Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
EFEKTIVITAS PEMBERIAN ONDANSETRON ORAL PRA KEMOTERAPI TERHADAP TERJADINYA MUAL-MUNTAH PASCA KEMOTERAPI PADA PASIEN KEGANASAN KEPALA LEHER
Pengarang
Fatahillah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Benny Kurnia - 196311241996011001 - Dosen Pembimbing I
Azwar - 196605031997021002 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2107601070001
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Ilmu Kesehatan THT-KL / PDDIKTI : 11705
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pendahuluan: Kanker kepala leher merupakan jenis kanker yang paling umum ditemukan dalam aplikasi klinis dan menjadi permasalahan kesehatan secara global. Prosedur pembedahan, kemoterapi, radioterapi atau kombinasi adalah modalitas tatalaksana dari kanker kepala leher. Kemoterapi merupakan salah satu pilihan terapi pada kanker kepala leher, kemoterapi memiliki efek samping yang paling sering dikeluhkan pasien setelah kemoterapi yaitu mual dan muntah. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas pemberian ondansetron pra kemoterapi selama 7 hari pada penderita kanker kepala leher.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan studi pretest-posttest control group design dengan menggunaan kohort prospektif. Menilai skor mual-muntah pasca kemoterapi. Penilaian dilakukan pada siklus 1,2 dan 3 post kemoterapi selama ≤ 24 jam fase akut dan > 24 jam Fase lambat. Analisis dengan SPSS menggunakan uji Mann Whitney dan Friedman test. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengambilan data primer dengan wawancara dan keluhan mual muntah pasien.
Hasil: Sebanyak 20 subjek terlibat dalam penelitian ini dengan dominasi usia 40-60 tahun dan jenis kelamin laki – laki (75 %) Diagnosis terbanyak Karsinoma Nasofaring. Hasil analisis perbandingan kejadian mual-muntah dengan dan Tanpa pemberian ondansetron pra kemoterapi siklus 1,2,3 (p < 0,05). Hasil analisis perubahan kejadian mual-muntah pada kelompok dengan pemberian ondansetron pra kemoterapi siklus 1,2,3 adalah (p = 0.05). Perubahan kejadian mual muntah pada kelompok tanpa pemberian ondansetron pra kemoterapi (p < 0,05).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara subjek yang mendapat ondansetron oral pra kemoterapi dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan ondansetron oral pra kemoterapi pada pasien kanker kepala leher terhadap kejadian mual-muntah pasca kemoterapi.
Kata kunci: Kanker kepala leher, Pra kemoterapi, Ondansetron, Mual-muntah.
Introduction: Head and neck cancer is the most common type of cancer found in clinical applications and is a global health problem. Surgical procedures, chemotherapy, radiotherapy or a combination are the treatment modalities for head and neck cancer. Chemotherapy is one of the treatment options for head and neck cancer, chemotherapy has the most common side effects complained of by patients after chemotherapy, namely nausea - vomiting. This study aims t assess the effectiveness of pre-chemotherapy ondansetron administration in patients with head and neck cancer. Methods: This study is an experimental study with a pretest-posttest control group design using a prospective cohort. Evaluation using nausea and vomiting scores. Evaluation was carried out 3 times post chemotherapy for 24 hours (acute phase) starting from cycle 1 to cycle 3. Analysis using the Mann Whitney test and Friedman test. The study was conducted by collecting primary data through interviews. Results: A total of 20 subjects were involved in this study with a dominant age of 40-60 years and male gender (75%). The most common diagnosis was Nasopharyngeal Carcinoma. The results of the comparative analysis of the incidence of nausea - vomiting with and without pre-chemotherapy ondansetron administration in cycles 1,2,3 (p
PROPORSI MUAL DAN MUNTAH AKUT DAN TERTUNDARNYANG DIINDUKSI KEMOTERAPI DENGAN REJIMEN TAXOTERE ADRIAMYCIN CYCLOPHOSPHAMIDE (TAC) PADA PENDERITA KANKER PAYUDARARNDI RUANG MAMPLAM III BLUD RSUDRNDR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Vivi Rosandi, 2014)
PROPORSI MUAL DAN MUNTAH AKUT DAN TERTUNDA YANG DIINDUKSI KEMOTERAPI DENGAN REJIMEN TAXOTERE ADRIAMYCIN CYCLOPHOSPHAMIDE(TAC) PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA DI RUANG MAMPLAM III BLUD RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (VIVI ROSANDI, 2016)
GAMBARAN STATUS PENDENGARAN PADA PASIEN KANKER KEPALA DAN LEHER PASCA PEMBERIAN KEMOTERAPI CISPLATIN DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN (Chaira Al Kanzi, 2017)
GAMBARAN EFEK SAMPING KEMOTERAPI BERBASIS ANTRASIKLIN PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (SARAH NABILA, 2015)
PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SESUDAH KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER PARU DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR ZAINOEL ABIDIN (Ade Fadly Pranata Bintang, 2018)