SIKAP POLITIK MAHASISWA PPKN FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA RNDALAM PEMILU TAHUN 2024 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

SIKAP POLITIK MAHASISWA PPKN FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA RNDALAM PEMILU TAHUN 2024


Pengarang

JESSY ZAKIYA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Saiful - 197606142001121002 - Dosen Pembimbing I
Yusrijal Abdar - 199203202021021101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2106101010081

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : FKIP PPKN., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sikap politik adalah pendirian, pandangan, atau kecenderungan seseorang atau
kelompok terhadap isu-isu politik, kebijakan pemerintah, atau sistem pemerintahan.
Pemilihan umum (Pemilu) adalah proses demokratis di mana warga negara memilih
wakil-wakil mereka untuk menduduki jabatan politik dalam pemerintahan, seperti
presiden, anggota legislatif, atau kepala daerah. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui sikap politik mahasiswa PPKn FKIP Universitas Syiah Kuala dalam
Pemilihan Umum tahun 2024. Tujuan : (1) Untuk menganalisis dan
mendeskripsikan Sikap Politik Mahasiswa PPKn FKIP Universitas Syiah Kuala
dalam menghadapi Pemilihan Umum tahun 2024; (2) Untuk menganalisis dan
mendeskripsikan masalah utama yang di hadapi Mahasiswa PPKn FKIP
Universitas Syiah Kuala dalam Sikap Politik pada Pemilihan Umum tahun 2024.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif
dan jenis deskriptif. Teknis data menggunakan wawancara dan dokumentasi.
Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Subjek penelitian berisi 10 informan dari lima angkatan di prodi PPKn.
Hasil dari penelitian ini adalah mahasiswa FKIP PPKn sudah berpartisipasi aktif
dalam memberikan hak suaranya, karena mereka memiliki motivasi yang kuat
untuk memilih pemimpin yang benar-benar layak untuk memimpin negara
indonesia. Meski demikian, masih terdapat sejumlah mahasiswa yang memilih
untuk tidak terlibat dalam organisasi politik, dan sebagian besar di antaranya juga
kurang mengikuti informasi mengenai pemilu secara mendalam . Tantangan utama
yang di hadapi meliputi rendahnya literasi politik, penyebaran hoaks dan
disinformasi, praktik politik uang, sikap apatis sebagian pemilih. Sistem pemilu
yang kurang transparan juga menjadi faktor yang memengaruhi kepercayaan publik
terhadap proses demokrasi. Kesimpulannya, sikap politik mahasiswa FKIP PPKn
dapat di katakan belum terbentuk secara optimal, baik dari kampus maupun dari
diri mahasiswa sendiri harus terus meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap
politik dan menumbuhkan sikap politik sepenuhnya. Pemilihan umum merupakan
pilar utama dalam sistem demokrasi, akan tetapi masih banyak terdapat berbagai
kendala yang dapat menghambat partisipasi politik masyarakat, termasuk
mahasiswa. Penelitian ini menyarankan, 1). Peningkatan literasi politik, 2).
Mengadakan kegiatan edukasi politik secara lebih intensif, seperti seminar, diskusi,
dan pelatihan kepemimpinan, 3). Mendorong partisipasi mahasiswa dalam
organisasi kampus, 4). Peningkatan peran beberapa dosen, dosen dan tenaga
pendidik diharapkan dapat menjadi fasilitator dalam membangun kesadaran politik
mahasiswa, 5). Penguatan regulasi dan sistem pemilu.

Political attitudes are the stance, views, or tendencies of a person or group towards political issues, government policies, or government systems. General elections (Pemilu) are a democratic process in which citizens elect their representatives to occupy political positions in government, such as president, legislative members, or regional heads. This study aims to determine the political attitudes of PPKn FKIP Syiah Kuala University students in the 2024 General Election. Objectives: (1) To analyze and describe the Political Attitudes of PPKn FKIP Syiah Kuala University Students in facing the 2024 General Election; (2) To analyze and describe the main problems faced by PPKn FKIP Syiah Kuala University Students in Political Attitudes in the 2024 General Election. The method used in this study is a qualitative approach method and a descriptive type. Data techniques use interviews and documentation. Data analysis uses data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research subjects consisted of 10 informants from five classes in the PPKn study program. The results of this study are that FKIP PPKn students have actively participated in casting their votes, because they have a strong motivation to choose a leader who is truly worthy of leading the Indonesian nation. However, there are still a number of students who choose not to get involved in political organizations, and most of them also do not follow information about the election in depth. The main challenges faced include low political literacy, the spread of hoaxes and disinformation, the practice of money politics, and the apathy of some voters. The less transparent election system is also a factor that influences public trust in the democratic process. In conclusion, the political attitudes of FKIP PPKn students can be said to have not been formed optimally, both from the campus and from the students themselves must continue to increase student concern for politics and foster a full political attitude. General elections are the main pillar in a democratic system, but there are still many obstacles that can hinder the political participation of the community, including students. This study suggests, 1). Increasing political literacy, 2). Holding more intensive political education activities, such as seminars, discussions, and leadership training, 3). Encouraging student participation in campus organizations, 4). Increasing the role of several lecturers, lecturers and educators is expected to be a facilitator in building student political awareness, 5). Strengthening regulations and election systems.

Citation



    SERVICES DESK