DETEKSI RESISTENSI ANTIBIOTIK TERHADAP KLEBSIELLA SP. ISOLAT SALURAN PERNAFASAN BAGIAN ATAS SAPI ACEH DI PETERNAKAN RAKYAT KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

DETEKSI RESISTENSI ANTIBIOTIK TERHADAP KLEBSIELLA SP. ISOLAT SALURAN PERNAFASAN BAGIAN ATAS SAPI ACEH DI PETERNAKAN RAKYAT KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Tuah Alya Syakira - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Darniati - 198310262008122002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2102101010146

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Hewan., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

636.089 62

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Sapi Aceh merupakan ras sapi asli yang berasal dari provinsi Aceh, Indonesia. Penerapan
sistem pemeliharaan semi intensif yang umum dilakukan oleh peternak di Aceh, biasanya
menyebabkan sapi lebih rentan terhadap paparan penyakit, seperti infeksi saluran pernapasan yang
disebabkan oleh virus atau bakteri. Salah satu bakteri berbahaya yang dapat menginfeksi saluran
pernafasan bagian atas adalah Klebsiella sp., yang dapat menyebabkan infeksi serius di saluran
pernapasan bagian atas dan bahkan pneumoniae. Tujuan dari penelitian ini adalah, untuk mendeteksi
resistensi bakteri Klebsiella sp. yang diisolasi dari saluran pernafasan bagian atas sapi aceh terhadap
antibiotik. Penelitian ini dilakukan dengan metode crossectional study. Sampel yang digunakan
berupa swab nasal dari 30 ekor sapi aceh yang dipelihara dengan menerapkan sistem semi intensif.
Sampel diambil dengan menggunakan metode random sampling. Pemeriksaan dilakukan dengan
melakukan isolasi dan identifikasi bakteri dengan menggunakan metode Carter yang dimodifikasi
dan dilanjutkan dengan pengujian sensitivitas antibiotik dengan menggunakan metode Kirby-Bauer.
Hasil isolasi dan identifikasi, ditemukan dua jenis spesies Klebsiella, yaitu Klebsiella oxytoca dan
Klebsiella pneumoniae. Klebsiella oxytoca diisolasi dari 4 individu (13%), dan K. pneumoniae
diisolasi dari 3 individu (10%). Kedua spesies bakteri ini secara umum menunjukkan resistensi
terhadap clindamycin (100%), eritromisin (100%), gentamisin (85%), tetrasiklin (85%),
ciprofloxacin (85%) dan kloramfenikol (42%). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan
dapat disimpulkan bahwasanya Klebsiella sp, dapat ditemukan pada saluran pernafasan bagian atas
sapi aceh yang tidak menunjukkan gejala klinis. Secara umum bakteri tersebut telah mengalami
resistensi terhadap berbagai antibiotik. Namun, antibiotik yang masih efektif untuk digunakan
berdasarkan hasil uji sensitivitas adalah kloramfenikol.

Kata kunci : Klebsiella sp, Antibiotik, Sapi aceh, Saluran pernafasan bagian atas

ABSTRACT Aceh cattle are a native breed of cattle originating from Aceh province in Indonesia. The application of a semi-intensive husbandry system commonly practiced by farmers in Aceh usually makes cattle more susceptible to disease exposure, such as respiratory tract infections caused by viruses or bacteria. One of the dangerous bacteria that can infect the upper respiratory tract is Klebsiella sp., which can cause serious infections in the upper respiratory tract and even pneumoniae. The aim of this study was to detect the resistence of Klebsiella sp. bacteria isolated from the upper respiratory tract of aceh cattle to antibiotics. This research was conducted using a cross-sectional study method. The samples used were nasal swabs from 30 Aceh cattle raised under a semi-intensive system. The samples were taken using the random sampling method. The examination was conducted by isolating and identifying the bacteria using Carter’s methods, followed by antibiotic sensitivity testing with Kirby-Bauer methods. The results of the isolation and identification revealed two species of Klebsiella, strain Klebsiella oxytoca and Klebsiella pneumoniae. Klebsiella oxytoca was isolated from 4 individuals (13%), and K. pneumoniae was isolated from 3 individuals (10%). Both species of bacteria generally showed resistance to clindamycin (100%), erythromycin (100%), gentamicin (85%), tetracycline (85%), ciprofloxacin (85%), and chloramphenicol (42%). Based on this research results that have been conducted, it can be concluded that Klebsiella sp. can be found in the upper respiratory tract of Aceh cattle that do not show clinical symptoms. In general, the bacteria have developed resistance to various antibiotics. However, the antibiotics that is still effective to use based on the sensitivity test result is chloramphenicol. Keywords: Klebsiella sp, Antibiotics, Aceh cattle, Upper respiratory tract

Citation



    SERVICES DESK