Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENGARUH DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA
Pengarang
Zulkipli - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0708200010108
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Ilmu Ekonomi., 2011
Bahasa
Indonesia
No Classification
338.9
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Abstrak
ini fiskal dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama Tahun 2004-2008. Data yang digunakan adalah data panel yang berumber dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan descentralisasi Badan Pusat Statistik yang mencakup data Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil serta data Produk Domestil Regional Bruto Ril (PDRI) seluruh provinsi di Indonesia Model analisis yang digunakan adalah metode analisis data panel dengan empat variabel yaitu Produk Domestik Regional Brute Riit (PDRI) sebagai variabel terikat (dependent variable) sedangkan Dana Alokasi umum, Dana Alokasi Khusus dan Dana Bagi Hasil sebagai variabel bebas (independent variable). Data dikelompokkan dalam tiga wilayah yaitu, (I) Sumatera (2) Jawa dan Bali (3) Sulawesi, Kalimantan dan Indonesia Bagian Timur. Tujuan pengelompokkan ini adalah untuk melihat perbedaan hasil untuk tiga wilayah tersebut Secara Nasional, Dana Alokasi Umum dan Dana Bagi Hasil berpengaruh positif terhadap PDRB riil. Sedangkan Dana Alokasi Khusus tidak berpergaruh terhadap PDRB riil (hasil estimasi tidal siknifikan). Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Timur, dan Provinsi jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Banten dan Provinsi Sumatera Utara memiliki heterogenitas positif. Hal ini berarti kelima provinsi tersebut yang mempunyai model estimasi dengan nilai konstan yang lebih tinggi dari rat-rata di Indonesia Provinsi yang mempunyai nilai heterogenitas terendah adalah Provinsi kepulaun Riau, Provinsi Papua barat, Provinsi Papua, Provinsi Maluku dan Provinsi Nusa Tenggara Timur Bendasarkan hasil penelitian tersebut, pemerintah pusat perlu menjamin kelansungan transfer fiskal ke daerah yang terbukti telah mampu mendorong pertumbuhn ekonomi daerah. Bagi pemerintah daerah perlu memaksimalkan penggunaan dana transfer ini dengan melihat skala prioritas pembangunan sehingga tujuan untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah dapat terwujud. kata kunci Desentralisasi fiskal dan pertumbuhan ekonomi
Tidak Tersedia Deskripsi
KAUSALITAS ANTARA DESENTRALISASI FISKAL, PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PEMBANGUNAN MANUSIA DI INDONESIA (IHWANI, 2016)
PENGARUH DESENTRALIS FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI ACEH (Anita , 2014)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FISCAL STRESS PADA KABUPATEN/KOTA DI INDONESIA (Aulia Arif, 2016)
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, BELANJA DAERAH, DESENTRALISASI FISKAL DAN FISCAL STRESS TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAERAH PADA KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI ACEH (Dedy Fernanda, 2018)
PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR, SUKU BUNGA DAN EKSPOR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA (YUNIDAR PURNAMA SARI, 2018)