PENYELESAIAN WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN REPARASI MOBIL (SUATU PENELITIAN PADA CV.AAN SERVICE) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENYELESAIAN WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN REPARASI MOBIL (SUATU PENELITIAN PADA CV.AAN SERVICE)


Pengarang

Muhammad Farhan Setyadi - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Wardah - 197103012006042001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2003101010437

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pasal 1313 KUHPerdata mendefinisikan perjanjian sebagai suatu perbuatan hukum di mana satu pihak atau lebih mengikatkan diri terhadap pihak lain, yang secara fundamental mengandung prinsip mengikat dan memaksa untuk dipenuhi. Selanjutnya pasal 1243 KUHPerdata menegaskan konsekuensi hukum apabila salah satu pihak gagal memenuhi kewajibannya, yaitu bahwa debitur diwajibkan membayar ganti rugi kepada kreditur apabila tidak dapat membuktikan bahwa kegagalan memenuhi prestasi disebabkan oleh hal yang tidak terduga di luar kemampuannya. Meskipun telah terjadinya kesepakatan dalam Perjanjian Reparasi Mobil pada CV.Aan Service dan konsumennya, kegagalan para pihak dalam memenuhi kewajiban berpotensi merugikan salah satu pihak atau bahkan kedua belah pihak.

Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menganalisis bentuk, dan menjelaskan faktor penyebab wanprestasi serta mengkaji prosedur penyelesaian untuk menyelesaikan permasalahan wanprestasi dalam perjanjian reparasi mobil pada CV.Aan Service.

Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris. Penelitian ini menggabungkan data kepustakaan dan data penelitian lapangan. Data sekunder diperoleh dari dokumen, buku, jurnal, dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan topik permasalahan. Penelitian lapangan berguna untuk memperoleh data primer yang dilakukan dengan cara mewawancarai responden dan informan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan perjanjian reparasi mobil pada CV.Aan Service telah terjadinya tindakan wanprestasi. Bentuk wanprestasi CV.Aan Service yaitu terlambat memenuhi prestasi sedangkan bentuk wanprestasi konsumen yaitu terlambat dan tidak memenuhi prestasi. Faktor penyebab terjadinya wanprestasi ini adalah sebuah keadaan memaksa dan kelalaian. Prosedur penyelesaian wanprestasi ini adalah melalui musyawarah dengan tujuan mencari sebuah penyelesaian yang efektif dan solutif.

Disarankan kepada CV.Aan Service untuk meningkatkan kapasitas operasional, pembaharuan fasilitas, melakukan evaluasi pada proses reparasi, dan melaksanakan perjanjian secara tertulis yang komprehensif disetiap reparasi, sedangkan bagi konsumen disarankan untuk memahami secara detail isi perjanjian sebelum menyetujuinya, menyediakan dana yang cukup sesuai kesepakatan pembayaran, dan melakukan komunikasi aktif dengan pihak bengkel terkait perkembangan reparasi kendaraan.

Article 1313 of the Indonesian Civil Code (KUHPerdata) defines a contract as a legal act in which one or more parties commit themselves to another party, fundamentally containing the principles of binding and compelling fulfillment. Furthermore, Article 1243 of the Civil Code emphasizes the legal consequences if one party fails to fulfill their obligations, stating that the debtor must pay compensation to the creditor if they cannot prove that the failure to perform the obligation was caused by an unexpected event beyond their control. Although an agreement has been reached in the Car Repair Agreement between CV. Aan Service and its consumers, the failure of the parties to fulfill their obligations may potentially harm one or both parties. The purpose of this thesis is to analyze the forms and explain the factors causing default (wanprestasi), as well as to examine the procedures for resolving issues related to default in the car repair agreement at CV. Aan Service. The approach used in this research is a juridical-empirical method. This research combines library data and field research data. Secondary data was obtained from documents, books, journals, and regulations related to the topic. Field research was conducted to obtain primary data by interviewing respondents and informants. The research results indicate that in the implementation of the car repair agreement at CV. Aan Service, a default action has occurred. The form of default by CV. Aan Service is the delay in fulfilling the obligation, while the form of default by the consumer is both delay and failure to fulfill the obligation. The factors causing this default are force majeure and negligence. The procedure for resolving this default is through deliberation aimed at finding an effective and solution-oriented resolution. It is recommended that CV. Aan Service improve its operational capacity, update its facilities, evaluate the repair process, and implement a comprehensive written agreement for each repair. Consumers are advised to carefully understand the contents of the agreement before agreeing, ensure sufficient funds as per the payment agreement, and maintain active communication with the workshop regarding the progress of the vehicle repair.

Citation



    SERVICES DESK