Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TANGGUNG JAWAB PEMILIK USAHA KOS TERHADAP KEHILANGAN BARANG PENYEWA (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH)
Pengarang
Syifa Azzahra - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Khairani - 196703221993032001 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2003101010259
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
343.071
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Berdasarkan Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen mengatur hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan merupakan landasan utama yang menjadi prioritas konsumen terhadap barang atau jasa yang akan mereka konsumsi. Pada praktiknya, khususnya pada usaha kamar kos di Kota Banda Aceh sering terjadi kehilangan barang milik penyewa dikarenakan kamar kos yang disewakan tidak memiliki fasilitas keamanan yang memadai. Hal ini tentunya tidak sejalan dengan peraturan yang ada, dimana penyewa seharusnya mendapat hak atas keamanan dan kenyamanan. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan perjanjian sewa menyewa rumah kos di Kota Banda Aceh, menjelaskan bentuk kehilangan yang pernah dialami oleh penyewa kamar kos dan menjelaskan tanggung jawab pelaku usaha penyewa kamar kos terhadap kehilangan barang milik penyewa kamar kos. Metode penelitian yang digunakan merupakan metodologi penelitian yuridis empiris. Dalam pelaksanaannya, digunakan dua metode pengumpulan data, yaitu Penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research). Pengolahan data dilakukan dengan metode kualitatif. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan perjanjian sewa menyewa kamar kos di Kota Banda Aceh masih dilakukan secara lisan sehingga sulit melakukan pembuktian jika terjadi perselisihan atau tidak terpenuhinya hak yang menyebabkan kerugian bagi salah satu pihak. Bentuk kehilangan barang yang dialami oleh penyewa kamar kos adalah kehilangan baju, laptop, helm dan barang berharga lainnya. Tanggung jawab pelaku usaha tidak sepenuhnya dilaksanakan dalam hal memenuhi kewajibannya dan memenuhi hak konsumen yang mengalami kerugian. Sebagian besar belum menerapkan sistem ganti rugi atas kehilangan barang milik penyewa kamar kos dikarenakan beberapa hal yang dipertimbangkan oleh pelaku usaha penyewa kamar kos, seperti tidak adanya perjanjian mengenai tuntutan ganti rugi atas kehilangan, kehilangan yang terjadi karena kelalaian dan sebagainya. Disarankan kepada pemilik usaha kamar kos dan penyewa untuk melakukan perjanjian sewa menyewa secara tertulis agar memudahkan pihak yang dirugikan jika nantinya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Disarankan kepada pemilik kamar kos untuk menyediakan fasilitas keamanan yang memadai untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bagi penyewa. Disarankan kepada pemilik usaha penyewaan kamar kos agar bertanggung jawab atas keamanan penyewa kos.
Based on Article 4 paragraph (1) of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, the right to comfort, security, and safety is the main basis that is a consumer priority for the goods or services they will consume. In practice, especially in the boarding house business in Banda Aceh City, there is often a loss of tenants' belongings because the rented boarding rooms do not have adequate security facilities. This is certainly not in line with existing regulations, where tenants should have the right to security and comfort. The purpose of writing this thesis is to explain the implementation of boarding house rental agreements in Banda Aceh City, explain the forms of loss that have been experienced by boarding house tenants and explain the responsibilities of boarding house tenants for the loss of boarding house tenants' belongings. The research method used is an empirical legal research methodology. In its implementation, two data collection methods are used, namely Library research and field research. Data processing is carried out using qualitative methods. From the results of the study, it is known that the implementation of the rental agreement for boarding rooms in Banda Aceh City is still done verbally so that it is difficult to provide evidence if there is a dispute or non-fulfillment of rights that cause losses to one of the parties. The form of loss of goods experienced by boarding room tenants is the loss of clothes, laptops, helmets and other valuables. The responsibility of business actors is not fully implemented in terms of fulfilling their obligations and fulfilling the rights of consumers who experience losses. Most have not implemented a compensation system for the loss of boarding room tenants' belongings due to several things that are considered by boarding room tenants, such as the absence of an agreement regarding claims for compensation for losses, losses that occur due to negligence and so on. It is recommended that boarding room business owners and tenants make a written rental agreement to make it easier for the injured party if something undesirable happens later. It is recommended that boarding room owners provide adequate security facilities to maintain security and comfort for tenants. It is recommended that boarding room rental business owners be responsible for the security of boarding house tenants.
TANGGUNG JAWAB HUKUM PENYEWA MOBIL DALAM KASUS KERUSAKAN MOBIL RENTAL (SUATU PENELITIAN DI CV. ATA FAMILY GROUP DI KOTA LHOKSEUMAWE) (Raisha Nazhira Mahdi, 2024)
TANGGUNG JAWAB PENJUAL TERHADAP BARANG ELEKTRONIK YANG MENGANDUNG CACAT TERSEMBUNYI (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (TIA RINANDA, 2021)
PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP KLAUSULA BAKU PENGALIHAN TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA DALAM PERJANJIAN PARKIR KENDARAAN BERMOTOR (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (BAIHAQI, 2020)
PERTANGGUNGJAWABAN PERDATA PENGELOLA PARKIR ATAS KEHILANGAN ATAU KERUSAKAN KENDARAAN KONSUMEN DI KOTA BANDA ACEH (Sarah Athari Meuraxa, 2023)
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PELAKU USAHA RENTAL KENDARAAN MINIBUS DI BANDA ACEH (M. AGUNG FADHILLAH, 2024)