PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP DIMSUM DENGAN PENAMBAHAN LABU SIAM SECHIUM EDULE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP DIMSUM DENGAN PENAMBAHAN LABU SIAM SECHIUM EDULE


Pengarang

SULISSINAWARI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Laili Suhairi - 197010081999032002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2106104010102

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP PKK., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dimsum merupakan hidangan snack asin yang dimasak dengan teknik steaming berbahan dasar tepung tapioka dan dapat ditambahkan dengan daging ayam ataupun ikan dengan tekstur lembut. Labu siam (Sechium edule) yang sering disebut labu jipang ini memiliki tekstur yang lembut dan berwarna hijau, dan labu siam memiliki kandungan gizi seperti mineral kalium, kalsium dan vitamin C. Tujuan penelitian ini mengetahui (1) karakteristik organoleptik dimsum yang ditambahkan labu siam ditinjau dari aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa; (2) mengetahui resep standar dimsum dengan penambahan labu siam; (3) mengetahui tingkat daya terima konsumen terhadap dimsum dengan penambahan labu siam. Penelitian ini dilakukan dengan tiga perlakuan yaitu: tanpa penambahan labu siam 0% (0 gr), penambahan 20% (50 gr), dan 40% (100 gr) labu siam dalam campuran adonan isian dimsum.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan labu siam memberikan pengaruh terhadap mutu organoleptik dimsum, khususnya pada tekstur dan rasa. Perlakuan ketiga (DLS 03) menghasilkan dimsum dengan nilai tertinggi pada tekstur yang sangat kenyal dan rasa sangat umami. Sementara itu, pada perlakuan kesatu (DLS 01) memperoleh nilai rata-rata terendah, khususnya pada tekstur netral dan rasa netral. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa penambahan labu siam berpengaruh terhadap mutu organoleptik Ha diterima dan Ho ditolak.

Dimsum is a savory snack dish prepared using a steaming technique, made primarily from tapioca flour and can be enhanced with chicken or fish for a soft texture. Chayote (Sechium edule), commonly known as labu siam in Indonesia, has a soft texture and green color and is rich in nutrients such as potassium, calcium, and vitamin C. This study aims to determine: (1) the organoleptic quality characteristics of dimsum with the addition of chayote in terms of color, aroma, texture, and taste; (2) the standard recipe for dimsum with added chayote; and (3) the level of consumer acceptance of dimsum with added chayote. The study was conducted with three treatments: no chayote added (0% or 0 g), 20% chayote (50 g), and 40% chayote (100 g) in the dimsum filling mixture. The results showed that the addition of chayote affected the organoleptic quality of dimsum, particularly in texture and taste. The third treatment (DLS 03) produced dimsum with the highest value in very chewy texture and very umami taste. Meanwhile, the first treatment (DLS 01) obtained the lowest average value, especially in neutral texture and neutral taste. Thus, the hypothesis stating that the addition of chayote has an effect on the organoleptic quality Ha is accepted and Ho is rejected.

Citation



    SERVICES DESK