PENGARUH PUPUK KANDANG, BIOCHAR DAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT NILAM PADA INCEPTISOL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PUPUK KANDANG, BIOCHAR DAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT NILAM PADA INCEPTISOL


Pengarang

Husna Patisa - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zuraida - 196903101994032002 - Dosen Pembimbing I
Raichan Izzati - 199408292022032019 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2005108010007

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas pertanian Ilmu Tanah., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

631.422

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Tanaman nilam adalah salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomi paling tinggi. Tanaman nilam yang memiliki potensi yang sangat strategis untuk dikembangkan, karena minyak nilam bertindak sebagai bahan kuat yang memberikan sifat fiksatif permanen untuk mencegah penguapan. Sifat fiksatif ini yang menyebabkan minyak nilam digunakan secara luas di industri wewangian untuk memproduksi berbagai produk. Peningkatan produktivitas usahatani nilam juga tidak lepas dari perhatian akan tingkat kesuburan tanah karena tanah merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman nilam. Tingkat kesuburan tanah pada Inceptisol umumnya tergolong sedang hingga rendah. Permasalahan yang dijumpai pada tanah Inceptisol yaitu, tanah ini memiliki kandungan unsur hara yang kurang terutama nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), reaksi tanah (pH) yang agak masam. kapasitas tukar kation (KTK) dan, kandungan bahan organik rendah serta tingkat kesuburuan tanahnya rendah. Untuk meningkatkan produktivitas tanah inceptisol, alternatif yang dapat digunakan adalah dengan cara pemupukan menggunakan pupuk organik pupuk kandang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang, biochar dan FMA terhadap pertumbuhan bibit nilam pada tanah Inceptisol.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuannya terdiri dari P0= kontrol (tanpa pemberian pupuk kandang, biochar dan FMA), P1= pupuk kandang dengan dosis 10 ton ha-1, P2= pupuk kandang + biochar dengan dosis masing-masing 10 ton ha-1, dan P3= pupuk kandang 5 ton ha-1 + biochar 5 ton ha-1 + FMA 20 g pot-1. Setiap perlakuan tersebut dibuat sebanyak 4 ulangan sehingga terdapat 16 (enam belas) unit percobaan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang, biochar dan FMA berpengaruh tidak nyata terhadap peningkatan tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang pada bibit nilam. Rata-rata pertambahan tinggi tanaman akibat perlakuan pupuk kandang, biochar dan FMA yaitu 17 cm, rata-rata pertambahan jumlah daun sebanyak 21 helai, sedangkan rata-rata pertambahan jumlah cabang sebanyak 3 cabang.

SUMMARY Patchouli plants are one of the essential oil-producing plants that have the highest economic value. Patchouli plants have very strategic potential to be developed, because patchouli oil acts as a strong material that provides permanent fixative properties to prevent evaporation. This fixative property causes patchouli oil to be widely used in the fragrance industry to produce various products. Increasing the productivity of patchouli farming is also inseparable from attention to the level of soil fertility because soil is an environmental factor that affects the growth and yield of patchouli plants. The level of soil fertility in Inceptisols is generally classified as moderate to low. The problems encountered in Inceptisol soil are that this soil has a low nutrient content, especially nitrogen (N), phosphorus (P), and potassium (K), a slightly acidic soil reaction (pH). cation exchange capacity (CEC) and, low organic matter content and low soil fertility. To increase the productivity of Inceptisol soil, an alternative that can be used is by fertilizing using organic manure fertilizer. This study aims to determine the effect of manure, biochar and AMF on the growth of patchouli seedlings in Inceptisol soil. This study was conducted using a non-factorial randomized block design (RAK) with four treatments and four replications. The treatments consisted of P0 = control (without giving manure, biochar and AMF), P1 = manure with a dose of 10 tons ha-1, P2 = manure + biochar with a dose of 10 tons ha-1 each, and P3 = manure 5 tons ha-1 + biochar 5 tons ha-1 + AMF 20 g pot-1. Each treatment was made as many as 4 replications so that there were 16 (sixteen) experimental units. The results of this study indicate that the treatment of manure, biochar and AMF had no significant effect on the increase in plant height, number of leaves and number of branches in patchouli seedlings. The average increase in plant height due to the treatment of manure, biochar and AMF was 17 cm, the average increase in the number of leaves was 21 strands, while the average increase in the number of branches was 3 branches.

Citation



    SERVICES DESK