Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENYELESAIAN SENGKETA TANAH (LAHAN) ANTARA PT. BEUTARI KAOM TAMITA DENGAN MASYARAKAT GAMPONG TANOH MANYANG KECAMATAN TEUNOM KABUPATEN ACEH JAYA
Pengarang
Febri Hariyandi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Ishak - 196505081993031002 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2003101010054
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan, dalam Pasal 45 ayat (1) dinyatakan bahwa dalam hal tertentu sengketa atau konflik dapat diselasaikan melalui lembaga adat berdasarkan kearifan lokal di daerah letak objek sengketa atau konflik. Dalam praktiknya di Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya jika mediasi yang difasilitasi tidak berhasil mencapai kesepakatan antara pihak PT. Beutari Kaom Tamita dengan masyarakat Gampong Tanoh Manyang yang bersengketa maka mereka dapat menyelesaikan melalui jalur Pengadilan.
Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya sengketa tanah (lahan) antara PT. Beutari Kaom Tamita dengan masyarakat Gampong Tanoh Manyang, untuk menjelaskan bentuk hambatan penyelesaian sengketa tanah (lahan) antara PT. Beutari Kaom Tamita dengan masyarakat Gampong Tanoh Manyang dan untuk menjelaskan bentuk penyelesaian sengketa tanah (lahan) antara PT. Beutari Kaom Tamita dengan masyarakat Gampong Tanoh Manyang.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris. Data yang diperlukan berupa data sekunder dan data primer. Data sekunder diperoleh dari penelitian kepustakaan dengan cara mempelajari perundang-undangan, jurnal, buku-buku dan skripsi. Data primer diperoleh dari penelitian lapangan dengan cara melakukan wawancara secara langsung terhadap responden dan informan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor Penyebab terjadinya sengketa tanah (lahan) antara PT. Beutari Kaom Tamita dengan masyarakat Gampong Tanoh Manyang tidak menunaikan janjinya kepada masyarakat untuk memberikan bagi hasil atas tanah masyarakat yang dikelola pihak perusahaan, dan lahan tersebut ditelantarkan sehingga tidak adanya pemeliharaan lanjutan terhadap lahan yang dikelola oleh pihak perusahaan. Bentuk hambatan penyelesain sengketa (lahan) antara PT. Beutari Kaom Tamita dengan Masyarkat Gampong Tanoh Manyang adanya ketidak seriusnya pihak PT. Beutari Kaom Tamita dalam menyelesaikan perkara tersebut. Dan Penyelesaian sengketa tanah (lahan) dilakukan melalui jalur mediasi oleh Pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya dengan melibatkan tiga pihak yang terlibat yakni Masyarakat, PT. Beutari Kaom Tamita dan Pihak Bank Negera Indonesia.
Disarankan kepada PT. Beutari Kaom Tamita agar dapat memenuhi keinginan masyarakat atas janji yang pernah di berikan, kepada Masyarakat Gampong Tanoh Manyang terus memperjuangkan hak-haknya. kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya terus melakukan penyelesaian sengketa kedua belah pihak tersebut.
Ministerial Regulation of Agrarian Affairs and Spatial Planning/Head of the National Land Agency of the Republic of Indonesia Number 21 of 2020 on the Handling and Settlement of Land Cases, Article 45 paragraph (1) stipulates that in certain cases, disputes or conflicts may be resolved through customary institutions based on local wisdom in the area where the object of the dispute or conflict is located. In practice, in the Teunom Subdistrict, Aceh Jaya Regency, if mediation facilitated by the authorities fails to reach an agreement between PT. Beutari Kaom Tamita and the community of Gampong Tanoh Manyang, the matter can be resolved through the court. The purpose of this thesis is to explain the factors causing the land dispute between PT. Beutari Kaom Tamita and the community of Gampong Tanoh Manyang, to describe the obstacles in resolving the dispute, and to explain the forms of settlement used in addressing the land dispute between PT. Beutari Kaom Tamita and the community. This research is an empirical juridical study. The data required includes both primary and secondary data. Secondary data is obtained through literature review by studying laws and regulations, journals, books, and theses. Primary data is collected through field research by conducting direct interviews with respondents and informants. The research findings show that the causes of the land dispute between PT. Beutari Kaom Tamita and the community of Gampong Tanoh Manyang include the company’s failure to fulfill its promise to share profits with the community for the land managed by the company, and the neglect of the land, which resulted in a lack of further maintenance by the company. The obstacles in resolving the land dispute include the lack of seriousness on the part of PT. Beutari Kaom Tamita in resolving the issue. The land dispute resolution was carried out through mediation facilitated by the Government of Aceh Jaya Regency, involving the three parties: the community, PT. Beutari Kaom Tamita, and Bank Negara Indonesia. It is recommended that PT. Beutari Kaom Tamita fulfill its promises to the community. The community of Gampong Tanoh Manyang is encouraged to continue fighting for their rights. The Government of Aceh Jaya Regency is urged to continue facilitating the resolution of the dispute between the two parties.
PENYELESAIAN SENGKETA BATAS TANAH MELALUI PERADILAN ADAT GAMPONG (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR) (Haikal Alkahfi, 2023)
PENYELESAIAN SENGKETA JUAL BELI TANAH DI BAWAH TANGAN (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR) (DARA RIZKA PRATIWI, 2023)
MEKANISME PENYELESAIAN SENGKETA TANAH WARISAN MELALUI PERADILAN ADAT GAMPONG (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN BAITUSSALAM, KABUPATEN ACEH BESAR) (NURHALIZA, 2021)
PENYELESAIAN SENGKETA KEPEMILIKAN TANAH MELALUI PERADILAN ADAT (SUATU PENELITIAN DI GAMPONG MESJID ILOT, KECAMATAN MILA, KABUPATEN PIDIE) (Tgk. Iqlima Layutsya, 2024)
PENYELESAIAN SENGKETA GARAL TANAH SAWAH MELALUI PERADILAN ADAT GAYO (SUATU PENELITIAN DI KAMPUNG MANGANG KECAMATAN RIKIT GAIB KABUPATEN GAYO LUES) (Siti Zubaidah, 2023)