ANALISIS PERBANDINGAN EFFICIENTNETV2B0 DAN SWIN TRANSFORMER TERHADAP KLASIFIKASI KERUSAKAN DAUN PISANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PERBANDINGAN EFFICIENTNETV2B0 DAN SWIN TRANSFORMER TERHADAP KLASIFIKASI KERUSAKAN DAUN PISANG


Pengarang

Muhammad Andrean - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Khairun Saddami - 199103182022031008 - Dosen Pembimbing I
Ardiansyah - 197212261992011001 - Dosen Pembimbing II
Fardian - 197901022003121004 - Penguji
Maulisa Oktiana - 199010252020072101 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2004111010015

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Komputer (S1) / PDDIKTI : 56202

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pisang merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia, di mana tidak hanya buahnya dikonsumsi, tetapi daunnya juga dimanfaatkan sebagai pembungkus makanan tradisional. Identifikasi penyakit pada daun pisang umumnya masih dilakukan secara manual melalui pengamatan visual, yang rawan kesalahan dan memerlukan keahlian khusus. Beberapa penelitian sebelumnya telah mengembangkan model klasifikasi berbasis Deep learning, seperti BananaSqueezeNet dan VGG19, namun masih menghadapi keterbatasan, terutama pada ketergantungan terhadap dataset tertentu. Penelitian ini menghasilkan data primer berupa gambar daun pisang dalam empat kategori, yaitu sehat, cordana, sigatoka, dan hama. Selanjutnya, dilakukan pelatihan model menggunakan dua arsitektur Deep learning, yaitu EfficientNetV2B0 dan Swin Transformer, dengan tiga konfigurasi learning rate (1e-3, 1e-4, dan 1e-5). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kedua model mampu mencapai performa tinggi dengan akurasi, precision, recall, dan F1-score 99%. EfficientNetV2B0 unggul dalam efisiensi waktu pelatihan, sedangkan Swin Transformer menunjukkan performa yang lebih stabil terhadap variasi learning rate yang digunakan.

Pisang merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia, di mana tidak hanya buahnya dikonsumsi, tetapi daunnya juga dimanfaatkan sebagai pembungkus makanan tradisional. Identifikasi penyakit pada daun pisang umumnya masih dilakukan secara manual melalui pengamatan visual, yang rawan kesalahan dan memerlukan keahlian khusus. Beberapa penelitian sebelumnya telah mengembangkan model klasifikasi berbasis Deep learning, seperti BananaSqueezeNet dan VGG19, namun masih menghadapi keterbatasan, terutama pada ketergantungan terhadap dataset tertentu. Penelitian ini menghasilkan data primer berupa gambar daun pisang dalam empat kategori, yaitu sehat, cordana, sigatoka, dan hama. Selanjutnya, dilakukan pelatihan model menggunakan dua arsitektur Deep learning, yaitu EfficientNetV2B0 dan Swin Transformer, dengan tiga konfigurasi learning rate (1e-3, 1e-4, dan 1e-5). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kedua model mampu mencapai performa tinggi dengan akurasi, precision, recall, dan F1-score 99%. EfficientNetV2B0 unggul dalam efisiensi waktu pelatihan, sedangkan Swin Transformer menunjukkan performa yang lebih stabil terhadap variasi learning rate yang digunakan.

Citation



    SERVICES DESK