STUDI PROSES PEMURNIAN MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN ZEOLIT DAN ARANG AKTIF | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI PROSES PEMURNIAN MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN ZEOLIT DAN ARANG AKTIF


Pengarang

Harris Muda Siregar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0305105010062

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Kerusakan minyak akan mempengaruhi mutu dan nilai gizi bahan panganyang digoreng, Oksidasi minyak akan menghasilkan senyawa aldehida, keton, hidrokarbon, alkohol serta senyawa aromatis yang mempunyai bau tengik danrasa getir. Sedangkan pembentukan senyawa polimer selama proses menggoreng terjadi karena reaksi polimerisasi adisi dari asam lemak tidak jenuh. Hal ini terbukti dengan terbentuknya bahan menyerupai gum yang mengendap di dasar tempat penggorengan (Ketaren, 1986). Salah satu cara untuk memperbaiki kerusakan minyak jelantah (terutama kerusakan warna minyak) adalah dengan teknik pemurnian minyak yang dilakukan dengan menggunakan proses bleaching. Menurut Ketaren (1986), bleaching ialah suatu tahap proses pemurnian untuk menghilangkan zat-zat warna yang tidak disukai dalam minyak. Proses pemurnian ini dilakukan dengan mencampur minyak dengan sejumlah kecil adsorben. Penelitian ini menggunakan zeolit dan arang aktif sebagai adsorben. Penelitian ini dilaksanakan untuk mempelajari proses pemurnian minyak jelantah (baik dengan pemanasan maupun tanpa pemanasan) dengan menggunakan bleaching agent zeolit dan arang aktif serta untuk mempelajari pengaruh jenis dan konsentrasi bleaching agent terhadap kualitas minyak yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 3 (tiga) faktor dengan pola 2 x 3x2 Faktor pertama adalah jenis bleaching agent (B) yang digunakan sebagai pemurni minyak jelantah, terdiri atas 2 (dua) taraf yaitu: B = zeolit dan B = arang aktif. Fak.tor kedua adalah konsentrasi bleaching agent yang digunakan (K), terdiri atas 3 (tiga) taraf yaitu K,= 1%,K = 3 % dan K, = 5 % dari berat minyak. Faktor ketiga adalah perlakuan terhadap minyak yang digunakan (P), terdiri atas 2 (dua) taraf yaitu P, = dengan pemanasan 70 C selama l jam dan P = tanpa pemanasan. Dengan demikian terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 2 kali ulangan,sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Analisis minyak jelantah (parameter yang diamati) sebelum dan setelah proses pemurnian minyak jelantah meliputi analisis rendemen, kadar air, bobot jenis, viskositas, indeks bias, bilangan asamdan bilangan peroksida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemurnian minyak jelantah menggunakan bleaching agent zeolit dan arang aktif dapat menurunkan nilai bilangan asam dari 11,61 mg KOH/g menjadi 3.41 mg KOH/g, menurunkan bilangan peroksida dari 15,91 mg O/g menjadi 11,93 mg O/g. menurunkan viskositas dari 9,48 mm'/s menjadi 7,28 mm/s dan juga menjernihkan warna minyak dari coklat pekat kehitaman menjadi merah jernih kekuningan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa proses pemurnian minyak jelantah dengan pemanasan 70 C dapat meningkatkan persentase rendemen minyak yang diperoleh. Dalam penelitian ini diperoleh perlakuan terbaik dari kombinasi perlakuan B1K2P1 (zeolit dengan konsentrasi 1 % melalui proses pemanasan 70 C).Kombinasi perlakuan ini menghasilkan rendemen sebesar 83,27 %, kadar air 0.17 %, bobot jenis 0,91, viskositas 7,28 mm/s, indeks bias 8,55, bilangan asam 3,39mg KOH/g dan bilangan peroksida 11,93mg O/g.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK