GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN BRAIN EVOKED RESPONSE AUDIOMETRY (BERA) PADA ANAK DI POLIKLINIK THT-KL RSUDZA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN BRAIN EVOKED RESPONSE AUDIOMETRY (BERA) PADA ANAK DI POLIKLINIK THT-KL RSUDZA


Pengarang

ZAHRA ATHIFAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sakdiah - 196511201999032001 - Dosen Pembimbing I
Dina Alia - 198109182014042002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2107101010167

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2024

Bahasa

Indonesia

No Classification

617.8

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Gangguan pendengaran adalah ketidakmampuan mendengar suara pada salah satu atau kedua telinga. Anak yang mengalami hambatan dalam akses pendengaran akan memiliki masalah dalam keterampilan berbahasa. Pemeriksaan fungsi pendengaran, seperti pemeriksaan Brain Evoked Response Audiometry (BERA) diperlukan untuk mendapatkan intervensi segera yang dapat berupa pemasangan alat bantu dengar (ABD). Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan BERA pada anak di Poliklinik THT- KL RSUDZA periode Januari 2020 hingga Desember 2023. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan mengambil data sekunder dari rekam medis pasien. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 476 rekam medis pasien yang diambil dengan metode total sampling. Dari 476 sampel terdapat 254 anak (53,4%) dengan hasil pemeriksaan BERA tidak normal dan 222 anak (%) dengan hasil pemeriksaan BERA normal. Sebagian besar sampel berusia 12-59 bulan (81,1%), dan berjenis kelamin laki-laki (62,6%). Mayoritas hasil pemeriksaan BERA dengan kategori gangguan pendengaran bilateral (62%), derajat gangguan pendengaran sangat berat pada telinga kanan (31,3%) dan telinga kiri (31,7%). Hasil penelitian ini menekankan pentingnya edukasi tentang deteksi dini gangguan pendengaran pada anak, terutama bagi anak-anak yang mengalami keterlambatan bicara atau tidak merespons suara dengan baik.
Kata Kunci : Pemeriksaan Brain Evoked Response Audiometry (BERA), gangguan pendengaran, keterlambatan bicara

Hearing loss is the inability to hear sounds in one or both ears. Children with hearing impairments face challenges in developing language skills. Hearing function examinations, such as Brain Evoked Response Audiometry (BERA), are essential for prompt intervention, which may include the use of hearing aids (HA). This study aims to describe the findings of BERA examinations in children at the ENT-Head and Neck Surgery Polyclinic of RSUDZA during the period from January 2020 to December 2023. This descriptive study utilized secondary data from patient medical records. A total of 476 medical records were analyzed using a total sampling method. Of the 476 samples, 254 children (53.4%) had abnormal BERA results, while 222 children (46.6%) showed normal results. Most of the samples were aged 12–59 months (81.1%) and predominantly male (62.6%). The majority of BERA results indicated bilateral hearing loss (62%), with severe hearing loss identified in the right ear (31.3%) and the left ear (31.7%). This study highlights the importance of early education about hearing loss detection in children, particularly for those with delayed speech development or poor responsiveness to sound Keywords : Hearing loss, Brain Evoked Response Audiometry (BERA), speech delay

Citation



    SERVICES DESK