Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMBENTUKAN KARAKTER MASYARAKAT KAMPUNG TANJUNG PURA MELALUI ADAT SUMANG DI KECAMATAN BANDAR RNKABUPATEN BENER MERIAH
Pengarang
MAYA ROSITA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Saiful - 197606142001121002 - Dosen Pembimbing I
Rizal Fahmi - 199201292021021101 - Dosen Pembimbing II
Rusli Yusuf - 195702101985031004 - Penguji
Hasbi Ali - 197011222005011002 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2106101010070
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Maya Rosita, (2025). Pembentukan Karakter Masyarakat Kampung Tanjung Pura Melalui Adat Sumang di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Dr. Saiful, S.Pd., M.Si dan Rizal Fahmi S. Pd, M.Pd.
Adat sumang merupakan peraturan yang berisi larangan terhadap perbuatan yang tidak baik atau tidak pantas untuk dilakukan karena bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya. Pembentukan karakter masyarakat melalui adat sumang merupakan upaya memperkuat nilai budaya lokal yang diwariskan turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui nilai-nilai yang membentuk karakter masyarakat, (2) mengidentifikasi nilai-nilai adat sumang dalam pembentukan karakter, (3) mengetahui upaya pelestarian adat sumang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dan dokumentasi. Sumber data terdiri dari delapan informan yaitu Reje (kepala desa), imem (tokoh agama), Petue (ketua tokoh adat), tokoh adat, tokoh politik, tokoh pemuda, tokoh pendidikan, dan tokoh perempuan. Hasil penelitian ini (1) nilai-nilai yang membentuk karakter masyarakat meliputi agama, tanggung jawab, sopan santun, adab, etika, gotong royong, moralitas, dan kejujuran yang ditanamkan sejak dini melalui keluarga, pendidikan, dan lingkungan masyarakat (2) nilai-nilai adat sumang membentuk karakter masyarakat melalui proses internalisasi yang dilakukan dengan larangan adat, penanaman rasa malu (kemel), pengawasan sosial, dan pemberian sanksi bagi pelanggar. Mekanisme ini mengajarkan masyarakat untuk menjaga perilaku sesuai norma agama dan budaya, sehingga terbentuk karakter religius, sopan, beretika, dan disiplin (3) upaya pelestarian dilakukan melalui pembentukan qanun kampung, peran tokoh adat sebagai panutan, sosialisasi nilai adat, kegiatan keagamaan, serta pendidikan budaya lokal di sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini (1) nilai-nilai yang dijunjung masyarakat efektif membentuk karakter religius, bertanggung jawab, disiplin, beretika, bermoral, menghargai orang lain, dan peduli terhadap sesama, (2) adat sumang tidak hanya larangan terhadap perbuatan tidak baik, juga berfungsi sebagai penguat nilai-nilai agama, moral, dan etika dalam membentuk karakter masyarakat, (3) upaya pelestarian dilakukan melalui penanaman nilai sejak dini, peran tokoh adat, dan pembentukan qanun kampung sebagai perangkat hukum adat. Saran dari penelitian ini adalah (1) masyarakat perlu terus menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini melalui keluarga, pendidikan formal, dan informal (2) tokoh adat, pemerintah kampung, dan masyarakat harus memperkuat pemahaman, penerapan, serta pengawasan terhadap adat sumang dan sanksinya secara konsisten (3) upaya pelestarian adat sumang perlu dilakukan melalui sosialisasi berkelanjutan, penguatan qanun kampung, pendidikan budaya lokal di sekolah, serta mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga budaya lokal.
Kata kunci : Pembentukan Karakter, Adat Sumang, Pelestarian Budaya
ABSTRAK Maya Rosita, (2025). Character Formation of the Tanjung Pura Village Community Through Adat Sumang in Bandar Subdistrict, Bener Meriah Regency. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Under direction of Dr. Saiful, S.Pd., M.Si dan Rizal Fahmi S. Pd, M.Pd. Adat sumang is a customary regulation that contains prohibitions against actions considered inappropriate or improper because they contradict religious and cultural values. The formation of community character through adat sumang is an effort to strengthen local cultural values passed down from generation to generation. This study aims to (1) determine the values that shape the character of the community, (2) identify the values of Sumang customs and (3) identify efforts to preserve Sumang customs. This study employs a descriptive qualitative method with data collection techniques including interviews, and documentation. The data sources consist of eight informants: the village chief (Reje), religious leader (Imem), traditional leader (Petue), traditional figures, political figures, youth leaders, education leaders, and women leaders. he research findings show that (1) the values that shape the character of the community include religion, responsibility, politeness, manners, ethics, mutual cooperation, morality, and honesty, which are instilled from an early age through family, education, and social environment (2) Sumang traditional values shape the character of the community through a process of internalization carried out through traditional prohibitions, instilling a sense of shame (kemel), social supervision, and imposing sanctions on violators. This mechanism teaches the community to maintain behavior in accordance with religious and cultural norms, thereby forming a religious, polite, ethical, and disciplined character, (3) the preservation of adat sumang is carried out through the establishment of village qanun (customary law), the role of traditional leaders as role models, the dissemination of customary values, religious activities, and the integration of cultural education in schools. The conclusions of this study are (1) the values upheld by the community effectively shape religious character, responsibility, discipline, ethics, respect for others, and concern for others (2) Sumang customs function as reinforcers of religious, moral, and ethical values in shaping character through the internalization of customary rules and social oversight mechanisms. (3) Preservation is achieved through the instillation of values from an early age, the role of customary leaders, and the establishment of village qanun as a customary legal framework. The suggestions from this study are (1) the community should continuously instill character values from an early age through family, formal, and informal education (2) traditional leaders, village governments, and the community must strengthen the understanding, implementation, and supervision of adat sumang and its sanctions consistently (3) the preservation of adat sumang should be supported through ongoing socialization, strengthening of village qanun, incorporation of local cultural education in schools, and encouraging active youth participation in preserving local culture. Keywords: Character Formation, Adat Sumang, Cultural Preservation
PROSPEK KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM RANAH POLITIK DI KABUPATEN BENER MERIAH DITINJAU DARI PERSPEKTIF ADAT SUMANG (HENDRA YANTI, 2016)
POLA PEMBENTUKAN KARAKTER PADA ANAK DALAM KELUARGA PETANI DI KAMPUNG TIMANG GAJAH, KECAMATAN GAJAH PUTIH, KABUPATEN BENER MERIAH (MEIZAYINA GEMASIH, 2019)
LARANGAN PERKAWINAN SATU KAMPUNG DITINJAU DARI HUKUM POSITIF DI KECAMATAN BUKIT KEBUPATEN BENER MERIAH (Rina Damayanti, 2021)
INTERAKSI SOSIAL ANTARA ETNIS JAWA, ACEH DAN GAYO DI KAMPUNG PUJA MULIA KECAMATAN BANDAR KABUPATEN BENER MERIAH TAHUN 1950-2015 (Emi Syahri, 2017)
PERILAKU SUMANG DALAM KEHIDUPAN RNMASYARAKAT GAYO (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN GAJAH PUTIH KABUPATEN BENER MERIAH) (Susilawati, 2015)