PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS KEKUATAN BATUAN SERTA PERSEBARAN BATULEMPUNG FORMASI TUTUT MENGGUNAKAN DATA BAWAH PERMUKAAN DI PT BARA ENERGI LESTARI KECAMATAN SUKA MAKMUE DAN SEKITARNYA KABUPATEN NAGAN RAYA PROVINSI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS KEKUATAN BATUAN SERTA PERSEBARAN BATULEMPUNG FORMASI TUTUT MENGGUNAKAN DATA BAWAH PERMUKAAN DI PT BARA ENERGI LESTARI KECAMATAN SUKA MAKMUE DAN SEKITARNYA KABUPATEN NAGAN RAYA PROVINSI ACEH


Pengarang

RAFI RAMADHANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hidayat Syah Putra - 198803292019031012 - Dosen Pembimbing I
Dewi Sartika - 198906072019032018 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2004109010054

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geologi (S1) / PDDIKTI : 34201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Geologi., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

622.334

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Aceh merupakan salah satu wilayah penghasil batubara di Indonesia sehingga
diperlukan tahapan eksplorasi untuk mendukung aktivitas penambangan. Salah satu
tahapan dari eksplorasi batubara adalah pengeboran yang bertujuan mendapatkan
litologi bawah permukaan untuk melihat potensi di wilayah yang diekplorasi. Data
pengeboran dapat memberikan informasi tambahan seperti jenis litologi dan
ketebalannya serta kekuatan dari batuan. Penelitian ini akan dilakukan di PT. Bara
Energi Lestari yang berlokasi di Kecamatan Suka Makmue dan sekitarnya,
Kabupaten Nagan Raya dengan koordinat 4°8'25.23"- 4°11'8.00" Lintang Utara dan
96°14'37.67" - 96°17'19.87" Bujur Timur. Lokasi penelitian tersusun atas Formasi
Tutut (QTt) yang tersusun atas batupasir, batulumpur, konglomerat, batubara tipis
berselang-seling dan Endapan Alluvium (Qh) terendapkan tidak selaras yang
tersusun atas kerikil, pasir, lumpur, dan seterusnya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi kondisi geologi permukaan di lokasi penelitian yang dilakukan
dengan metode pemetaan geologi meliputi pengamatan singkapan dan pengamatan
bentang alam serta metode analisis petrografi untuk mengetahui jenis litologi di
lokasi penelitian. Selain itu, juga bertujuan untuk mengetahui persebaran dari
batulempung menggunakan data bawah permukaan dengan metode kolerasi
litostratigrafi serta untuk mengetahui kekuatan batuan dari batulempung di lokasi
penelitian menggunakan metode Uniaxial Comperssive Strength (UCS) dan
Geological Strenght Index (GSI). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu
kondisi geomorfologi yang terdiri atas Satuan Bentuklahan Fluvial (F1), Satuan
Bentuklahan Fluvial (F3), Satuan Bentuklahan Fluvial (F4), Satuan Bentuklahan
Denudasional (D2), dan Satuan Bentuklahan Denudasional (D5). Kondisi geologi
pada lokasi penelitian terdiri atas lima satuan litologi yaitu Satuan Batulempung
Formasi Tutut, Satuan Batulanau Formasi Tutut, Satuan Batupasir Formasi Tutut,
Satuan Endapan Pasir Meulaboh, dan Satuan Endapan Alluvial. Hasil dari
pemodelan geologi dari pengkorelasian data pengeboran menjelaskan bahwa
litologi yang penyeberannya paling dominan adalah batulempung. Dari segi
kekuatan batuan batulempung memiliki nilai kuat tekan dengan deskripsi batuan
sangat lemah yang lebih baik daripada batupasir dengan deskripsi batuan lemah
sekali. Hasil pengujian Geological Strenght Index (GSI) menunjukkan
batulempung memiliki nilai yang lebih rendah daripada batupasir, sehingga perlu
dilakukan penanganan berupa melapisi lapisan batulempung dengan material yang
lebih kasar untuk menambah faktor keselamatan apabila kondisi pada batulempung
mengalami perubahan dalam kondisi mengembang.

Aceh is one of the coal-producing areas in Indonesia so that exploration stages are needed to support mining activities. One of the stages of coal exploration is drilling which aims to obtain subsurface lithology to see the potential in the area being explored. Drilling data can provide additional information such as the type of lithology and its thickness and the strength of the rock. This research will be conducted at PT Bara Energi Lestari located in Suka Makmue Sub-district and surrounding areas, Nagan Raya Regency with coordinates of 4°8'25.23“- 4°11'8.00” North latitude and 96°14'37.67" - 96°17'19.87" East Longitude. The research location is composed of Tutut Formation (QTt) which is composed of sandstone, mudstone, conglomerate, intermittent thin coal and Alluvium Deposits (Qh) deposited not aligned which is composed of gravel, sand, mud, and so on. This research aims to identify the surface geological conditions at the research site carried out by geological mapping methods including outcrop observations and landscape observations and petrographic analysis methods to determine the type of lithology at the research site. In addition, it also aims to determine the distribution of mudstones using subsurface data with the lithostratigraphic correlation method and to determine the rock strength of mudstones at the research site using the Uniaxial Comperssive Strength (UCS) and Geological Strenght Index (GSI) methods. The results obtained from this research are geomorphological conditions consisting of Fluvial Landform Unit (F1), Fluvial Landform Unit (F3), Fluvial Landform Unit (F4), Denudational Landform Unit (D2), and Denudational Landform Unit (D5). The geological condition at the research location consists of five lithological units, namely the Tutut Formation Limestone Unit, Tutut Formation Limestone Unit, Tutut Formation Sandstone Unit, Meulaboh Sand Deposit Unit, and Alluvial Deposit Unit. The results of geological modeling from correlating drilling data explain that the lithology with the most dominant crossing is mudstone. In terms of rock strength, claystone has a compressive strength value with a very weak rock description that is better than sandstone with a very weak rock description. The Geological Strenght Index (GSI) test results show that claystone has a lower value than sandstone, so it is necessary to handle it in the form of coating the claystone layer with coarser material to increase the safety factor if the conditions in the claystone change in an expanding condition.

Citation



    SERVICES DESK