PENILAIAN CAPAIAN PRIORITAS AKSI DAN TARGET GLOBAL SENDAI FRAMEWORK FOR DISASTER RISK REDUCTION PADA DATA KEJADIAN BENCANA DI PROVINSI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENILAIAN CAPAIAN PRIORITAS AKSI DAN TARGET GLOBAL SENDAI FRAMEWORK FOR DISASTER RISK REDUCTION PADA DATA KEJADIAN BENCANA DI PROVINSI ACEH


Pengarang

Yolanda - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hizir - 196805311993031003 - Dosen Pembimbing I
Rina Suryani Oktari - 198310122014042001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2309200140005

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Ilmu Kebencanaan (S2) / PDDIKTI : 61104

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk menilai capaian target global dan prioritas aksi
Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) di Provinsi Aceh dengan
fokus pada implementasi lokal. Instrumen penilaian dikembangkan berdasarkan
kajian literatur dan data bencana untuk mengukur capaian tujuh target global
SFDRR. Penelitian ini juga mengeksplorasi tantangan utama dan memberikan
rekomendasi strategis untuk meningkatkan efektivitas prioritas aksi SFDRR. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Provinsi Aceh telah mencapai kemajuan signifikan
pada lima dari tujuh target global SFDRR, meliputi penurunan angka kematian,
pengurangan populasi terdampak, penurunan kerugian ekonomi, pengurangan
kerusakan infrastruktur penting, dan penguatan sistem peringatan dini. Namun,
capaian pada strategi pengurangan risiko bencana lokal dan kerja sama
internasional masih memerlukan perhatian lebih. Analisis deskriptif data juga
mengungkapkan bahwa kerentanan wilayah pesisir dan pegunungan terhadap
bencana memerlukan strategi mitigasi yang lebih adaptif dan berbasis bukti.
Evaluasi prioritas aksi SFDRR mengidentifikasi berbagai tantangan, termasuk
keterbatasan kapasitas tata kelola, investasi pengurangan risiko bencana yang
rendah, dan kurangnya edukasi kebencanaan. Rekomendasi strategis yang
dihasilkan mencakup peningkatan kapasitas SDM, penguatan tata kelola
kelembagaan, optimalisasi pendanaan berbasis Corporate Social Responsibility,
dan pelibatan masyarakat dalam mitigasi risiko bencana. Temuan ini menekankan
pentingnya pendekatan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku
kepentingan lainnya untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di Provinsi Aceh.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi pemangku kebijakan
dan praktisi untuk memperkuat implementasi SFDRR di tingkat lokal, sekaligus
berkontribusi pada literatur ilmiah di bidang pengelolaan risiko bencana.

This study aims to evaluate the achievements of the global targets and priority actions of the Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) in Aceh Province, focusing on local implementation. The assessment instrument was developed based on literature reviews and disaster data to measure the achievement of the seven global SFDRR targets. This research also explores key challenges and provides strategic recommendations to enhance the effectiveness of SFDRR's priority actions. The findings indicate that Aceh Province has made significant progress in five out of the seven global SFDRR targets, including reducing disaster related fatalities, decreasing the affected population, minimizing economic losses, reducing damage to critical infrastructure, and strengthening early warning systems. However, achievements in developing local disaster risk reduction strategies and fostering international collaboration still require greater attention. Descriptive data analysis reveals that coastal and mountainous areas, which are highly vulnerable to disasters, need more adaptive and evidence-based mitigation strategies. The evaluation of SFDRR priority actions identifies several challenges, including limited governance capacity, low investment in disaster risk reduction, and inadequate disaster education. Strategic recommendations include enhancing human resource capacity, strengthening institutional governance, optimizing funding through Corporate Social Responsibility (CSR), and involving communities in disaster risk mitigation efforts. These findings underscore the importance of a collaborative approach among governments, communities, and stakeholders to improve disaster preparedness in Aceh Province. This study is expected to serve as a guide for policymakers and practitioners to strengthen the local implementation of SFDRR and contribute to the scientific literature on disaster risk management.

Citation



    SERVICES DESK