PENGARUH KONSENTRASI GEL LIDAH BUAYA DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KONSENTRASI GEL LIDAH BUAYA DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L.)


Pengarang

SILVIA ARIFA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rita Hayati - 197101091998022001 - Dosen Pembimbing I
Erida Nurahmi - 196903041993032016 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2105101050076

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan komoditi hortikultura yang produksinya cenderung melimpah pada saat panen raya sehingga menyebabkan harga menjadi relatif murah. Kadar air yang tinggi menyebabkan bawang merah mudah mengalami kerusakan selama penyimpanan, sehingga diperlukan penanganan untuk menjaga kualitas dan memperpanjang umur simpan pada bawang merah. Salah satu metode yang untuk memperpanjang umur simpan adalah dengan perlakuan edible coating. Bahan yang umum digunakan dalam pembuatan edible coating yaitu adalah lidah buaya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi gel lidah buaya yang paling efektif untuk menjaga kualitas bawang merah selama penyimpanan.Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Laboratorium Hortikultura, Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Departemen Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh, pada bulan Februari sampai Maret 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 4 x 4 sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan yang terdapat 48 unit percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 10 sampel umbi bawang merah. Faktor yang diteliti adalah pengaruh konsentrasi gel lidah buaya dan lama penyimpanan terhadap kualitas bawang merah. Faktor pertama adalah konsentrasi gel lidah buaya yang terdiri atas 4 taraf yaitu: 0%, 15%, 20%, dan 25%. Faktor kedua adalah lama penyimpanan yang terdiri atas 4 taraf yaitu: 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu, dan 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi gel lidah buaya 20% mampu menekan susut bobot serta mempertahankan kadar air, allicin, vitamin C, dan mutu organoleptik. Lama penyimpanan terbaik adalah 1 minggu, dengan mutu fisikokimia yang masih terjaga. Terdapat interaksi antara konsentrasi gel dan lama penyimpanan, di mana kombinasi 20% gel lidah buaya dan 3 minggu penyimpanan menghasilkan susut bobot terendah, serta kombinasi 20% gel dan 2 minggu penyimpanan mampu mempertahankan kecerahan (warna L) secara optimal.

Kata Kunci: Bawang Merah, Edible Coating, Lama Penyimpanan, Lidah Buaya

Shallot (Allium cepa L.) is a horticultural commodity whose production tends to be abundant at harvest time, causing the price to be relatively cheap. The high water content causes shallots to be easily damaged during storage, so handling is needed to maintain quality and extend the shelf life of shallots. One method to extend the shelf life is with edible coating treatment. The material commonly used in making edible coatings is aloe vera. This study aims to determine the most effective concentration of aloe vera gel to maintain the quality of shallots during storage. This research was conducted at the Laboratory of Seed Science and Technology, Horticulture Laboratory, Plant Breeding Laboratory, Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala Darussalam University, Banda Aceh, from February to March 2025. This study used a completely randomized design with a factorial pattern of 4 x 4 so that there were 16 treatment combinations with 3 replicates, which contained 48 experimental units. Each experimental unit consisted of 10 samples of shallot bulbs. The factors studied were the effect of aloe vera gel concentration and storage duration on shallot quality. The first factor is the concentration of aloe vera gel which consists of 4 levels, namely: 0%, 15%, 20%, and 25%. The second factor is the length of storage which consists of 4 levels, namely: 1 week, 2 weeks, 3 weeks, and 4 weeks. The results showed that 20% aloe vera gel concentration was able to reduce weight loss and maintain moisture content, allicin, vitamin C, and organoleptic quality. The best storage length was 1 week, with physicochemical quality still maintained. There was an interaction between gel concentration and storage duration, where the combination of 20% aloe vera gel and 3 weeks of storage produced the lowest weight loss, and the combination of 20% gel and 2 weeks of storage was able to maintain brightness (L color) optimally. Keywords: Shallot, Edible Coating, Storage Duration, Aloe Vera

Citation



    SERVICES DESK