PENGARUH PENAMBAHAN ASPAL EMULSI TERHADAP PERMEABILITAS TANAH LEMPUNG EKSPANSIF ARTIFISIAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PENAMBAHAN ASPAL EMULSI TERHADAP PERMEABILITAS TANAH LEMPUNG EKSPANSIF ARTIFISIAL


Pengarang

Ika Muharshita - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0041110963

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2005

Bahasa

Indonesia

No Classification

666.893

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan aspal emulsi (AE) sebagai bahan stabilisasi kimia terhadap koefisien permeabilitas tanah lempung ckspansif (TLE) artifisial. Tanah lempung yang menjadi objek penelitian ini berasal dari Desa Doy, Kecamatan Ulee Kareng. Kota Banda Aceh Aspal emulsi yang digunakan berasal dari pabrik PT. Hutama Prima, Cilacap, Jawa Tengah. Tanah lempung Desa Doy tersebut dicampurkan dengan bentonit agar bersifat ekspansif berat dengan perbandingan persentase yaitu 60% tanah dean 40% bentonit, dengan indeks plastisnya 41,98% atau 2 35%. Campuran tanah lempung Doy dan bentonit selanjutnya disebut tanah lempung ekspansif (TLE) artifisial. Penambahan Desa aspal emulsi (AE) dilakukan secara bervariasi berdasarkan persentase berat kering tanah lempung ekspansif artifisial, yaitu; 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%. Koefisien permeabilitas tanah, diuji dengan menggunakan metode falling head (tekanan berubah). Pengujian permeabilitas dibuat S variasi campuran, setiap variasi dibuat 4 buah benda uji yang memiliki komposisi campuran bahan stabilisasi yang berbeda­ beda sehingga total pembuatan benda uji adalah 20 buah. Kadar air untuk benda uji penelitian permeabilitas dibuat berdasarkan hasil dari pengujian pemadatan standard proctor untuk masing-masing kadar air optimum (0MC Optimum Moisture Content) yaitu, 1 buah pada kadar air di bawah 0MC (-3%), 2 OMC, dan 1 buah di atas OMC (+3%). Hasil pengujian permeabilitas pada kadar air buah pada saat di atas OMC pada penambahan aspal emulsi 0% sampai dengan 20% menunjukkan bahwa aspal emulsi mempunyai kadar optimum 15% dengan nilai koefisien permeabilitas maksimum adalah 23410'cm/det. Pada pengujian permeabilitas pada kadar air 0MC diperoleh kadar aspal emulsi optimum adalah 15% dengan nilai koefisien permeabilitas maksimum adalah 4,4210'cm/det. Pada pengujian permeabilitas pada kadar air di bawah OMC diperoleh kadar aspal emulsi optimum adalah 15% dengan nilai koefisien permeabilitas maksimum adalah ,41x 0 cm/det.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK