Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN PENGERINGAN BIJI KAKAO NON FERMENTASI DENGAN BERBAGAI MEDIA JEMUR DAN KETEBALAN
Pengarang
Afzal Khalilullah ZA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0905106010020
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2013
Bahasa
Indonesia
No Classification
633.74
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tanaman kakao akan menghasilkan buah kakao yang didalamnya terdapat biji-biji kakao. Melalui proses pascapanen yang meliputi proses pengolahan dan pengeringan, akan dihasilkan biji-biji kakao kering yang siap dikirim ke pabrik pengolah. Biji kakao yang umum dikeringkan oleh masyarakat adalah biji kakao non fermentasi dan dikeringkan dengan metode alami atau dengan memanfaatkan sinar matahari. Pada penelitian ini dilakukan pengeringan biji kakao non fermentasi dengan berbagai media jernur. Penelitian ini bertujuan untuk rnengetahui karakteristik penjemuran biji kakao non fermentasi yang menggunakan beberapa media jemur dengan berbagai ketebalan tumpukan.
Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah lantai jemur semen, terpal,
para-para, oven, termometer, solarimeter, timbangan digital dan anemometer.
Bahan yang digunakan adalah biji kakao yang berasal dari Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur dan Pidie. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data dan analisis terhadap kecepatan udara, temperatur, kelembaban relatif, iradiasi surya, penurunan kadar air, uji statistik, laju pengeringan, luas bidang jemur, densitas, angle of repose dan uji warna.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa para-para dengan ketebalan
turnpukan 3 cm adalah media yang paling tepat dan efisien untuk mengeringkan biji kakao non fermentasi. Data temperatur rata-rata lingkungan pada hari pertama, kedua dan ketiga sebesar 33"C, 35"C dan 37C dengan radiasi surya total pada hari pertama, kedua dan keti.ga sebesar 3146,64 W/m'2, 4209,19 W/m2' dan
5282,56 W/m2. Kecepatan udara lingkungan pada hari pertama, kedua dan ketiga adalah sebesar 1,42 m/s, 1, 16 m/s dan 0,83 m/s. Untuk Angle of Repose, sebelum pengeringan nilainya sebesar 34,59" dan setelah dikeringkan turun menjadi
16,88°. Sedangkan nilai densitas biji kakao sebelum pengeringan adalah 0,86 g/cm'3 dan setelah mencapai kadar air 7,5% turun menjadi 0,53 g/em'. Penurunan kadar air paling cepat terjadi pada biji kakao yang dikeringkan di atas lantai jemur semen dengan ketebalan tumpukan 1 cm, yaitu membutuhkan waktu 20 jam dan yang kering paling lambat adalah biji kakao yang dikeringkan di atas terpal dengan ketebalan tumpukan 3 cm, yaitu membutuhkan waktu 25,5 jam. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa media jemur dan ketebalan tumpukan biji memiliki pengaruh nyata terhadap lama waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan biji kakao non fermentasi. Uji warna yang dilakukan pada kakao kering menunjukkan angka L rata-rata sebesar 67,03 yang berarti tingkat kecerahannya cukup tinggi. Nilai rata-rata a dan b yang diperoleh adalah 16,86 dan 20,57 yang menunjukkan warna coklat kekuningan.
Tidak Tersedia Deskripsi
KAJIAN PENGERINGAN ALAMI (SUN DRYING) BIJI KAKAO FERMENTASI DENGAN BERBAGAI MEDIA JEMUR DAN TINGKAT KETEBALAN TUMPUKAN BIJI KAKAO (Ikram, 2024)
PERSENTASE KEHILANGAN BERAT PADAPENANGANAN PASCA PANEN MATA RANTAI PASOK KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) DI KABUPATEN PIDIE (Teuku Fazaki, 2015)
FASILITATOR FERMENTASI DAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS BIJI KAKAO (Baihaqi, 2016)
PENGUKURAN KEBUTUHAN ENERGI PENGERINGAN KAKAO MENGGUNAKAN OVEN LISTRIK (AFRIZAL, 2024)
VARIASI LAMA DAN WADAH FERMENTASI PADA FERMENTASI BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L) (Muhammad Chairil, 2025)