Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STANDARDISASI WAKTU PROSES PENGOLAHAN PADA UNIT PRODUKSI KAKAO OLAHAN OPERASI RIMBUN, PIDIE JAYA
Pengarang
Hanif Syahputra - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0605105010042
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2011
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Koperasi Rimbun merupakan suatu badan usaha di Pidie Jaya yang bergerak dalam bidang pengolahan cokelat dengan produk-produk hasil olahan. yaitu lemak cokelat, bubuk cokelat, bubuk 3 in 1, dan cokelat batang.
Berdasarkan data bulan Juli-Oktober 2011, permintaan akan produk olahan cokelat mengalami peningkatan. Tingginya minat pelanggan mengakibatkan usaha yang bergerak dalam bidang mengolahan cokelat ini semakin banyak menerima pesanan untuk membuat berbagai macam produk olahan cokelat. Banyaknya pesanan dari pelanggan juga berpengaruh pada kualitas produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, Koperasi Rimbun perlu mempertimbangkan peningkatan produksi cokelat untuk memenuhi kebutuhan, salah satunya dengan cara ingin mengkaji kembali terhadap lamanya proses kegiatan per stasiun produksi schingga didapat waktu standar produksi agar produksi lebih optimal dan mudah untuk dikendalikan.
Adapun stasiun-stasiun produksi yang dihitung lama proses produksinya adalah stasiun kerja pengeringan, penyangraian, pengupasan kulit, pemastnan kasar, pengepresan, penggilingan bubuk. pengayakan bubuk, pencampuran bubuk, pencampuran adonan (miring), refining. dan conching.
Pala penelitian ini, data diperoleh dengan pengamatan langsung menggunakan metode Stop Watch Time Study. Dimana pengambilan sampel dilakukan secara acak (random) sebanyak 5 kali ulangan dengan faktor penyesuaian dan kelonggaran menurut sister Westinghouse
Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu standar operator pada stasiun kerja penyangraian adalah 36 menit, stasiun kerja pengupasun kulit selama 193 menit, stsiun kerja pemastaan kasar sclama 276 menit, stasiun kerja pengepresan selama 78 menit, stasiun kerja penggilingan bubuk selama I7 menit, stasiun kerja
pengayakan bubuk selama 14 men it, stasiun kerja pencampuran bubulk selama 36 menit, stasiun kerja pencampuran adonan selama 17 menit, stasiun kerja refiner selama 30 menit dan stasiun kerja conching selama 30 menit.
Untuk stasiun kerja pengupasan kulit, pemastaan kasar, pengepresan, penggilingan bubuk dan pengayakan bubuk, waktu kerja operator tidak dapat dipisahkan dengan waktu kerja mesin. karena lamanya waktu kerja mesin sangat tergantung sepenuhnya dari operator.
Umumnya waktu standar operator lebih besar dari hasil pengamatan disebabkan karena selama melakukan aktivitasnya, operator tidak memanfaatkan faktor kelonggaran untuk kebutuhan pribadi, seperti pergi ke kamar kecil. minum sekedarnya untuk menghilangkan rasa haus, dan bercakap-cakap dengan teman sekerja sekedar untuk menghilangkan ketegangan ataupun kejermuan dalam kerja.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENILAIAN KUALITAS TANAH KEBUN KAKAO RAKYAT DENGAN KRITERIA MINIMUM DATA SET (MDS) DAN HUBUNGANNYA DENGAN PRODUKSI KAKAO DI KABUPATEN PIDIE JAYA (Ayu Azzuhra, 2021)
ANALISIS SALURAN PEMASARAN DAN FAKTORRNYANG MEMPENGARUHI TINGKAT PRODUKSI KAKAORNDI KECAMATAN BANDAR BARU KABUPATEN PIDIE JAYA (Fantashir Awwal Fuqara, 2014)
ANALISIS TEKNIK PENGELOLAAN PERKEBUNAN KAKAO TERHADAP KUALITAS PRODUKSI DI KECAMATAN BANDAR DUA KABUPATEN PIDIE JAYA (Lenny Handayani Marza, 2017)
ANALISIS EFISIENSI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KAKAO DI KECAMATAN BANDAR BARU KABUPATEN PIDIE JAYA (Dahrul Yani, 2017)
MINAT PETANI DALAM MELAKUKAN PASCA PANEN KAKAO SESUAI ANJURAN YANG BENAR DI DESA BAROH MUSA KECAMATAN BANDAR BARU KABUPATEN PIDIE JAYA (Ayu Minarti, 2024)