ANALISIS FAKTOR ALIH BUDIDAYA TANAMAN KOPI KE TANAMAN JAGUNG DI KECAMATAN BERAMPU KABUPATEN DAIRI PROVINSI SUMATERA UTARA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS FAKTOR ALIH BUDIDAYA TANAMAN KOPI KE TANAMAN JAGUNG DI KECAMATAN BERAMPU KABUPATEN DAIRI PROVINSI SUMATERA UTARA


Pengarang

ABDUL GANI BERUTU - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ira Manyamsari - 198026052014012101 - Dosen Pembimbing I
Akhmad Baihaqi - 197406142008121001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2005102010066

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Agribisnis (S1)., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini di lakukan di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi tepatnya di Desa Pasi, Desa Sambaliang, Desa Karing, dan Desa Banjar Toba. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pendapatan petani budidaya kopi sebelum dan setelah beralih ke budidaya jagung dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan terhadap alih budidaya tanaman kopi ke tanaman jagung di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling, jumlah sampel untuk empat desa tersebut adalah sebesar 94 orang, masing-masing desa memiliki pengambilan sampel yang berbeda. Banyaknya sampel yang terdapat di Desa Pasi sebesar 19 orang, Desa Sambaliang sebesar 16 orang, Desa Karing sebesar 55 orang, dan Desa Banjar Toba sebesar 4 orang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan usahatani dan analisis uji korelasi rank spearman. Berdasarkan hasil penelitian pendapatan petani budidaya kopi lebih besar dibandingkan setelah beralih ke budidaya jagung. Total pendapatan petani budidaya kopi sebesar Rp 21.552.782/Ha/Tahun, sedangkan pendapatan petani budidaya jagung sebesar Rp 17.975.842/Ha/Tahun dengan total selisih pendapatan sebesar Rp3.576.940. Hasil dari analisis data menggunakan program SPSS versi 16.0 for windows yaitu diketahui variabel pendapatan berhubungan positif namun tidak signifikan dengan tingkat hubungan sangat rendah, variabel minat berhubungan positif dan signifikan dengan tingkat hubungan rendah, variabel motivasi berhubungan positif dan signifikan dengan tingkat hubungan rendah, dan variabel teknik budidaya berhubunagn negatif dan signifikan dengan tingkat hubungan rendah.

This research was conducted in Berampu Subdistrict, Dairi Regency, specifically in Pasi Village, Sambaliang Village, Karing Village, and Banjar Toba Village. The purpose of this study was to determine the income of coffee farmers before and after switching to corn farming and to identify the factors related to the transition from coffee cultivation to corn cultivation in Berampu Subdistrict, Dairi Regency. The sampling technique used in this study was purposive sampling, with a total sample size of 94 respondents distributed across the four villages. The sample sizes were 19 respondents in Pasi Village, 16 in Sambaliang Village, 55 in Karing Village, and 4 in Banjar Toba Village. The types of data used were primary and secondary data. Data collection was conducted using questionnaires. The data analysis methods included farm income analysis and Spearman’s rank correlation test. The research findings showed that the income of coffee farmers was higher compared to when they transitioned to corn farming. The total income from coffee farming was IDR 21,552,782/ha/year, while the income from corn farming was IDR 17,975,842/ha/year, resulting in a total income difference of IDR 3,576,940. Data analysis using SPSS version 16.0 for Windows revealed that the income variable had a positive but insignificant correlation with a very low level of relationship. The interest variable had a positive and significant correlation with a low level of relationship. The motivation variable had a positive and significant correlation with a low level of relationship, while the cultivation technique variable had a negative and significant correlation with a low level of relationship.

Citation



    SERVICES DESK