ANALISIS KESEMPATAN KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN BESAR DAN SEDANG DI INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS KESEMPATAN KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN BESAR DAN SEDANG DI INDONESIA


Pengarang

Muhammad Said - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

96120014

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi., 1998

Bahasa

Indonesia

No Classification

331.124

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh produksi, upah, dan rasio modal-upah terhadap kesempatan kerja pada industri pengolahan besar dan sedang di Indonesia. Dengan mengetahui elastisitas produksi dapat dianalisis bagaimana peranan perubahan produksi terhadap kesempatan kerja. Elastisitas upah digunakan untuk mengetahui apakah industri tersebut termasuk padat karya atau padat modal. Sedangkan elastisitas rasio modal-upah digunakan untuk mengetahui b~gaimana; pertukaran antar input modal dengan tenaga kerja ~pakah mudah atau sukar.

Penelitilan ini menggunakan data skunder yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 1980 sampai tahun 1995. Data yang diambil adalah Modal, Upah, dan Produksi industri pengolahan, Indek Harga Konsumen, Indek Produksi Industri Besar dan Sedang, jumlah perusahaan, serta jumlah tenagafkerja yang bekerja pada industri tersebut. Data itu dianalisils dengan menggunakan teknik analisis Metode Kuadrat Terkecil (Ordinary Least Square).
11

Hasil penelitian menunjukkan elastisitas produksi yang mempunyai nilai positif dan bersifat inelastis di seluruh subsektor industri 'pengolahan. Ini menunj ukkan kenaikan produktivitas"yang disebabkan oleh kenaikan faktor produksi modal. Sedangkan elastisitas upah menunjukkan nilai yang negatif dan inelastis. Ini berarti industri pengolahan besar dan sedang bersifat padat karya. Terakhir elastisitas substitusi menunjukkan nilai yang negatif dan bersifat inelastis. Ini berarti pertukaran antara input modal dan
tenaga kerja relatif sukar dilakukan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK