PELAKSANAAN DIVERSI BERBASIS RESTORATIVE JUSTICE TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PELAKSANAAN DIVERSI BERBASIS RESTORATIVE JUSTICE TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

M. Aca Hasryansyah Putra - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mahfud - 198004152005011003 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2003101010215

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak disebutkan bahwa sistem peradilan pidana anak wajib mengutamakan pendekatan restorative justice. Salah satu implementasi restorative justice di Kepolisian Resor Kota Banda Aceh pada Pasal 362 KUHP. Namun dalam penerapan Diversi berbasis restorative justice masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya di Kepolisan Resor Kota Banda Aceh.

Tujuan Penelitian skripsi ini ialah untuk menjelaskan penerapan Diversi berbasis Restorative Justice terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Kota Banda Aceh, kendala dalam penerapan Diversi terhadap anak di bawah umur yang melakukan tindak pidana pencurian di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Kota Banda Aceh dan upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala Diversi berbasis Restorative Justice terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Kota Banda Aceh.

Untuk mendapatkan data dilakukan penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan dengan metode yurids empiris. Penelitian lapangan dilakukan dengan cara melakukan wawancara terhadap responden dan juga informan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku, jurnal, dan juga peraturan perundang-undangan.

Hasil Penelitian mengungkapkan bahwa diversi di tingkat penyidikan merupakan pendekatan awal untuk menangani tindak pidana anak, yang dilaksanakan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak melalui mediasi. Namun, dalam proses penerapan Diversi berbasis Retorative Justice di kepolisian Resor Kota Banda Aceh didapati beberapa kendala, seperti rendahnya pemahaman masyarakat, sikap korban yang enggan berdamai, tuntutan ganti rugi tinggi, dan kurangnya fasilitas pendukung untuk mengatasi kendala tersebut, kepolisian Resor Kota Banda Aceh telah melakukan upaya-upaya antara lain, yakni melakukan sosialisasi kepada masyarakat, melakukan pendekatan personal kepada pihak-pihak yang terlibat, mengkoordinasikan dengan pihak terkait,melakukan patroli rutin,dan peran orang tua.

Disarankan Kepada seluruh pihak untuk kooperatif mengikuti prosedur mediasi yang dilakukan oleh kepolisian dan selalu mengutamakan aspek kekeluargaan,kepada orang tua agar selalu memperhatikan tingkah laku anaknya selama proses perkembangan anak menuju dewasa dikarenakan peran orang tua menjadi kunci utama pencegahan tindak kriminalitas yang dilakukan oleh anak.

Article 5 paragraph (1) of Law Number 11 of 2012 on the Juvenile Criminal Justice System states that the juvenile criminal justice system must prioritize a restorative justice approach. One implementation of restorative justice at the Banda Aceh City Police is found in Article 362 of the Criminal Code. However, in the implementation of diversion based on restorative justice, there are still several challenges in its execution at the Banda Aceh City Police. The purpose of this thesis is to explain the implementation of diversion based on restorative justice for children committing theft in the jurisdiction of the Banda Aceh City Police, the obstacles in implementing diversion for minors committing theft in the Banda Aceh City Police jurisdiction, and the efforts made to overcome these challenges in implementing diversion based on restorative justice for children committing theft in the Banda Aceh City Police jurisdiction. To gather data, field research and library research were conducted using a juridical-empirical method. Field research was carried out through interviews with respondents and informants. Library research was conducted by reading books, journals, and regulations. The research findings reveal that diversion at the investigation level is the initial approach for handling juvenile crimes, implemented by the Women and Children Protection Unit through mediation. However, in the process of implementing diversion based on restorative justice at the Banda Aceh City Police, several challenges were found, such as low public understanding, victims' reluctance to reconcile, high restitution demands, and a lack of supporting facilities. To address these challenges, the Banda Aceh City Police has made several efforts, including conducting public socialization, taking personal approaches to the parties involved, coordinating with relevant stakeholders, conducting routine patrols, and emphasizing the role of parents. It is recommended that all parties cooperate by following the mediation procedures conducted by the police and always prioritize family aspects. Parents should closely monitor their children's behavior during their development into adulthood, as parental involvement is a key factor in preventing criminal behavior by children.

Citation



    SERVICES DESK