Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
DINAMIKA POPULASI HIU EKOR BINTIK (C. SORRAH) DI PERAIRAN KABUPATEN ACEH BARAT DAYA
Pengarang
MUHAMMAD GUVIN - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Alvi Rahmah - 198805082015042002 - Dosen Pembimbing I
Teuku Haris Iqbal - 199105252024211001 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2111103010069
Fakultas & Prodi
Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Informasi mengenai dinamika populasi ikan sangat diperlukan sebagai dasar dalam merumuskan strategi pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi berbagai parameter populasi hiu ekor bintik (C. sorrah) yang tertangkap di perairan Kabupaten Aceh Barat Daya, mencakup distribusi panjang, Nisbah kelamin, ukuran pertama kali tertangkap, laju pertumbuhan, serta angka mortalitas dan tingkat eksploitasi. Data dikumpulkan melalui pendaratan di PPI Ujung Serangga selama bulan Agustus 2024 hingga Januari 2025, dengan jumlah total sampel sebanyak 422 ekor. Pengolahan data dilakukan secara analitik menggunakan perangkat lunak FISAT II dan Microsoft Excel. Berdasarkan hasil pengamatan, panjang total individu jantan berkisar antara 59–229 cm TL (rerata 131 cm TL), sedangkan betina memiliki kisaran 60–248 cm (rerata 138 cm TL). Distribusi ukuran menunjukkan dominansi kelas panjang 116–135 cm TL yang merepresentasikan individu dewasa. Rasio jenis kelamin menunjukkan ketimpangan, dengan dominasi betina sebesar 67% (nisbah 1:2,04). Ukuran pertama kali tertangkap (Lc50%) masing-masing adalah 118,51 cm (jantan) dan 120,26 cm (betina), yang melebihi ukuran kematangan gonad berdasarkan referensi. Kondisi ini menunjukkan bahwa alat tangkap yang digunakan relatif selektif, parameter pertumbuhan diperoleh melalui model Von Bertalanffy menunjukkan panjang asimptotik (L∞) sebesar 249,00 cm TL untuk jantan dan 260,50 cm TL untuk betina, dengan laju pertumbuhan (K) masing-masing sebesar 1,09 dan 0,69 per tahun. Nilai mortalitas alami tercatat sebesar 1,06/tahun (jantan) dan 0,71/tahun (betina). Tingkat eksploitasi (E) berada pada angka tinggi, yakni 0,93 (jantan) dan 0,89 (betina). Dengan demikian, populasi (C. sorrah) di wilayah ini didominasi oleh individu yang telah matang secara reproduktif. Oleh karena itu, pengelolaan berbasis wilayah dan penerapan regulasi konservatif sangat penting guna menjamin keberlanjutan stok di masa mendatang.
Information on fish population dynamics is essential as a basis for formulating sustainable fisheries management strategies. This study was conducted to evaluate various population parameters of the spot-tail shark (C. sorrah) caught in the waters of Southwest Aceh Regency, including length distribution, sex ratio, size at first capture, growth rate, as well as mortality and exploitation rate. Data were collected through landings at PPI Ujung Serangga from August 2024 to January 2025, with a total sample size of 422 individuals. Data processing was carried out analytically using FISAT II software and Microsoft Excel. Based on observations, the total length of male individuals ranged from 59–229 cm TL (average 131 cm TL), while females ranged from 60–248 cm TL (average 138 cm TL). The size distribution showed dominance in the length class of 116–135 cm TL, representing mature individuals. The sex ratio indicated an imbalance, with females dominating at 67% (ratio 1:2.04). The size at first capture (Lc50%) was 118.51 cm TL (male) and 120.26 cm TL (female), exceeding the gonadal maturity size based on references. This condition indicates that the fishing gear used is relatively selective. Growth parameters obtained through the Von Bertalanffy model showed an asymptotic length (L∞) of 249.00 cm TL for males and 260.50 cm TL for females, with growth rates (K) of 1.09 and 0.69 per year, respectively. Natural mortality rates were recorded at 1.06/year (male) and 0.71/year (female). The exploitation rates (E) were high, at 0.93 (male) and 0.89 (female). Thus, the population of C. sorrah in this area is dominated by reproductively mature individuals. Therefore, area-based management and the implementation of conservative regulations are essential to ensure the sustainability of stocks in the future.
DINAMIKA POPULASI IKAN TONGKOL ABU-ABU (THUNNUS TONGGOL) YANG DIDARATKAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) UJUNG SERANGGA, KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (CUT HAYATUL HUSNA, 2019)
DINAMIKA POPULASI HIU LANJAMAN ( CARCHARHINUS FALCIFORMIS ) DI PERAIRAN KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (RAUDATUL AINI, 2024)
JENIS DAN STATUS KONSERVASI HIU YANG DIDARATKAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN UJUNG (PPI) SERANGGA, ACEH BARAT DAYA (RUSNITA, 2022)
HASIL TANGKAPAN DAN SEBARAN DAERAH PENANGKAPAN RAWAI HIU YANG BERBASIS DI PPI UJUNG SERANGGA, ACEH BARAT DAYA (ROSI DWI OKTA SARI, 2024)
STUDI MIXED LAYER DEPTH DI PERAIRAN BARAT ACEH PADA BULAN JANUARI DAN AGUSTUS 2018 (NURUL AINI, 2022)