PENGARUH PEMANASAN BERULANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA CAMPURAN BETON ASPAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PEMANASAN BERULANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA CAMPURAN BETON ASPAL


Pengarang

Eka Marlina - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0041124070

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2007

Bahasa

Indonesia

No Classification

625.85

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Proses pengangkutan yang jauh dari Asphalt Mixing Plant (AMP) ke lokast
proyek menyebabkan menurunnya suhu campuran beraspal. Biasanya campuran
yang sudah mengalami penurunan suhu tersebut dibuang. Mengingat aspal
bersifat termoplastis yang bila dipanaskan mencair dan akan berfungsi sebagai
bahan pengikat, maka dlakukan proses pemanasan berulang, sehmngga diharapkan
campuran tersebut akan kembah menghasilkan kekuatan, walaupun kualtasnya
tidak sama dengan kondis awal Penehitian mni bertupuan untuk mengetahui
pengaruh karaktertstik Marshall pada campuran beraspal yang mengalami
pemanasan berulang I dan 2 kahi Hasil parameter Marshall dari campuran
beraspal yang dipanaskan berulang tersebut dibandingkan dengan hasil parameter
Marshall dani campuran beraspal yang tdak mengalami pemanasan berulang
Penelitian t dlakukan di Laboratorum Transportas Fakultas Teknik Universtas
Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh. Material terdiri dari agregat batu pecah
yang bergrada si rapat uipe IV dari Desa Aneuk Galong, Jalan Banda Aceh-Medan,
Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Nanggroe Aceh
Darussalam dan aspal Esso penetras 6070 yang tersedra di Laboratorium
Trasnportasi Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala Variasi kadar aspal yang
digunakan yaitu 5,0 %- 7.0%, dart variasi kadar aspal tersebut dihasilkan kadar
aspal optimum yaitu 6,1%. Kadar aspal opumum 6,1% selanjutnya digunakan
sebagai kadar campuran beraspal yang dipanaskan berulang I dan 2 kali. Hasil
dart penguian menunjukkan semakmn banyak dilakukan pemanasan berulang pada
campuran beraspal maka milai stabrhtas akan semakin menurun. Nilai stabilitas
yang tidak mengalamt pemanasan berulang adalah 2070 kg, milai stabilitas untuk
pemanasan berulang I kali adalah 1667.7 kg dan mlai stabilitas untuk pemanasan
berulang 2 kali adalah 1599,8 kg Nilai flow, density, VMA dan MQ pada
campuran beraspal yang dipanaskan berulang I dan 2 kali memenuhi batas
spesifikasi persyaratan standar AASHTO (1990). Sedangkan Nilai VIM dan VFB
pada campuran beraspal yang dipanaskan berulang I dan 2 kali tidak memenuhi
spesifikast persyaratan standar tersebut, Nilai VIM terus menurun dan nilai VFB
semakin meningkat. Pengaruh dant kedua nilai tersebut akan mengakibatkan
teryadinya bleeding karena keclnya persentase pori.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK