PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERNIKAHAN DINI DI DESA KAMPUNG JAWA KECAMATAN BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERNIKAHAN DINI DI DESA KAMPUNG JAWA KECAMATAN BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES


Pengarang

Nuri Aziza Sadewi - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rosmala Dewi - 196410161989032002 - Dosen Pembimbing I
Fitriana - 196701101994032003 - Dosen Pembimbing II
Zuraini M - 196208221986082001 - Dosen Pembimbing III
Agung Rorhi Prayudha - 199509092022031010 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2106104010038

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Nuri Aziza Sadewi (2025), Persepsi Masyarakat Terhadap Pernikahan Dini Di Desa Kampung Jawa Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Di bawah Bimbingan Dra. Rosmala Dewi, M.Pd., dan Dra. Fitriana, M.Si.
Secara umum faktor pernikahan dini yang dialami oleh anak SMP dan SMA dikarenakan kurangnya pengawasan orang tua dan pergaulan bebas. Pada suku Gayo ada beberapa istilah pernikahan dini, seperti pernikahan naik dan pernikahan nyerah. Pernikahan naik adalah bentuk pernikahan suku Gayo Lues dimana pernikahan terjadi karena sama-sama suka namun mendapatkan hambatan dari keluarga sehingga terjadinya kawin lari. Pernikahan nyerah adalah pernikahan yang terjadi ketika keluarga perempuan menyerahkan anak perempuan kepada keluarga laki-laki untuk dinikahkan karena sudah melanggar norma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pernikahan dini serta mengetahui faktor dan dampak yang mempengaruhi terjadinya pernikahan dini di Desa Kampung Jawa Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini merupakan 5 orang untuk mewakili masyarakat yang telah melakukan pernikahan dini dan tokoh masyarakat sebagai subjek sebanyak 2 orang. Hasil penelitian persepsi masyarakat terhadap pernikahan dini menunjukkan bahwa pernikahan ini banyak terjadi pada anak yang masih duduk di bangku sekolah, para pelaku dan masyarakat berpendapat bahwa pernikahan dini tidak baik jika terus terjadi. Faktor yang mempengaruhi terjadinya pernikahan dini di Gayo Lues masih ada kaitannya dengan adanya kegiatan adat yang masih sering dilaksanakan seperti bejamu saman, pacuen kude, dan man pasir menjadi kesempatan para remaja untuk bertemu dan banyak yang berakhir di pernikahan dini. Selain itu faktor pergaulan bebas dan keadaan yang tidak memungkinkan. Dampaknya putusnya pendidikan dan terganggunya kesehatan fisik maupun mental. Kesimpulannya pernikahan dini terjadi disebabkan kurangnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak dan festival adat yang masih terus berlangsung tanpa adanya batasan waktu pelaksanaan.
Kata Kunci: persepsi masyarakat, pernikahan dini, Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues.

Nuri Aziza Sadewi (2025), Public Perception of Early Marriage in Kampung Jawa Village, Blangkejeren District, Gayo Lues Regency. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Under direction of Dra. Rosmala Dewi, M.Pd., dan Dra. Fitriana, M.Si. In general, the factor of early marriage experienced by junior and senior high school children due to lack of parental supervision and promiscuity. In the Gayo tribe there are several terms of early marriage, such as ascending marriage and surrender marriage. Naik marriage is a form of Gayo Lues tribal marriage where marriage occurs because both like but get obstacles or elope. Surrender marriage is a marriage that occurs when a woman's family gives her daughter to a man's family for marriage because it violates the norm. This study aims to determine the public perception of early marriage and determine the factors and impacts that affect the occurrence of early marriage in Kampung Jawa Village, Blangkejeren District, Gayo Lues Regency. The approach used in this study is a qualitative approach to the type of research is descriptive research. Subjects in this study are 5 people to represent people who have done early marriage and community leaders as subjects as many as 2 people. The results of public perception of early marriage showed that this marriage occurs a lot in children who are still in school, the perpetrators and the public argue that early marriage is not good if it continues to happen. Factors that influence the occurrence of early marriage in Gayo Lues still have to do with the existence of traditional activities that are still often carried out such as bejamu saman, pacuen kude, and man pasir become opportunities for teenagers to meet and many end up in early marriage. In addition, the factor of promiscuity and circumstances that are not possible. The impact of educational disconnection and disruption of physical and mental health. In conclusion, early marriage occurs due to lack of parental supervision of children's Association and traditional festivals that still take place without any time limit. Keywords:community perception, early marriage, Blangkejeren, Gayo Lues Regency.

Citation



    SERVICES DESK