PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN ASAM SITRAT 0,1 N DAN LAMA BLANSIR TERHADAP MUTU PASTA ALPUKAT(PERSEA AMERICANA MILL) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN ASAM SITRAT 0,1 N DAN LAMA BLANSIR TERHADAP MUTU PASTA ALPUKAT(PERSEA AMERICANA MILL)


Pengarang

Lovi Masliadi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0305105010066

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010

Bahasa

Indonesia

No Classification

664.804 653

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Buah alpukat (Persea crmerl.cane Mill) merupakan salah satu komoditi
pertanian yang sangat dikenal di masyarakat. Bunh ini mengandung lemak yang
tingri, yalmi berkisar antara 4 - 25 % tergant`mg kapada varictas, tingkat
kematangan, teknik bertanam, dan lokasi t`mbuhnya. Selain ini, buah alpukat
mengandung banyck vitatnin A, vitamin 8, vitamin E secta mineral yang
umumnya lebih tinggi dari buah-bunhan lain. Dalam perdagangan dunia, buah
alpulrat menipakan komoditas yang penting. Volume perdagangannya menempati
urutan ke-5 setelah jemk, pisang, nenas dan mangga (Kalie, 1997).
Selama ini sebagian besar buah alpukat hanya dimanfaatkan untuk
dikons`msi segar atau dijadikan minuman saper(i jus alpukat, akan tetapi buah
alpukat memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk tertentu, seperti
sari alpukat instan, pasta alpukat dan lain-lain. Pasta alpukat merxpakan salah satu
variasi pemanfaatan dari buah alpuhat. Penelitian ini bertujunn untuk mempelajari
pembuatan pasta alpukat dengan melihat penganih penanibahan asam sitrat dan
lama waktu blansir terhadap mutu pasta alpukat yang dihasilkan.
Penelitian ihi menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial
pola 3 x 3 yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi Asam
Sitrat (A) yang terdiri atas tiga taraf yaitu 2,5% (A1), 5% (A2) dan 7,5% (A3).
Faktor kedua adalah lama Blansir (B) yang terdiri atas tiga taraf yaitu 3 menit
(B1), 5 menit (B2) dan 7 menit (B3),
Lama blansir 7 menit menchasilkan rendemen tertinggi sebesar 139,62%,
kadar air terendah diperolch pada lama blansir 3 menit sebesar 81,50% dan
potensi pencoklatan enzimatis terendah diperoleh dengan lama blansir 7 menit
sebesar 0,34.
Konsentrasi asam sitrat 7.5% menghasilkan rendemen tertingri sebesar
139,62%, potensi pencoklatan enzimatis terendah diperoleh sebesar 0,34 serta
nilai organoleptik perbandingan jamak warna sebesar 2,77(lebih baik).
Berdasarkan metode rangking, perlakuan terbaik diperoleh kombinasi
perlakuan B3A3 (lama blansir 7 menit dan konsentrasi asam sitrat 15 ml).
Kombinasi perlakuan ini menghasilkan rendemen sebesar 139,62%, kadar air
87,47%, kadar lemak 10,45%,kadar protein 2,63%,potensi pencoklatan 0,34%,
nilai organoleptik perbandingan jamak warna (lebih baik). dan organoleptik
perbandingan jamak aroma 3,22 (Lebih baik).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK