PENGARUH PEMBAKARAN TERHADAP KUAT LEKAT ANTARA BAJA DAN BETON (BOND STRENGTH PADA BETON MENGGUNAKAN ADMIXTURE SUPERPLASTICIZER | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PEMBAKARAN TERHADAP KUAT LEKAT ANTARA BAJA DAN BETON (BOND STRENGTH PADA BETON MENGGUNAKAN ADMIXTURE SUPERPLASTICIZER


Pengarang

Silviana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0041113087

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2007

Bahasa

Indonesia

No Classification

624.183 2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh pembakaran (panas api) terhadap kuat lekat (bond strength) antara baja dan beton pada beton dengan menggunakan admixture superplasticizer dan beton normal. Benda uji yang digunakan berdasarkan standar ASTM C.234 berupa kubus berukuran 15 x15 x I5 cm3 dengan tulangan ulir D 19 mm di bagian tengah beton. Perencanaan komposisi campuran beton (mix design) menggunakan metode American Concrete Institute (ACI) 211-1-91 dengan Faktor Air Semen (FAS) 0,4. Benda uji keseluruhan berjumlah 210 buah. Benda uji dirawat selama 56 hari. Setelah berumur 56 hari benda uji dibakar dengan variasi suhu 200C, 300C, 400C, dan 500 dengan waktu pembakaran 1, 2, 3. 4 dan 5 jam, kemudian bendauji diuji
kuat lekatnya. Penambahan superplasticizer ternyata disamping meningkatkan workabilitas beton juga berhasil meningkatkan kuat lekat antara baja dan beton. Kuat lekat antara baja dan beton pada beton sperplasticizer (BSP) lebih besar daripada kuat lekat antara baja dan beton pada beton normal (BN). Beton yang telah terbakar juga mengalami penurunan kuat lekat. Penurunan kuat lekat antara baja dan beton semakin besar apabila suhu dan waktu pembakaran yang dialami beton semakin besar. Ini disebabkan oleh adanya perbedaan muai antara agregat, pasta semen, dan tulangan. Pada temperatur tinggi pasta semen akan menyusut sedangkan agregat dan tulangan akan mengembang dan memuai. Perbedaan ini akan menimbulkan retak-retak pada beton sehingga dapat mengakibatkan menurunnya kuat lekat antara baja dan beton. Persentase penurunan kuat lekat terbesar terjadi pada beton normal (BN) dengan suhu 500"C mencapai 84.252 %, sedangkan pada beton superplasticizer (BSP) persentase penurunannya sebesar 53,266 %.


















Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK