KAJIAN PEMBUATAN MIE BASAH DENGAN VARIASI CAMPURAN PATI SAGU (METROXYLON SP.) DAN JAGUNG (ZEA MAYS) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN PEMBUATAN MIE BASAH DENGAN VARIASI CAMPURAN PATI SAGU (METROXYLON SP.) DAN JAGUNG (ZEA MAYS)


Pengarang

Harbiati - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0605105010029

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

664.755

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Mie merupakan salah satu jenis makanan yang paling populer di Asia khususnya di Asia Timur dan Asia Tenggara. Hal ini dikarenakan kemudahan dalam penyajian maupun jenis mie yang bervariasi menjadikan konsumen tidak bosan untuk mengkonsumsi mie. Bahan utama dalam pembuatan mie adalah tepung terigu Selama ini tepung terigu di Indonesia masih di import, namun demikian konsumsi masyarakat akan terigu semakin hari semakin bertambah. Salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap terigu yaitu dengan melakukan substitusi dengan beberapa produk non terigu seperti sagu dan jagung. Sagu dan jagung merupakan komoditas potensial sebagai bahan substitusi pangan dan bahan baku untuk industri Salah satunya dalam pembuatan mie basah. Dengan adanya sagu dan jagung sebagai bahan substitusi tengu, maka diharapkan ketergantungan terhadap terigu dapat dikurang Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor yaitu konsentrasi tepong terigu yang digunakan (P), yang terdiri dari dua taraf yaitu PI = 60% dan P2 = 70 % (dari total 100%), dan perbandingan pati sagu dan jagung (Q). yang terdiri dari 4 taraf yaitu Q1 =1: 5,Q2=1: 2, Q3 =2: I,dan Q4 = 5:I
Analisis yang dilakukan adalah analis kimia yang meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, dan kadar protein. uji putus dan uji organoleptik meliputi fasa, aroma, warna, dan tekstur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor konsentrasi tepung terigu memberikan pengaruh yang sangat nyata (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK