PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS GRANULOMETRI BATUPASIR PADA FORMASI KOTA BAKTI (TUKT) DAN ANGGOTA PADANGTIJI (TUKTP) DI KECAMATAN KEUMALA DAN SEKITARNYA, KABUPATEN PIDIE, PROVINSI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS GRANULOMETRI BATUPASIR PADA FORMASI KOTA BAKTI (TUKT) DAN ANGGOTA PADANGTIJI (TUKTP) DI KECAMATAN KEUMALA DAN SEKITARNYA, KABUPATEN PIDIE, PROVINSI ACEH


Pengarang

Intan Mutia Anindira Putri - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hidayat Syah Putra - 198803292019031012 - Dosen Pembimbing I
Dina Gunarsih - 199306292022032010 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2004109010002

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geologi (S1) / PDDIKTI : 34201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Keumala dan sekitarnya, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, dengan luas area ±25 km². Lokasi penelitian mencakup Formasi Kota Bakti (Tukt) dan Anggota Padangtiji (Tuktp). Formasi Kota Bakti terdiri dari batulumpur, batulanau gampingan, batupasir dalam jumlah sedikit, konglomerat, batugamping, dan tufa. Sementara itu, Anggota Padangtiji tersusun atas batupasir gampingan, konglomerat, batulanau, dan batugamping dalam jumlah yang lebih sedikit. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami kondisi geologi daerah penelitian serta mengetahui distribusi ukuran butir dan tingkat kematangan batupasir. Metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi dan analisis granulometri. Pemetaan geologi dilakukan untuk mengidentifikasi satuan batuan dan struktur geologi, sedangkan analisis granulometri menggunakan metode ayakan untuk menentukan distribusi ukuran butir, sortasi, kebundaran, serta tingkat kematangan tekstur batupasir. Hasil pemetaan geologi menunjukkan adanya empat satuan batuan, yaitu Satuan Batulanau Karbonatan Formasi Kota Bakti, Satuan Batupasir Formasi Kota Bakti, Satuan Batupasir Karbonatan Anggota Padangtiji, dan Satuan Batulanau Anggota Padangtiji. Geomorfologi daerah penelitian terdiri atas tiga satuan bentuk lahan, yaitu satuan bentuk lahan denudasional dataran, satuan bentuk lahan struktural satuan bentuk lahan struktural dengan topografi bergelombang sedang hingga bergelombang kuat dengan pola aliran berhubungan dengan kekar dan patahan dan topografi bergelombang kuat hingga perbukitan dengan pola aliran berkaitan dengan kekar dan patahan, serta satuan bentuk lahan fluvial berupa badan sungai, dataran banjir, dan point bar. Hasil analisis granulometri pada enam sampel batupasir menunjukkan distribusi ukuran butir yang bervariasi dengan pola yang relatif teratur. Ukuran butir berkisar antara 0,236 hingga 0,407 mm dengan sortasi baik hingga sangat baik, mengindikasikan proses sedimentasi yang terkontrol. Skewness cenderung positif menunjukkan dominasi butiran halus, sementara kurtosis yang umumnya platykurtik hingga sangat platykurtik mencerminkan variasi ukuran butir yang besar. Hasil dari analisis tingkat kematangan batupasir berdasarkan analisis granulometri menunjukkan batupasir Formasi Kota Bakti umumnya matang (matriks 15%, butir sub-rounded), kecuali STA 37 yang matang.

Kata kunci : geologi, batupasir, granulometri, geomorfologi, Formasi Kotabakti, Anggota Padangtiji, tingkat kematangan.

ABSTRACT This research was conducted in Keumala Subdistrict and its surrounding areas, Pidie Regency, Aceh Province, covering an area of approximately 25 km². The study area includes the Kota Bakti Formation (Tukt) and the Padangtiji Member (Tuktp). The Kota Bakti Formation consists of mudstone, calcareous siltstone, minor sandstone, conglomerate, limestone, and tuff. In contrast, the Padangtiji Member is composed of calcareous sandstone, conglomerate, siltstone, and lesser amounts of limestone. The objectives of this study are to understand the geological conditions of the study area and to analyze the grain size distribution and textural maturity of the sandstones. The methods used include geological mapping and granulometric analysis. Geological mapping was carried out to identify rock units and geological structures, while granulometric analysis using the sieve method was conducted to determine grain size distribution, sorting, roundness, and sandstone textural maturity. The geological mapping results reveal four rock units: the Calcareous Siltstone Unit of the Kota Bakti Formation, the Sandstone Unit of the Kota Bakti Formation, the Calcareous Sandstone Unit of the Padangtiji Member, and the Siltstone Unit of the Padangtiji Member. The geomorphology of the study area consists of three landform units: denudational landforms (flat plains), structural landforms with moderately to strongly undulating topography and drainage patterns influenced by joints and faults, and fluvial landforms consisting of river bodies, floodplains, and point bars. Granulometric analysis of six sandstone samples shows a relatively consistent variation in grain size distribution. Grain sizes range from 0.236 to 0.407 mm with good to very good sorting, indicating controlled sedimentary processes. The skewness values tend to be positive, indicating a dominance of fine grains, while the kurtosis values, which are generally platykurtic to very platykurtic, reflect a wide variation in grain size. The textural maturity analysis based on granulometric data indicates that sandstones from the Kota Bakti Formation are generally mature (matrix content 15%, sub-rounded grains), except for STA 37, which is mature. Keywords: geology, sandstone, granulometry, geomorphology, Kota Bakti Formation, Padangtiji Member, textural maturity.

Citation



    SERVICES DESK