Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TINJAUAN UMUM KONTRAK KERJA KONSTRUKSI DAN KONTRAK PENINGKATAN JALAN SERTA ADDENDUM DALAM KONTRAK
Pengarang
DEAN ANGGRAINI NST - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Mustakim - 197212302002121004 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2003101010412
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pasal 1338 KUHPerdata mengatur bahwa semua persetujuan yang dibuat sesuai dengan undang-undang berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya, persetujuan itu tidak dapat ditarik kembali selain dengan kesepakatan kedua belah pihak, atau karena alasan-alasan yang ditentukan oleh undang-undang, persetujuan harus dilaksanakan dengan itikad baik. Dalam praktiknya pada kegiatan pekerjaan konstruksi sering terjadi perubahan perjanjian atau yang biasa disebut addendum. Namun dalam kenyataannya pihak Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sulit untuk memenuhi addendum tersebut.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan faktor penyebab terjadinya addendum volume tambah kurang, kendala dalam melakukan addendum volume tambah kurang dan dampak dari adanya addendum volume terhadap waktu, biaya, mutu pekerjaan, dan penyedia jasa.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris. Data diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan lapangan, penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku-buku teks dan peraturan perundang-undangan, sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan mewawancarai responden dan informan yang terkait dengan penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, bahwa faktor penyebab dilakukan addendum volume tambah kurang adalah karena kurang detailnya survei awal dan lamanya proses tender yang berdampak pada perubahan kondisi lapangan diakibatkan oleh alam yang sudah tidak sesuai dengan gambar rencana awal, sehingga mengakibatkan adanya beberapa item pekerjaan yang berbeda dari volume yang telah dikontrak di awal dari hasil dilakukan rekayasa lapangan/perhitungan kembali atau MC-0. Adapun yang menjadi kendala terhadap addendum volume tambah kurang adalah Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) memerlukan waktu untuk menyetujui addendum, diperlukan penyesuaian waktu dan proses administrasi serta perlu keyakinan dari para pihak untuk menyetujui dan menandatangani addendum. Dampak dari adanya addendum volume tambah kurang pada Proyek Peningkatan Jalan Kawasan Pemukiman Desa Pantan Reduk, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, berdampak pada 3 (tiga) aspek utama. Pertama, waktu pekerjaan proyek adalah berubah karena adanya addendum volume tambah kurang yang mengakibatkan pergeseran waktu pekerjaan proyek. Kedua, biaya pekerjaan proyek yang dikeluarkan oleh Penyedia Jasa CV. Alifa Jaya Contruction melebihi dari nilai kontrak. Ketiga, mutu pekerjaan proyek berubah ke arah yang lebih berkualitas sehingga sesuai dengan kebutuhan standar mutu proyek karena adanya penambahan volume dan pengurangan volume pada bahan pekerjaan proyek tersebut, Keempat, dampak bagi Penyedia Jasa dapat merugikan karena di dalam addendum tidak disertai penambahan nilai kontrak.
Disarankan kepada pihak Pemerintah dapat menyediakan Tenaga Ahli Konstruksi pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh untuk melaksanakan survei awal dengan detail yang sesuai dan tidak terlalu lama antara waktu survei awal dengan proses tender untuk meminimalisir perubahan kondisi lapangan diakibatkan oleh alam yang sudah tidak sesuai dengan gambar rencana awal. Terhadap kendala addendum volume tambah kurang disarankan para pihak lebih terbuka pada kondisi proyek lapangan dengan mempertimbangkan aspek atau kondisi proyek dan para pihak harus memperhatikan mutu proyek. Terhadap Kuasa Pengguna Anggaran agar lebih teliti dalam melakukan survey awal proyek dan lamanya waktu proses tender.
Article 1338 of the Civil Code stipulates that all agreements made in accordance with the law are binding on those who make them, and such agreements cannot be revoked except by mutual consent of both parties or for reasons specified by law. Agreements must be carried out in good faith. In practice, changes to agreements, commonly referred to as addenda, frequently occur in construction activities. However, in reality, the Budget User Authority (KPA) finds it difficult to fulfill these addenda. The purpose of this study is to explain the factors causing the occurrence of volume addenda, the challenges in implementing volume addenda, and the impact of volume addenda on time, cost, work quality, and service providers. The research method used in this study is legal-empirical. Data was obtained through literature and field research. Literature research was conducted by reading textbooks and regulations, while field research was conducted by interviewing respondents and informants related to this study. Based on the results of the research conducted, the factors causing the addition or reduction of volume are due to the lack of detail in the initial survey and the length of the tender process, which impacts changes in field conditions caused by natural factors that no longer align with the initial design drawings. This results in some work items differing from the contracted volume at the outset, as determined by field engineering/recalculations or MC-0. The obstacles to the volume addition/reduction addendum include the Budget User Authority (KPA) requiring time to approve the addendum, the need for adjustments to the timeline and administrative processes, and the need for confidence from all parties to approve and sign the addendum. The impact of the volume increase/decrease addendum on the Road Improvement Project in the Residential Area of Pantan Reduk Village, Ketol Sub-district, Central Aceh Regency, affects three main aspects. First, the project timeline has changed due to the volume increase/decrease addendum, resulting in a shift in the project timeline. Second, the project costs incurred by the service provider CV. Alifa Jaya Construction exceed the contract value. Third, the quality of the project work has improved to meet the project's quality standards due to the addition and reduction of project materials. Fourth, the impact on the service provider may be detrimental because the addendum does not include an increase in the contract value. It is recommended that the Government provide Construction Experts at the Aceh Public Housing and Settlement Agency to conduct an initial survey with appropriate detail and not too much time between the initial survey and the tender process to minimize changes in field conditions caused by natural factors that no longer align with the original design drawings. Regarding the challenges of volume addenda, it is not recommended that parties be overly rigid about field project conditions, considering project aspects or conditions, and all parties must prioritize project quality. The Budget User Authority should be more meticulous in conducting initial project surveys and managing the duration of the tender process.
PEMAHAMAN PENGGUNA JASA KONSTRUKSI TERHADAP KLAUSUL KONTRAK PROYEK KONSTRUKSI (Fachroul Rozi, 2021)
TANGGUNG JAWAB PARA PIHAK DALAM PELAKSANAAN KONTRAK KERJA KONSTRUKSI (SUATU PENELITIAN PADA KONTRAK PEMBANGUNAN TOWER TRANSMISI ANTARA PT MEDAN SMART JAYA DAN PT PLN (PERSERO) SUMBAGUT I) (CUT PUTRI SORAYA, 2022)
PERKIRAAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK PENINGKATAN JARINGAN DAERAH RAWA BERDASARKAN PERKIRAAN BIAYA DAN LUAS AREAL LAYANAN IRIGASI (Joni Rakhmad, 2025)
WANPRESTASI DALAM KONTRAK KERJA KONSTRUKSI (SUATU PENELITIAN PADA PEKERJAAN PELEBARAN JALAN GUNONG KLENG-ALUE PEUNYARENG KABUPATEN ACEH BARAT) (Cut Indah Puti Seruni, 2016)
PEMAHAMAN PENYEDIA JASA KONSTRUKSI TERHADAP KLAUSUL KONTRAK KONSTRUKSI PROYEK KONSTRUKSI (TEUKU RIKALSYAH, 2021)