STRATEGI PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DAN BPJS KETENAGAKERJAAN DALAM MENINGKATKAN KEPESERTAAN JAMINAN SOSIAL KEPADA PEKERJA INFORMAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STRATEGI PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DAN BPJS KETENAGAKERJAAN DALAM MENINGKATKAN KEPESERTAAN JAMINAN SOSIAL KEPADA PEKERJA INFORMAL


Pengarang

RAHMATUL HIDAYAT - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mukhrijal - 198810202022031002 - Dosen Pembimbing I
Afrijal - 199104182020121003 - Penguji
Helmi - 198804272023211018 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2010104010061

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pekerja informal adalah individu yang bekerja tanpa kontrak resmi. Pekerja informal memiliki tingkat kerentanan ekonomi yang tinggi, namun partisipasi mereka dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan masih rendah. Sesuai dengan peraturan Walikota No 44 Tahun 2024 pasal 4 ayat (3) menyatakan bahwa Pekerja informal yang memenuhi persyaratan kepesertaan wajib mendaftarkan dirinya sebagai peserta program jaminan sosial dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh dan BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan kepesertaan jaminan sosial ketenagakeerjaan. Penelitian ini menggunakan teori Strategi dari Kaplan dan Norton dengan menggunakan indikator budaya organisasi, struktur organisasi, manajemen sumber daya manusia, aplikasi sistem informasi dan teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Pemerintah Kota Banda Aceh dan BPJS Ketenagakerjaan terbukti berhasil dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan. Strategi yang diterapkan antara lain melalui pendekatan melalui tokoh-tokoh masyarakat, sosialisasi serta fasilitasi akses pendaftaran. Namun, terdapat beberapa tantangan seperti kurangnya pemahaman masyarakat tentang manfaat jaminan sosial dan kurangnya finansial untuk mendaftar jaminan. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan yang berguna bagi BPJS Ketenagakerjaan dalam pelaksanaan jaminan sosial kepada pekerja informal di Indonesia. Saran untuk BPJS Ketenagakerjaan Kota Banda Aceh adalah Memperkuat upaya sosialisasi dan pendidikan kepada pekerja.

Kata Kunci : Strategi Pemerintah, Pekerja Informal, BPJS Ketenagakerjaan.

Informal workers are individuals who work without formal contracts. They are economically vulnerable, yet their participation in employment social security programs remains low. According to Banda Aceh Mayor Regulation No. 44 of 2024, Article 4 Paragraph (3), informal workers who meet the eligibility requirements are mandated to register as participants in the social security programs managed by BPJS Ketenagakerjaan. This study aims to analyze the strategies implemented by the Banda Aceh City Government and BPJS Ketenagakerjaan to increase the participation of informal workers in employment social security programs. The study uses Kaplan and Norton's strategic theory, which includes indicators such as organizational culture, organizational structure, human resource management, and the application of information systems and technology. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through interviews and documentation. The findings show that the strategies adopted by the Banda Aceh City Government and BPJS Ketenagakerjaan have been effective in raising public awareness of the importance of employment social security. These strategies include engagement through community leaders, public outreach, and facilitating access to registration. However, challenges remain, such as limited public understanding of the benefits of social security and financial constraints that hinder enrollment. This study is expected to provide valuable input for BPJS Ketenagakerjaan in implementing social security programs for informal workers across Indonesia. It is recommended that BPJS Ketenagakerjaan in Banda Aceh strengthen its outreach and educational efforts toward informal workers. KeyWord : Goverment Strategi, Informal workers, BPJS Ketenagakerjaan.

Citation



    SERVICES DESK