ANALISIS WATER FOOTPRINT KONSUMSI PANGAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) JAMBO AYE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS WATER FOOTPRINT KONSUMSI PANGAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) JAMBO AYE


Pengarang

NABILA SAM DWITARA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Purwana Satriyo - 197603232000121001 - Dosen Pembimbing I
Syahrul - 196312111990021001 - Dosen Pembimbing I
Devianti - 197105101999032004 - Dosen Pembimbing I
Muhammad Yasar - 197910192005011001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2105106010038

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Air merupakan sumber daya alam esensial bagi kehidupan, termasuk untuk kebutuhan
domestik, pertanian, industri, hingga konsumsi pangan. Meningkatnya populasi dan pola
konsumsi global menyebabkan peningkatan permintaan air secara signifikan, sementara hanya
sekitar 5% air di bumi yang dapat digunakan manusia. Salah satu pendekatan untuk
menganalisis penggunaan air adalah Water Footprint, yaitu konsep yang mengukur jumlah air
yang digunakan dalam proses produksi suatu produk, termasuk di sektor pertanian. Konsep ini
mencakup dimensi waktu dan lokasi penggunaan air, serta berkaitan dengan virtual water, yaitu
air yang dikandung secara tidak langsung dalam produk. Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2019,
pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi penting dalam menjaga ketersediaan air
secara berkelanjutan. DAS Jambo Aye di Provinsi Aceh merupakan kawasan penting dalam
mendukung aktivitas lokal dan ekonomi, termasuk pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kebutuhan air berdasarkan Water Footprint konsumsi pangan nabati dan hewani
pada DAS Jambo Aye yang terpakai.
Penelitian ini dilakukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Jambo Aye. Alat yang digunakan
berupa laptop dengan Microsoft Excel, serta bahan berupa data sekunder berupa peta DAS, data
jumlah penduduk 2023, data konsumsi pangan Susenas BPS 2023, data virtual water dari
Mekonnen dan Hoekstra serta referensi buku dan jurnal. Prosedur meliputi penentuan wilayah
penelitian (Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues).
Pengumpulan data sekunder dari BPS dan sumber lainnya, perhitungan Water Footprint
konsumsi pangan nabati dan hewani per kapita berdasarkan virtual water, dan penghitungan
total Water Footprint berdasarkan jumlah penduduk. Metode yang digunakan mengacu pada
“Water Footprint of Nations”. Penelitian ini terbatas pada analisis data sekunder tahun 2023 di
wilayah kabupaten dalam DAS Jambo Aye, tanpa mencakup aspek efisiensi penggunaan air,
dampak lingkungan, maupun perubahan penggunaan lahan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah Water Footprint (WF) nabati di wilayah
DAS Jambo Aye sebesar 144.059.624,84 m³, sedangkan WF hewani mencapai 17.562.308,07
m³. Komoditas nabati dengan nilai WF tertinggi adalah beras lokal/ketan sebesar 92.033.627,58
m³, sementara komoditas hewani dengan nilai WF tertinggi adalah daging ayam ras/kampung
dengan nilai sebesar 10.695.372,33 m³. Perbedaan nilai WF konsumsi pangan tersebut
dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis komoditas pangan, pola konsumsi masyarakat,
jumlah penduduk, dan nilai Virtual water dari masing-masing komoditas. Oleh karena itu,
diperlukan strategi efisiensi penggunaan air dan pengelolaan sumber daya air berkelanjutan
guna mengurangi tekanan lingkungan serta mendukung ketahanan air dan pangan di wilayah
DAS Jambo Aye.

Water is an essential natural resource for life, including for domestic, agricultural, and industrial needs, and even food consumption. Increasing population and global consumption patterns have led to a significant increase in water demand, while only about 5% of Earth's water is usable by humans. One approach to analyzing water use is the Water Footprint, a concept that measures the amount of water used in the production process of a product, including in the agricultural sector. This concept encompasses the time and location dimensions of water use, and is related to virtual water, which is the water contained indirectly in the product. Based on Law No. 17 of 2019, watershed management is crucial for maintaining sustainable water availability. The Jambo Aye Watershed in Aceh Province is a crucial area for supporting local and economic activities, including agriculture. This study aims to analyze water needs based on the Water Footprint of plant and animal food consumption in the Jambo Aye Watershed. This research was conducted in the Jambo Aye River Basin (DAS). The tools used were a laptop with Microsoft Excel, and secondary data included watershed maps, 2023 population data, 2023 Susenas food consumption data from the Central Statistics Agency (BPS), virtual water data from Mekonnen and Hoekstra, and book and journal references. The procedure included determining the research area (North Aceh, East Aceh, Central Aceh, Bener Meriah, and Gayo Lues Regencies). Secondary data collection from BPS and other sources, calculating the Water Footprint (per capita plant and animal food consumption) based on virtual water, and calculating the total Water Footprint based on population. The method used refers to the "Water Footprint of Nations." This research is limited to analyzing secondary data from 2023 within the regencies within the Jambo Aye Watershed, without including aspects of water use efficiency, environmental impacts, or land use change. The research results show that the total plant water footprint (WF) in the Jambo Aye watershed is 144,059,624.84 m³, while the animal water footprint is 17,562,308.07 m³. The plant commodity with the highest WF value is local/sticky rice, at 92,033,627.58 m³, while the animal commodity with the highest WF value is broiler/free-range chicken, at 10,695,372.33 m³. These differences in WF values for food consumption are influenced by various factors, such as the type of food commodity, community consumption patterns, population, and the virtual water value of each commodity. Therefore, strategies for efficient water use and sustainable water resource management are needed to reduce environmental pressure and support water and food security in the Jambo Aye watershed.

Citation



    SERVICES DESK