Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON BUSA BERSERAT TEBU (STUDI KASUS LINGKUNGAN TERLINDUNG, TIDAK TERLINDUNG DAN TERTIMBUN TANAH)
Pengarang
Maulidia sari - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0704101010121
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2012
Bahasa
Indonesia
No Classification
624.183 2
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton busa berserat tebu pada Lingkungan Terlindung (LT), Lingkungan Tidak Terlindung (LTT), dan Lingkungan Tertimbun Tanah (LTN). Benda uji yang dibuat yaitu beton busa dengan SG I,6. menggunakan persentase serat tebu 1,5% terhadap berat jenis beton busa dan Faktor Air Semen (FAS) 0,4. Panjang serat tebu 25 mm. Pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah dilakukan pada benda uji silinder berdiameter I5 cm dan tinggi 30 cm masing-masing sebanyak 50 buah. Hasil penelitian manunjukkan bahwa lingkungan perawatan beton mempengaruhi durabilitas beton busa berserat tebu, yang meliputi kuat tekan dan kuat tarik belah pada lingkungan yang berbeda selama I bulan, 2 bulan dan 3 bulan setelah 28 hari perawatan. Peningkatan kuat tekan terbesar terjadi pada beton busa berserat tebu pada Lingkungan Tertimbun Tanah (LTN) umur 3 bulan yaitu 11.934% dan nilai kuat tarik belah beton busa berserat tebu terbesar pada beton busa berserat tebu Lingkungan Terlindung (LT) umur 3 bulan yaitu 20,674%. Terjadi penurunan kuat tekan beton busa pada kondisi LT sebesar 2,469%; 3,704%: dan 5,185% pada I bulan, 2 bulan dan 3 bulan, penurunan pada Lingkungan Tidak Terlindung (LTT) sebesar 1,235%: 16,975%: dan 17.284% Sedangkan pada kondisi LTN terjadi kenaikan pada umur I bulan, 2 bulan dan 3 bulan perawatan yaitu sebesar 0,617% ; 8,642%; dan 11,934% Peningkatan kuat tarik belah beton busa pada kondisi LT adalah 0,251%; 2,483%; dan 20,674% pada umur I bulan, 2 bulan dan 3 bulan. Untuk kondisi LTT dan LTN mengalami penurunan yaitu sebesar 20,283% ; 21,060%; dan 31,836% pada LTT dan 0,546%: 13,634%; dan 14,573% pada I bulan, 2 bulan dan 3 bulan pada kondisi LTN, Berdasarkan analisa varian dan analisa regresi waktu perawatan tidak berpengaruh nyata pada kuat tekan dan kuat tarik belah beton busa, sedangkan faktor lingkungan
berpengaruh nyata.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON BUSA BERSERAT NYLON (RIAN RIZKI YANTAMA, 2024)
PENGARUH PENGGUNAAN CAMPURAN ABU AMPAS TEBU DAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI PADA LINGKUNGAN YANG BERBEDA (Nadya Rayyana, 2017)
PENGARUH PENGGUNAAN ABU AMPAS TEBU DAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON MUTU TINGGI PADA LINGKUNGAN BERBEDA (Balqis Pratami Sartono, 2019)
PENGARUH PENGGUNAAN SERAT TEBU TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON PADA LINGKUNGAN YANG BERBEDA (STUDI KASUS PADA LINGKUNGAN TERLINDUNG, TIDAK TERLINDUNG DAN TERTIMBUN DALAM TANAH) (Nailil Muna, 2024)
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TEBU TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAB BETONRNPADA LINGKUNGAN TERLINDUNG, TIDAK TERLINDUNG DAN TERTIMBUN DALAM TANAH (JULHAM AKSAR, 2024)