkan proses pemetaan dilakukan dengan lebih cepat, hemat biaya, dan memiliki tingkat ketelitian yang tinggi dibandingkan metode konvensional. UAV mampu menjangkau area yang luas dan sulit diakses, serta menghasilkan data spasial yang sangat rinci. Data ini sangat berguna untuk mengenali kondisi lahan, perencanaan tanam ulang, hingga pengawasan perkembangan kebun sawit secara berkala dan berkelanjutan. Produk utama dari pemetaan menggunakan UAV adalah orthomosaic, yaitu hasil penggabungan citra udara yang telah dikoreksi secara geometris dan memiliki informasi koordinat yang akurat.
Orthomosaic berfungsi sebagai peta dasar yang penting dalam berbagai tahap pengelolaan kebun sawit, seperti penentuan batas lahan, analisis sebaran tanaman, dan identifikasi area yang memerlukan peremajaan. Berkat kualitas citra yang tinggi dan akurasi posisi yang baik, orthomosaic mendukung keputusan pengambilan yang lebih tepat dan berbasis data guna menunjang keberhasilan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Penelitian ini membandingkan dua metode pembuatan orthomosaic, yaitu Controlled Orthomosaic dan Uncontrolled Orthomosaic yang hanya mengandalkan GPS internal pada UAV. Hasil evaluasi menggunakan parameter RMSE menunjukkan bahwa metode Controlled lebih akurat, dengan total RMSE sebesar 0,386 Cm, dibandingkan dengan Uncontrolled yang mencapai 28,560 Cm. Ketidaktepatan terbesar terjadi pada sumbu Z (elevasi), di mana metode Uncontrolled menghasilkan kesalahan sebesar 7,341 Cm, jauh lebih tinggi dibandingkan Controlled yang hanya 1,341 Cm.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Controlled Orthomosaic sangat disarankan untuk kegiatan pemetaan yang membutuhkan tingkat akurasi tinggi, terutama dalam konteks program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Dengan memanfaatkan Ground Control Points (GCP), Orthomosaic yang presisi sangat krusial dalam mendukung berbagai proses pengambilan keputusan, mulai dari identifikasi area yang perlu diremajakan, pemetaan batas lahan sawit, hingga perencanaan dan pengelolaan kebun secara menyeluruh. Ketepatan data spasial ini berkontribusi langsung terhadap efektivitas pelaksanaan PSR serta mengurangi risiko kesalahan dalam pelaksanaan lapangan dan mendorong terciptanya pengelolaan kebun sawit yang lebih efisien, berkelanjutan dan berbasis data.

Advancements in geospatial technology, particularly the use of Unmanned Aerial Vehicles (UAVs), have become a significant breakthrough in supporting the implementation of the Smallholder Palm Oil Replanting Program (PSR). This technology enables mapping processes to be conducted more quickly, cost-effectively, and with higher accuracy compared to conventional methods. UAVs are capable of covering large and hard-to-reach areas, producing highly detailed spatial data. This data is extremely useful for assessing land conditions, planning replanting activities, and monitoring oil palm plantation development on a regular and sustainable basis. The primary product of UAV-based mapping is an orthomosaic, which is a composite of aerial images that have been geometrically corrected and contain accurate coordinate information. Orthomosaics serve as essential base maps in various stages of oil palm plantation management, such as land boundary delineation, crop distribution analysis, and identification of areas that require replanting. Thanks to their high image quality and accurate positioning, orthomosaics support more precise and data-driven decision-making, thereby enhancing the success of the PSR program. This study compares two orthomosaic generation methods: Controlled Orthomosaic and Uncontrolled Orthomosaic, with the latter relying solely on the UAV’s internal GPS. Evaluation results using the Root Mean Square Error (RMSE) parameter show that the Controlled method is more accurate, with a total RMSE of 0.386 cm, compared to 28.560 cm for the Uncontrolled method. The greatest inaccuracy occurred along the Z-axis (elevation), where the Uncontrolled method produced an error of 7.341 cm, significantly higher than the 1.341 cm error from the Controlled method. The findings indicate that the use of the Controlled Orthomosaic method is highly recommended for mapping activities that require a high level of accuracy, particularly within the context of the PSR program. By utilizing Ground Control Points (GCPs), highly precise orthomosaics are crucial for supporting various decision-making processes, ranging from identifying areas in need of replanting, mapping oil palm plantation boundaries, to comprehensive planning and management of plantations. The precision of spatial data directly contributes to the effective implementation of PSR, minimizes the risk of field errors, and promotes more efficient, sustainable, and data-driven plantation management.

Citation



    SERVICES DESK