KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU BIMBINGAN KONSELING (BK) DENGAN SISWA DALAM MENANGANI PERILAKU MEMBOLOS DI SMAN 1 KOTA SUBULUSSALAM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU BIMBINGAN KONSELING (BK) DENGAN SISWA DALAM MENANGANI PERILAKU MEMBOLOS DI SMAN 1 KOTA SUBULUSSALAM


Pengarang

JASNI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rahmat Saleh - 198009142010121001 - Dosen Pembimbing I
Maini Sartika - 198005012017012101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2010102010137

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Ilmu Komunikasi., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

153.6

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini dilatar belakangi oleh seringnya perilaku membolos yang muncul di SMA
Negeri 1 kota Subulussalam. Sehingga perlunya pengkajian terkait dengan perilaku
membolos siswa tentang apa saja hambatan komunikasi interpersonal yang terjadi
antara guru bimbingan konseling dengan siswa yang membolos, pendekatan yang
dilakukan oleh guru bimbingan konseling dengan siswa yang membolos. Penelitian ini
dilakukan pada siswa kelas X dan XI yang sering membolos. Teknik pengumpulan data
dilakukan dengan dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa hambatan-hambatan komunikasi interpersonal yang terjadi antara guru
bimbingan konseling dan siswa yang membolos di SMA Negeri 1 kota subulussalam
yaitu hambatan persepsi, hambatan budaya, hambatan bahasa dan gaya komunikasi.
Faktor yang mendorong siswa berperilaku membolos meliputi faktor dari diri sendiri,
faktor keluarga, dan faktor lingkunga. Keterlibatan orang tua dalam perilaku membolos
siswa utamanya adalah orang tua tidak terlibat langsung dalam bimbingan konseling
guru dengan siswa di sekolah. Penanganan yang sudah dilakukan oleh guru bimbingan
konseling adalah dengan pendekatan komunikasi interpersonal, guru bimbingan
konseling memanggil siswa perilaku membolos untuk dilaksanakan bimbingan,
pemangilan orang tua, serta kerja sama dengan wali kelas, kepala sekolah dan orang
tua siswa.
Kata Kunci: Bimbingan Konseling, Hambatan Komunikasi, Komunikasi
Interpersonal, Membolos

This research is motivated by the frequent truant behavior that appears at SMA Negeri 1 Subulussalam city. So there is a need for studies related to students' truant behavior regarding what interpersonal communication barriers occur between guidance and counseling teachers and truant students, the approaches taken by counseling guidance teachers and truant students. This research was conducted on class X and XI students who often played truant. Data collection techniques were carried out using documentation and interviews. The results of this research show that the interpersonal communication barriers that occur between guidance and counseling teachers and truant students at SMA Negeri 1 Subulussalam City are perception barriers, cultural barriers, language barriers and communication styles. Factors that encourage students to behave truant include personal factors, family factors, and environmental factors. Parental involvement in students' truant behavior is mainly because parents are not directly involved in teacher counseling with students at school. The handling that has been carried out by the guidance and counseling teacher is an interpersonal communication approach, the guidance and counseling teacher calls students for truant behavior for guidance, calls parents, and collaborates with the homeroom teacher, school principal and students' parents. Keywords: Communication Barriers, Counseling Guidance Teachers, Interpersonal Communication, Skipping Class

Citation



    SERVICES DESK