TANGGUNG JAWAB DOKTER DALAMRNPEMENUHAN HAK PASIEN IBU HAMILRN(PENELITIAN PADA RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TANGGUNG JAWAB DOKTER DALAMRNPEMENUHAN HAK PASIEN IBU HAMILRN(PENELITIAN PADA RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK BANDA ACEH)


Pengarang

Mutia Dwitahara Putry - Personal Name;

Dosen Pembimbing

M. Jafar - 196612311992031018 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2003101010032

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pentingnya kesehatan ibu hamil dan peran dokter dalam memenuhi hak pasien. Kasus yang terjadi dalam perkara Nomor 38/Pdt.G/2016/PN.Bna yang mana menimbulkan kerugian bagi pasien ibu hamil terhadap kelalaian medis di RSIA (Rumah Sakit Ibu dan Anak) Banda Aceh sesuai dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Adanya tanggung jawab yang dibebankan kepada dokter merupakan akibat dari kesalahan perlakuan medis yang dilakukan dan menyebabkan kerugian bagi pasien ibu hamil, tanggung jawab ini dibebankan kepada dokter, serta tanggung jawab dalam pemenuhan hak-hak pasien ibu hamil dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan bentuk tanggung jawab dokter dalam menjamin pemenuhan hak pasien ibu hamil, untuk menjelaskan penyebab hakim memutuskan tanggung jawab renteng dan untuk menjelaskan pelaksanaan putusan hakim terkait tanggung jawab renteng.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis empiris dengan pertimbangan penelitian terhadap tanggung jawab dokter dalam pemenuhan hak pasien ibu hamil dan untuk mendapatkan bahan dan data dalam penelitian ini, dilakukannya melalui penelitian lapangan dan juga penelitian kepustakaan untuk melengkapi data penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukan bahwa, bentuk tanggung jawab tergugat jawab tergugat meliputi ganti kerugian materiil dan immateril, pencabutan izin praktek tergugat I dan tergugat III dan juga dikenakan tanggung renteng kepada para tergugat berupa ganti kerugian sejumlah uang Rp.500.000.000.00.-, tergugat I bertanggung jawab atas 70% atau Rp.350.000.000.00.- sedangkan tergugat II dan tergugat III menanggung masing-masing 15% yaitu senilai Rp.75.000.000.00.-. Hakim memutuskan tanggung jawab renteng berdasakan Pasal 1365 KUHPerdata, karena tergugat menyebabkan kerugian materiil dan immateril atau kehilangan nyawa seseorang dan beban mental yang dipikul oleh penggugat. Pelaksanaa ganti kerugian tergugat I dan tergugat III meminta ganti kerugian Rp.500.000.000.00.- dari tergugat II (RSIA), tergugat II hanya membayar 15% atau Rp.75.000.000.00.- dan menolak membayar sisanya, meskipun ganti kerugian tersebut telah dianggarkan dari APBA dan tergugat I masih menunggu pembayaran penuh dari tergugat II.
Disarankan kepada dokter dan tenaga medis yang melakukan kelalaian medis harus bertanggung jawab dan membayar ganti kerugian serta menjalankan tanggung jawab sesuai dengan etika profesi. Kepada para pihak agar patuh terhadap proses hukum yang berlangsung serta perlu diperkuat penegakan hukum dalam pengadilan, sehingga menggurangi risiko kejadian serupa.

The importance of maternal health and the role of doctors in fulfilling patient rights. The case that occurred in case Number 38/Pdt.G/2016/PN.Bna which caused losses for pregnant patients due to medical negligence at RSIA (Mother and Child Hospital) Banda Aceh in accordance with Law Number 17 of 2023 concerning Health. The responsibility imposed on the doctor is a result of medical treatment errors that are carried out and cause losses for pregnant patients, this responsibility is imposed on the doctor, as well as the responsibility in fulfilling the rights of pregnant patients in providing health services. The purpose of writing this thesis is to explain the form of doctor's responsibility in ensuring the fulfillment of the rights of pregnant patients, to explain the reasons why the judge decided on joint liability and to explain the implementation of the judge's decision regarding joint liability. The research method used is an empirical legal research method with consideration of research on the responsibility of doctors in fulfilling the rights of pregnant patients and to obtain materials and data in this study, it was carried out through field research and also library research to complete the data for this study. The results of the study indicate that the form of the defendant's liability includes compensation for material and immaterial losses, revocation of the practice licenses of defendant I and defendant III and also imposed joint liability on the defendants in the form of compensation in the amount of Rp.500,000,000.00.-, defendant I is responsible for 70% or Rp.350,000,000.00.- while defendant II and defendant III each bear 15% which is Rp.75,000,000.00.-. The judge decided joint liability based on Article 1365 of the Civil Code, because the defendant caused material and immaterial losses or the loss of someone's life and the mental burden borne by the plaintiff. The implementation of compensation for Defendant I and Defendant III requested compensation of Rp.500,000,000.00.- from Defendant II (RSIA), Defendant II only paid 15% or Rp.75,000,000.00.- and refused to pay the rest, even though the compensation had been budgeted from the APBA and Defendant I was still waiting for full payment from Defendant II. It is recommended that doctors and medical personnel who commit medical negligence must be responsible and pay compensation and carry out their responsibilities in accordance with professional ethics. The parties must comply with the ongoing legal process and it is necessary to strengthen law enforcement in court, so as to reduce the risk of similar incidents.

Citation



    SERVICES DESK