Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERANCANGAN AQUATIC RESEARCH CENTER DI SABANG
Pengarang
ANDRE FRANNATA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1804104010051
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik Arsitektur., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
727.5
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Lautan menutupi sebagian besar wilayah Indonesia. Potensi kelautan yang ada pada negara kepulauan ini, dengan aneka kekayaan keanekaragaman hayati laut dan pendapatan ekonomi kelautan yang mencapai Rp19,6 Triliun per tahunnya membuat sektor kelautannya menjadi sektor yang krusial dalam pendapatan negara Indonesia. Berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, Provinsi Aceh menyimpan kekuatan potensi alam dan hasil laut yang banyak dengan luasan laut lima kali lebih besar dari daratan. Wilayah laut memberikan sumbangan pendapatan daerah yang besar, dengan persentase penduduk yang tinggi bergantung pada pariwisata dan hasil laut.
Sebagai negara yang berkembang, perkembangan teknologi dan keilmuan akan mendukung terciptanya ekonomi dan lapangan kerja yang baru dengan didukung oleh fasilitas-fasilitas penelitian terkait. Aquatic Research Center bertujuan untuk memfasilitasi para peneliti dalam berinovasi sehingga dapat mengembangkan ilmu kelautan dan perikanan di Indonesia, juga memberikan pelatihan bagi kalangan umum baik yang berkecimpung dengan laut dan ikan ataupun sektor lain sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan pemahamannya tentang laut.
Pusat penelitian ini ditujukan sebagai suatu pelopor dalam ilmu kelautan dan perikanan dalam tujuannya untuk membangkitkan perekonomian bangsa lewat perkembangan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi sehingga dapat bersaing di kancah Internasional.
The ocean covers most of Indonesia's territory. The maritime potential of this archipelagic country, with its diverse marine biodiversity and marine economic income reaching IDR 19.6 trillion per year, makes the maritime sector crucial to Indonesia's national revenue. Bordering directly with the Indian Ocean, Aceh Province holds significant natural potential and marine resources, with its marine area five times larger than its land area. The maritime region contributes significantly to local income, with a high percentage of the population relying on tourism and marine products. As a developing country, technological and scientific advancements will support the creation of new economic opportunities and jobs, backed by related research facilities. The Aquatic Research Center aims to facilitate researchers in innovating, thus advancing marine and fisheries science in Indonesia, while also providing training for the general public, whether they are involved in the maritime and fisheries sectors or other fields, to improve the economy and increase awareness about the ocean. This research center is intended as a pioneer in marine and fisheries science, with the goal of boosting the nation's economy through the advancement of knowledge and technological innovation, so that Indonesia can compete on the international stage.
PERANCANGAN ACEH AQUATIC CENTER DI ACEH BESAR (RIDHA AL FARISI, 2024)
ACEH AQUATIC CENTER (Ema Silviana, 2014)
PERANCANGAN AQUATIC THEME PARK DI BANDA ACEH (Luthfiah Raqiqah, 2025)
PERANCANGAN AQUATIC CENTRE DI BANDA ACEH TEMA: ARSITEKTUR METAFORA (M GIBRAN ASNAWI, 2025)
ACEH UTARA SHOPPING CENTER (Syarif Wahyu Shafarza, 2015)