PERAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP, KEBERSIHAN DAN KEINDAHAN KOTA (DLHK3) BANDA ACEH DALAM PENANGANAN PENCEMARAN MIKROPLASTIK DI SUNGAI KRUENG ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP, KEBERSIHAN DAN KEINDAHAN KOTA (DLHK3) BANDA ACEH DALAM PENANGANAN PENCEMARAN MIKROPLASTIK DI SUNGAI KRUENG ACEH


Pengarang

FITRIANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ria Fitri - 196601211992032001 - Dosen Pembimbing I
Chadijah Riski Lestari - 19860303201042001 - chadijahrizki@unsyiah.ac.id - - - Penguji
Safrina - 197403122006042001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2103101010256

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

344.046 2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 50 Tahun 2016 tentang Susunan, Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan dan Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh, dalam Pasal 9 huruf (c) dinyatakan bahwa DLHK3 Banda Aceh memiliki kewenangan dalam hal pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan terhadap pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dalam daerah kota. Namun, kenyataannya pencemaran lingkungan akibat mikroplastik masih terjadi di Sungai Krueng Aceh.
Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan alasan tugas dan kewenangan yang ditetapkan dalam perundang-undangan belum terlaksana dengan maksimal, kebijakan yang diterapkan dalam penanganan pencemaran mikroplastik di Sungai Krueng Aceh, serta hambatannya.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris. Data penelitian ini diperoleh melalui penelitian lapangan terhadap responden dan informan dan penelitian kepustakaan melalui menelusuri literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan yang diterapkan dalam upaya pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan terhadap pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup di Sungai Krueng Aceh belum terlaksana secara efektif dan belum terlaksana sesuai peraturan perundang-undangan. Sebagai bentuk pencegahan, penyediaan sarana dan prasaran tidak dapat dilakukan karena prosesnya melibatkan koordinasi antar instansi dan perencanaan secara cermat dengan mempertimbangkan aspek keamanan, perilaku sosial, dan potensi dampak lingkungan. sedangkan penyampaian informasi mengenai mikroplastik kepada masyarakat belum terlaksana secara optimal disebabkan DLHK3 belum mengidentifikasi keberadaan mikroplasti di Sungai Krueng Aceh. Hambatan yang dihadapi yaitu kurangnya sarana dan prasarana, keterbatasan anggaran, rendahnya kesadaran masyarakat, kebiasaan membuang sampah sembarangan, masyarakat masih aktif menggunakan wadah yang berbahan plastik sekali pakai.
Disarankan agar DLHK3 Kota Banda Aceh melakukan koordinasi dengan instansi lain dan melakukan identifikasi terhadap keberadaan mikroplastik di Sungai Krueng Aceh, meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya mikroplastik dan dampaknya bagi lingkungan. Kepada masyarakat umum disarankan agar meningkatkan kesadaran untuk peduli terhadap lingkungan, mendukung kebijakan pemerintah dan patuh terhadap peraturan yang berlaku.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK