Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KINERJA DAN PERBANDINGAN MODEL LIGHTGBM, XGBOOST, SERTA PENERAPAN TEKNIK STACKING DALAM KLASIFIKASI FRAUD DETECTION
Pengarang
PUTRI SALSABILA RINALDI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Ridha Ferdhiana - 197302141998022001 - Dosen Pembimbing I
Latifah Rahayu Siregar - 198409282015042002 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2108108010054
Fakultas & Prodi
Fakultas MIPA / Statistika (S1) / PDDIKTI : 49201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas MIPA (S1)., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Transformasi digital dalam industri keuangan telah membawa kemudahan akses layanan keuangan sekaligus tantangan baru dalam deteksi penipuan. Penelitian ini mengembangkan model machine learning untuk mendeteksi anomali transaksi finansial dengan membandingkan kinerja LightGBM, XGBoost, dan teknik Stacking yang menggabungkan keduanya dengan Random Forest sebagai meta-learner. Dataset yang digunakan berasal dari catatan peminjaman fintech, mencakup 857.899 data training dan 367.702 data testing, dengan pra-pemrosesan meliputi feature selection, penyeimbangan data menggunakan SMOTE, dan normalisasi Standard Scaler. Hasil evaluasi menunjukkan model Stacking unggul dengan F1-Score 84,93%, Precision 74,06%, Recall 99,54%, dan Accuracy 82,28%, mengalahkan performa individual LightGBM dan XGBoost. Model ini berhasil mendeteksi 337.707 transaksi fraud dengan kesalahan minimal, membuktikan efektivitasnya dalam mengidentifikasi pola penipuan. Penelitian ini juga menemukan adanya pola aktivitas fraud yang terorganisir, ditunjukkan oleh kemunculan berulang user dengan reference contact dan loan type yang sama, mengindikasikan adanya potensi penipuan kolektif. Temuan ini tidak hanya memperkaya literatur deteksi fraud dengan kombinasi algoritma boosting dan ensemble learning, tetapi juga merekomendasikan model siap pakai untuk industri fintech guna meminimalkan risiko kerugian. Temuan ini membuktikan pendekatan Stacking mampu meningkatkan akurasi deteksi anomali finansial sekaligus menawarkan solusi efisien untuk tantangan ketidakseimbangan data dan kompleksitas komputasi, sehingga dapat memperkuat sistem keamanan transaksi digital di sektor fintech.
Kata kunci: deteksi penipuan, machine learning, LightGBM, XGBoost, Stacking, teknologi keuangan
The digital transformation in the financial industry has facilitated easier access to financial services while introducing new challenges in fraud detection. This study develops machine learning models to detect financial transaction anomalies by comparing the performance of LightGBM, XGBoost, and a Stacking technique that combines both with Random Forest as a meta-learner. The dataset, derived from fintech loan records, consists of 857.899 training data points and 367.702 testing data points, with preprocessing steps including feature selection, data balancing using SMOTE, and normalization with Standard Scaler. Evaluation results show that the Stacking model outperforms individual models, achieving an F1-Score of 84,93%, Precision 74,06%, Recall of 99,54% and Accuracy of 82,28%. This model successfully detected 337.707 fraudulent transactions with minimal error, demonstrating its effectiveness in identifying fraudulent patterns. The study also uncovered organized fraud activity patterns, indicated by recurring users sharing the same reference contact and loan type, suggesting potential coordinated fraud attempts. This research not only enriches the fraud detection literature through the integration of boosting algorithms and ensemble learning, but also recommends a deployable model for the fintech industry to mitigate financial loss risks. The findings affirm that the Stacking approach enhances the accuracy of financial anomaly detection while offering an efficient solution to data imbalance and computational complexity, thereby strengthening digital transaction security in the fintech sector. Keywords: fraud detection, machine learning, LightGBM, XGBoost, Stacking, financial technology
PERBANDINGAN PERFORMA METODE HYBRID CNN-XGBOOST DAN CNN-LIGHTGBM DALAM MENDETEKSI PNEUMONIA (Taufiq Hidayat, 2022)
PERAN KOMPETENSI APARATUR, SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN KOMITMEN MANAJEMEN TERHADAP KINERJA ORGANISASI MELALUI PENERAPAN GOOD GOVERNMENT GOVERNANCE DAN PENCEGAHAN FRAUD PADA PUSKESMAS DI PROVINSI ACEH (SURNA LASTRI, 2022)
PENDETEKSIAN PENIPUAN TRANSAKSI KARTU KREDIT DENGAN ALGORITMA LIGHTGBM DAN SUPPORT VECTOR MACHINES MENGGUNAKAN SISTEM TERDISTRIBUSI HADOOP (Teuku Nabil Muhammad Dhuha, 2024)
PENGARUH SIKAP SKEPTISISME PROFESIONAL AUDITOR, BUKTI AUDIT KOMPETEN DAN TEKANAN WAKTU TERHADAP PENDETEKSIAN KECURANGAN PADA INSPEKTORAT ACEH (CUTRIA UMRI, 2016)
PENGARUH PENERAPAN AKUNTANSI PEMERINTAH, PENGAWASAN DAN AKUTABILITAS KINERJA TERHADAP PENCEGAHAN FRAUD (STUDI PADA AUDITOR BPKP PROVINSI NAD) (Hasbullah, 2025)