PROFIT PENGOLAHAN DAN MUTU GULA AREN DI KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PROFIT PENGOLAHAN DAN MUTU GULA AREN DI KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Rafnila S - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0605105010032

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Gula aren adalah salah satu hasil pengolahan dari nira aren. Kualitas dari nira sangat menentukan mutu dari gula aren tersebut. Nira yang berkualitas tinggi akan menjadi kunci utama untuk memperoleh gula dengan kualitas yang tinggi pula. Meskipun mempunyai banyak keunggulan, petani kurang berminat untuk memproduksi gula aren yang berkualitas. Padahal dipasaran dunia gula ini sudah mendapat perhatian, terutama di negara-negara maju.
Provinsi Aceh memiliki beberapa daerah yang berpotensi menghasilkan gula aren. Aceh Besar adalah salah satu kabupaten yang memiliki sejumlah kecamatan yang berpotensi menghasilkan gula aren yaitu Montasik, Kuta Malaka, Darul Kamal, Cot Glie, dan Seulimum. Di antara semua kecamatan tersebut, kecamatan yang mengolah gula aren terbanyak dan masih aktif adalah kecamatan Kuta Malaka, Darul Kamal, dan Cot Glie. Sampai 2011 ini, masyarakat di tiga kecamatan tersebut masih memproduksi gula aren, khususnya gula aren kental (meulisanjok) (Survey Peneliti, 2011 ).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji mutu gula aren serta proses pengolahan gula aren yang terdapat di Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Penclitian ini menggunakan alat bantu kuisioner dan analisis laboratorium. Pengamatan dan
wawancara yang dilakukan meliputi aspek penanganan bahan baku, aspek produksi dan pemasaran, dan karakteristik pengrajin gula aren. Sedangkan analisis yang dilakukan di laboratorium merupakan analisis kimia dari gula aren. Analisis kimia dari gula aren yang dilakukan meliputi penentuan kadar abu dengan metode tanur (Apriyantono dkk, 1989), kadar air dengan metode oven (Apriyantono dkk, 1989), dan kadar gula pereduksi dengan metode Luff Schoorl (Sudarmadji et al., 1984).
Data hasil analisis tersebut dianalisis secara deskriptif. Data dibandingkan

dengan standar SNI dan literatur yang mendukung lainnya.

Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata perolehan nira aren di Kabupaten Aceh Besar adalah 2-5 liter/hari/batang. Proses pcnyadapan nira dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan sore. Sebagian besar nira hasil sadapan diolah menjadi gula aren khususnya gula aren kental (meulisan jok) yaitu sebanyak 85%, 5% diolah menjadi cuka, dan 10 % dijual dalam bentuk minuman segar. Perlakuan awal sebelum penyadapan adalah pencucian wadah yang akan digunakan dan penggunaan bahan tambahan berupa daun seukeuboh dan getah jantung pisang. Bcntuk gula aren yang dihasilkan oleh para petani adalah gula aren kental, dengan lama proses pemasakan 3
4 jam. Gula aren yang dihasilkan dijual di pasar yang terdapat di Kabupaten Aceh

Besar, dengan harga Rp 10.000 sampai Rp 12.000/kg.

Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa, kadar air dan kadar abu gula aren yang dihasilkan masih dibawah standar SNI sedangkan kadar gula reduksi dari gula aren yang dihasilkan oleh para pengrajin yang terdapat di Kabupaten Aceh Besar sudah memenuhi standar SNI.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK