ANALISIS PROGRAM PERLINDUNGAN DAN PEMULIHAN KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA PADA DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DI KABUPATEN ACEH TAMIANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PROGRAM PERLINDUNGAN DAN PEMULIHAN KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA PADA DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DI KABUPATEN ACEH TAMIANG


Pengarang

Kharisma mutiara - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nurbaity - 198108202006042003 - Dosen Pembimbing I
Hetti Zuliani - 198406062010122005 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2006104030090

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Bimbingan dan Konseling (S1) / PDDIKTI : 86201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

362.829 2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini mengkaji program perlindungan dan pemulihan terhadap
korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kabupaten Aceh
Tamiang, dengan fokus pada layanan yang mendukung pemulihan korban,
seperti konseling, perlindungan hukum, rumah aman, bantuan kesehatan, dan
rehabilitasi sosial. Metode penelitian kualitatif dengan angket semi terbuka.
Data diolah menggunakan analisis tematif. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi antara
pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Pemerintah berperan
dalam menyediakan kebijakan, anggaran, dan fasilitas, sementara LSM
memberikan pendampingan langsung dan edukasi masyarakat mengenai hakhak korban. Program peningkatan kualitas keluarga juga diidentifikasi
sebagai strategi penting dalam pencegahan dan pemulihan korban KDRT,
dengan pendekatan family empowerment yang menekankan peran keluarga
dalam mencegah kekerasan. Mekanisme pelaporan yang ada sudah efektif,
namun sosialisasi yang terbatas menghambat banyak korban untuk melapor.
Metode pendampingan yang diterapkan beragam, termasuk psikologis,
hukum, dan sosial, namun ada kendala seperti kurangnya dana, sumber daya
manusia terlatih, serta hambatan budaya dan diskriminasi yang dihadapi oleh
korban dari kelompok marginal. Penelitian ini juga menemukan bahwa
kekerasan verbal terhadap konselor dapat menghambat proses
pendampingan, mencerminkan ketegangan struktural dalam masyarakat.
Temuan ini menyarankan perlunya peningkatan sosialisasi, alokasi dana yang
memadai, dan pelatihan bagi petugas agar program perlindungan KDRT
dapat lebih efektif dan mencakup lebih banyak korban.

This study examines the program of protection and recovery programs for victims of domestic violence in Aceh Tamiang Regency, with a focus on services that support victim recovery, such as counseling, legal protection, safe houses, health assistance, and social rehabilitation. Qualitative research method with semi-open questionnaire. Data were processed using descriptive analysis. The results showed that the success of this program relies heavily on collaboration between the government and non- governmental organizations (NGOs). The government plays a role in providing policies, budgets and facilities, while NGOs provide direct assistance and community education on victims' rights. Family quality improvement programs were also identified as an important strategy in the prevention and recovery of domestic violence victims, with a family empowerment approach that emphasizes the role of the family in preventing violence. Existing reporting mechanisms are effective, but limited socialization prevents many victims from reporting. Assistance methods are diverse, including psychological, legal, and social, but there are constraints such as lack of funding, trained human resources, and cultural barriers and discrimination faced by victims from marginalized groups. The study also found that verbal violence against counselors can hinder the mentoring process, reflecting structural tensions in society. The findings suggest the need for increased socialization, adequate funding allocation, and training for officers so that domestic violence protection programs can be more effective and cover more victims.

Citation



    SERVICES DESK