Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
FORMULASI BISKUIT KELAPA PARUT KERING DENGAN PERLAKUAN PENYANGRAIAN DAN TANPA PENYANGRAIAN
Pengarang
Eni Darlia - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0405105010036
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Biskuit merupakan produk makanan yang dibuat dari bahan dasar terigu yang dipanggang hingga kadar air kurang dari 5%. Di Indonesia dalam hal ini Departemen Perindustrian RI membagi biskuit menjadi 4 kelompok yaitu: biskuit keras, crackers, cookies dan wafer. Kelapa parut kering (Desiccated Coconut) adalah produk hasil olahan kelapa yang berupa butiran-butiran kecil yang dibuat dari buah kelapa segar dengan kualitas tinggi agar menghasilkan kualitas terbaik dengan warna putih bersih. Produk ini biasanya diperlukan oleh perusahaan biskuit, kue-kue, es krim, dan lain-lain. Penambahan kelapa parut kering pada pembuatan biskuit sangat menguntungkan dari segi ekonomis. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memberikan infonnasi tentang kegunaan kelapa parut kering sebagai alternatif bahan pangan yang dapat mengurangi penggunaan tepung terigu sedangkan secara khusus bertujuan untuk mempelajari persentase penambahan kelapa parut kering terhadap tepung terigu dan variasi perlakuan kelapa parut kering (proses penyangraian dan tanpa penyangraian) terhadap mutu biskuit yang dihasilkan.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial pola 2 x 3 dengan 3 kali ulangan. Pcrlakuan yang diberikan pada penelitian ini terdiri atas 2 faktor, yaitu persentase penambahan kelapa parut
kering terhadap tepung terigu (T), yang terdiri dari 3 taraf yaitu T1= 25%, T=2 50% dan T3,= 75% dan variasi perlakuan kelapa parut kering (P) yang terdiri atas
2 taraf yaitu P1 = penyangraian dan P2 = tanpa penyangraian. Analisis biskuit yang dilakukan meliputi analisis bilangan peroksida, kadar air, kadar protein, kadar lemak, dan uji organoleptik yaitu uji hedonik (aroma, warna, rasa, dan tekstur) serta uji deskripsi (tekstur dan rasa).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor persentase penambahan kelapa parut kering terhadap tepung terigu berpengaruh sangat nyata (P
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYANGRAIAN TERHADAP MUTU KOPI ARABIKA GAYO (Kaswindi, 2017)
PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS BAHAN BAKAR DAN PENGARUHNYA TERHADAP ENERGI YANG DIHASILKAN PADA PROSES PENYANGRAIAN KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGAEA L.) (Zahara, 2013)
PENGARUH SUHU PENGERINGAN KELAPA PARUT KERING DAN SUHU PEMANGGANGAN BISKUIT TERHADAP KARAKTERISTIK BISKUIT KELAPA PARUT KERING. (Siti Aminah, 2025)
KAJIAN KARAKTERISTIK BUBUK KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA) BERDASARKAN SUHU DAN LAMA PENYANGRAIAN (Rika Septiana, 2017)
PENGUKURAN KANDUNGAN KAFEIN DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDUHAN BUBUK KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA L.) GAYO PADA BEBERAPA TINGKATAN PENYANGRAIAN (Bambang Aji Nagan, 2016)