Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
SULAMAN TIKAR AMPANG DI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH
Pengarang
Sabariah Musnaini - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0406102030027
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2009
Bahasa
Indonesia
No Classification
746.44
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kata kunci : Sulaman, Tikar Ampang. Datarawn Tinggi Gayo
Sulaman Tikar Ampang merupakan salah satu bentuk seni kerajinan yang hampir punah di kalangan masyarakat Dataran Tinggi Gayo karena kelangkaan bahan bakunya, khususnya di Kampung Simpang Empat Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Oleh sebab itu penulis mengangkat sebuah judul tentang "Sulaman Tikar Ampung di Kecamatan Debesen Kabupaten Aceh Tengah". Masalah yang ingin diketahui adalah bagaimana proses menyulam, bentuk motif, serta makna yang terkandung dalam sulaman Tikar Ampang di Kecamatan Bebesen Kabupaten Aeh Tengah. Tujuan penelitian ini diantaranya untuk mengetahui proses pembuutan, bentuk motif, serta makna yang terkandung dalam sulaman Tkar Ampang Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskripuif yaitu data amg dikumpulk.an berupa kata-kata dan gambar yang bersifat uraian atau penjabaran. Sumber data diperoleh dari tokoh masyarak.at dan orang tua yang paham sera mampu membuat sulaman Tikar Ampang di Kampung Simpang Empat Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah, dengan teknilk observasi dan wawancara Tekik pengolahan dan analisis data menggunakan metode kualitatif, yaitu menguraikan bagaimana proses pembuatan, bentuk motif serta makna yang terkandung dalam sulaman Vilar Ampang Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat Gayo dalam melestarikan salah satu hasil kerajinan tangan yang bernilai estetis di Dataran Tinggi Gayo. Proses pembuatan sulaman Tikar Ampang menggunak.an benang wol yang beraneka warna dan jarum yang ditempah sendiri sesuai dengan ukuran yang diingink.an. Bentuk dan makna yang terkandung dalam setiap motif sulaman Tikar Ampang merupakan simbol dan lambang kehidupan, harapan, kharisma, dan kehormatan seorang perempuan serta harga diri sebuah keluarga dalam kehidupan masyarakat Gayo. Saat ini sulaman Tikar Ampang telah jarang kita temui, karena pengaruh teknologi dibidang industri kerajinan yang merubah kebutuhan masyarak.at terhadap Tikar Ampang Bahan baku yang semakin sulit didapatkan karena tidak lagi dibudidayakan oleh masyarakat Gayo.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENDAPATAN DAN PENGELUARAN PETANI KOPI DI DESA DALING KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH (fitria mayani, 2013)
GEDUNG SENI BUDAYA GAYO DI ACEH TENGAH (AUFANISA GEMASIH, 2015)
OPINI MAHASISWA TERHADAP PEMBERITAAN HARIAN SERAMBI INDONESIA TENTANG 15 SENI GAYO TIDAK MASUK PKA KE-VI TAHUN 2013 (STUDI TERHADAP MAHASISWA GAYO DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH) (Andryan Futra, 2015)
MAKNA MOTIF PADA KERAJINAN ANYAMAN AMPANG 12 DI GAMPONG PENGGALANGAN BLANGKEJEREN GAYO LUES (Alfira Rahmita, 2025)
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN RNPRAKARYA (SBDP) SE-KECAMATAN BEBESEN RNDI KABUPATEN ACEH TENGAH (Arjuna Syaputra, 2015)