Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAK USAHA KERBAU LOKAL DI KECAMATAN SAMADUA KABUPATEN ACEH SELATAN
Pengarang
FAJRI ERIZA PUTRA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Hendra Koesmara - 198703052019031008 - Dosen Pembimbing I
Yasser Armia 197002222008121002 - - - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2005104010053
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : ., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kerbau merupakan salah satu ternak yang sudah lama dikenal oleh kalangan masyarakat terutama di pedesaan. Ternak kerbau yang telah berkembang dan tersebar di wilayah Indonesia adalah kerbau lumpur dan sungai, namun kerbau masih dipelihara secara tradisional. Kecamatan Samadua termasuk dalam kategori tinggi, hal ini disebabkan karena didukung dengan wilayah yang memiliki potensi sebagai wilayah untuk penyebaran atau basis pemeliharaan ternak kerbau. Pemerintah memiliki kepentingan agar populasi kerbau lokal sebagai salah satu plasma nutfah tetap bertahan bahkan dapat meningkat di Kecamatan Samadua, penelitian terdahulu tentang ternak kerbau lokal di Kabupaten Aceh Selatan lebih banyak mengkaji tentang aspek teknis pemeliharaan mauapun aspek reproduksi ternak. kajian aspek pendapatan peternak kerbau lokal dapat disimpulkan bahwa, aspek pendapatan peternak dipengaruhi oleh beberapa variabel diantaranya adalah modal, penjulaan, pendapatan dan efisiensi usaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk melihat aspek pendapatan peternak dan analisis efisiensi usaha budidaya ternak kerbau lokal di Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan.
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan, meliputi 4 Desa yaitu Lubuk Layu, Bate Tunggai, Alur Pinang dan Air Sialang. Waktu pelaksanaan penelitian adalah pada bulan November-Desember 2024. Materi yang digunakan adalah peternak kerbau yang telah memelihara ternak minimal selama 2 tahun dengan menggunakan metode survei terhadap 63 peternak sapi. Metode survei purposive sampling digunakan untuk memperoleh data primer dan sekunder. Parameter yang diambil dalam penelitian ini adalah modal, penjualan, dan pendapatan. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan tabel frekuensi dan presentase. Selanjutnya dilakukan pembahasan dengan metode deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan pendapatan peternak nilai R/C ratio di desa Air Sialang adalah 0,90 dengan kriteria keputusan usaha ternak kerbau lokal tidak menguntungkan (B/C < 1). Desa Bate Tunggai mendapatkan nilai R/C ratio 0,55 dengan kriteria keputusan usaha ternak kerbau lokal tidak menguntungkan (B/C < 1). Desa Alur Pinang mendapatkan nilai R/C ratio 0,43 dengan kriteria keputusan usaha ternak kerbau lokal tidak menguntungkan (B/C < 1). Desa Lubuk Layu mendapatkan nilai R/C ratio 1,43 dengan kriteria keputusan usaha ternak kerbau lokal berada pada titik impas (R/C = 1). Maka usaha petenakan kerbau yang dilakukan di desa Air Sialang, Bate Tunggai, dan desa Alur Pinang, tidak layak untuk dilanjutkan. Sedangkan desa Lubuk Layu layak peternak harus mempertimbangkan untuk melakukan usaha peternakan kerbau lokal.
Kata Kunci : Analisis pendapatan, kerbau lokal, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan
Buffalo is a livestock that has long been known by the community, especially in rural areas. The buffalo livestock that have developed and spread throughout Indonesia are mud and river buffalo, but buffalo are still raised traditionally. Samadua District is included in the high category, this is because it is supported by areas that have the potential as an area for the distribution or base of buffalo livestock maintenance. The government has an interest in ensuring that the local buffalo population as one of the germplasm remains sustainable and can even increase in Samadua District. Previous research on local buffalo livestock in South Aceh Regency has studied more about the technical aspects of maintenance and aspects of livestock reproduction. The study of the income aspect of local buffalo farmers can be concluded that the income aspect of farmers is influenced by several variables including capital, sales, income and business efficiency. The purpose of this study is to examine the income aspect of farmers and analyze the efficiency of local buffalo farming businesses in Samadua District, South Aceh Regency. This research was conducted in Samadua District, South Aceh Regency, covering four villages: Lubuk Layu, Bate Tunggai, Alur Pinang, and Air Sialang. The research was conducted from November to December 2024. The subjects were buffalo farmers who had been raising livestock for at least two years, using a survey method involving 63 cattle farmers. A purposive sampling survey method was used to obtain primary and secondary data. The parameters used in this study were capital, sales, and income. The collected data were then analyzed using frequency tables and percentages. Furthermore, a descriptive discussion was conducted. The results of the study showed that the income of livestock farmers in Air Sialang village was 0.90 with the decision criteria that the local buffalo farming business was not profitable (B/C
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAK USAHA KERBAU LOKAL DI KECAMATAN SAMADUA KABUPATEN ACEH SELATAN (FAJRI ERIZA PUTRA, 2025)
KARAKTERISTIK REPRODUKSI KERBAU LOKAL (BUBALUS BUBALIS) DI KABUPATEN ACEH SELATAN PROVINSI ACEH (NURRIZA AMALIA, 2024)
POLA PEMELIHARAAN TERNAK KERBAU DI KECAMATAN KLUET SELATAN KABUPATEN ACEH SELATAN (Bustanul Huda, 2024)
PERFORMANS REPRODUKSI KERBAU BETINA SEBAGAI SUMBER DAYA GENETIK TERNAK LOKAL DI KABUPATEN ACEH BARAT (Dinda Faras Jelita Naldi, 2024)
IDENTIFIKASI SIFAT KUANTITATIF DAN KUALITATIF KERBAU LOKAL DI KECAMATAN MEUKEK KABUPATEN ACEH SELATAN (IKHSAN, 2024)