BUDAYA TUTUR PADA MASYARAKAT SUKU GAYO SEBAGAI IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER DI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

BUDAYA TUTUR PADA MASYARAKAT SUKU GAYO SEBAGAI IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER DI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH


Pengarang

Aula Ruhnayanti - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Saiful - 197606142001121002 - Dosen Pembimbing I
Yusrijal Abdar - 199203202021021101 - Dosen Pembimbing II
Muhammad Yunus - 197203102005011001 - Penguji
Hasbi Ali - 197011222005011002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1906101010022

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FKIP., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Aula Ruhnayati. (2024). Budaya Tutur Pada Masyarakat Suku Gayo Sebagai Implementasi Nilai-Nilai Karakter Di Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Dr. Saiful, S.Pd., M.Si dan Yusrijal Abdar S.Pd., M.H.



Keberagaman bahasa dan budaya Indonesia merupakan kekayaan yang menjadikan bangsa Indonesia memiliki keunikan di antara banyak bangsa di dunia. Budaya pertuturan mencerminkan cara orang berkomunikasi, memanfaatkan faktor-faktor tertentu, dan membentuk hubungan antar individu dalam masyarakat. Tutur merupakan simbol sosial dan identitas masyarakat Gayo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) budaya pertuturan yang mempengaruhi interaksi sosial Masyarakat Suku Gayo di Kecamatan Bebesen, (2) nilai-nilai karakter yang dijunjung tinggi dalam budaya pertuturan di Masyarakat Gayo di Kecamatan Bebesen, dan (3) kendala dalam implementasi nilai-nilai karakter budaya tutur Masyarakat Gayo di Kecamatan Bebesen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Adapun yang menjadi objek penelitian ialah Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. Adapun yang menjadi subjek penelitian ini ada dua informan yaitu Majelis Adat Gayo (MAG) Kabupaten Aceh Tengah dan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Tengah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Budaya pertuturan yang mempengeruhi Interaksi sosial masyarakat Suku Gayo di Kecamatan Bebesen saat ini adalah sumang perceraken, dimana etika budaya pertuturan dalam berbicara harus memperhatikan tingkatan orang atau lawan berbicara (2) Nilai Karakter yang di junjung tinggi dalam budaya pertuturan Sumang Perceraken oleh Masyarkat Suku Gayo di Kecamatan Bebesen mengandung nilai-nilai sosial dan religius yang digunakan sehari-hari (3) kendala dalam implementasi nilai karakter dalam budaya tutur masyarakat Suku Gayo di Kecamatan Bebesen ialah karena sikap bahasa para penuturnya atau budaya yang dibawa oleh penuturnya serta dampak globalisasi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah (1) budaya pertuturan masyarakat Suku Ga yo di Kecamatan Bebesen sangat dipengaruhi oleh nilai sumang perceraken yang menekankan tingkat status lawan bicara (2) Budaya ini mengandung nilai karakter yang berakar dari nilai religius dan nilai sosial adat istiadat setempat (3) Namun, terdapat tantangan dan kendala dalam penerapan nilai karakter ini yang menggerus nilai budaya tutur di tengah masyarakat. Saran dalam penelitian ini adalah (1) Diharapkan Masyarakat Suku Gayo di Kecamatan Bebesen semakin menanamkan nilai-nilai yang terdapat pada sumang perceraken dalam bertutur kata serta dapat menerapkan norma-norma sosial (2) Diharapkan masyarakat Suku Gayo di Kecamatan bebesen dapat melestarikan bahasa dan budaya pertuturan serta menerapkan nilai sosial dan religius dalam kehidupan sehari-hari (3) Diharapkan bagi pemerintah untuk dapat membuat program khusus yang dapat melestarikan budaya pertuturan Suku Gayo (4) Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk dapat melakukan penelitian lebih lanjut terhadap jenis-jenis sumang yang lainnya.

Kata Kunci: Budaya Tutur, Implementasi, Nilai-Nilai Karakter

ABSTRACT Aula Ruhnayati. (2024) Title: "The Oral Culture of the Gayo Tribe Community as an Implementation of Character Values in Bebesen District, Central Aceh Regency. [Undegraduated Thesis. Syiah Kuala University]. Supervised by Dr. Saiful, S.Pd., M.Si and Yusrijal Abdar, S.Pd., M.H." The diversity of languages and cultures in Indonesia is a wealth that makes the Indonesian unique among many nations in the world. Oral culture reflects how people interact with one another, use certain tools and build relationships within a comuunity. This study aims to describe and analyze (1) the oral culture that influences social interactions of the Gayo Tribe community in Bebesen District, (2) the character values upheld in the oral culture of Gayo community in Bebesen District, and (3) the obstacles in the implementation of character values in the oral culture of the Gayo community in Bebesen District. This research employs a qualitative approach with descriptive method. The object of research is Bebesen District of Central Aceh Regency and the subjects are two informants namely the Gayo Customary Council and the Ulama Consultative Council of Central Aceh Regency. Data collection techniques are carried out by means of observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that: (1) The oral culture that influences social interactions of the Gayo Tribe community in Bebesen District are Sumang Perceraken. In Gayo customs, the ethics of oral culture in speaking must pay attention to the level of the person being spoken to; (2) Character values upheld in the Sumang Perceraken oral culture by the Gayo Tribe community in Bebesen District contains social and religious values that are used daily; (3) The obstacles in implementing character values in the oral culture of the Gayo Tribe community in Bebesen District include the linguistic attitudes of the speakers, the culture brought by the speakers, and the impact of globalization. The conclusion of this study is that the Gayo Tribe oral culture in Bebesen District is heavily influenced by the values of sumang perceraken which emphasizes the social statues of the interlocutpr. This culture embodes character values rooted in local religious and social norms. However, there are challenges in the application of these character values, which are eroding the oral culture values in the community. The recommendations in this study are as follows: (1) It is hoped that the Gayo tribe community in Bebesen District will further instill the values contained in "sumang," especially "sumang perceraken" in speech, and apply social norms. (2) It is hoped that the Gayo tribe community in Bebesen District will preserve their language and speech culture within themselves and apply social and religious principles in their daily lives. (3) It is hoped that the government will create special programs to preserve the speech culture of the Gayo tribe. (4) It is hoped that future researchers will conduct further and more in-depth studies on other types of "sumang." Keyword: Oral Culture, Implementation, Character Values

Citation



    SERVICES DESK